Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
ANALISA WARNA PADA AIR MINUM

ANALISA WARNA PADA AIR MINUM

Tuesday, 17 November 2020

Warna merupakan salah satu parameter yang penting untuk dianalisis dalam mengetahui kualitas air minum. Hal ini dikarenakan warna mengindikasikan kandungan ion metal alam (besi dan mangan), humus, plankton, dan limbah industri, sehingga air yang berwarna dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi. Untuk itu, perlu dilakukan analisa warna pada air minum sebelum dipasarkan bahkan dikonsumsi oleh masyarakat. Warna yang dimaksudkan adalah warna nyata, yaitu warna yang kekeruhannya telah dihilangkan.

Diketahui bahwa nilai warna maksimum yang diperbolehkan pada air minum adalah 15 TCU, hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. oleh karena itu, untuk memenuhi nilai tersebut, telah dipaparkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 3554 Tahun 2015 tentang cara uji warna pada air minum dalam kemasan, yang menyebutkan ada 2 metode yang dapat dilakukan yaitu pengujian warna secara visual dan dengan menggunakan spektrofotometer, yang akan dijelaskan secara terperinci sebagai berikut.

 

1. Uji Warna dengan Metode Visual

Prinsip pengujian warna pada air minum secara visual yaitu dengan perbandingan visual dari sampel air minum yang diuji terhadap larutan berwarna yang diketahui konsentrasinya. Adapun peralatan dan pereaksi yang dibutuhkan dalam metode visual untuk pengujian warna pada air minum ditampilkan pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Peralatan dan Pereaksi yang Dibutuhkan dalam Metode Visual untuk Pengujian Warna pada Air Minum

No.

Peralatan

Pereaksi

1.

Tabung Nessler 50 mL

Air bebas organik: air untuk pereaksi (reagent water) gol. I

2.

Gelas ukur 100 mL

Kalium kloroplatinat, K2PtCl6, pa

3.

Buret 10 mL, terkalibrasi

Kobalt klorida, CoCl2.6H2O, pa

4.

Labu ukur 50 mL, terkalibrasi

Natrium klorida, HCl, pa

5.

Labu Erlenmeyer 100 mL

Natrium hidroksida, NaOH, pa

6.

pH meter

 

7.

Penyaring dan alat penyaring

 

 

Sebelum dilakukan uji warna, analis harus mempersiapkan larutan standard, dengan melarutkan kalium kloroplatinat (K2PtCl6) dan kobalt klorida (CoCl2.6H2O) dalam aquades dan HCl pekat, yang merupakan skala 500 unit. Selain itu, sebelum dilakukan uji warna pada air minum, analis melakukan persiaan sampel uji dengan cara sampel air minum disaring dengan kertas saring untuk siap dianalisis.

Kemudian sampel yang telah disiapkan tadi dibandingkan warnanya dengan warna standar yang telah dibuatkan di dalam tabung Nessler dengan melihat vertical lurus tabung yang diberi alas warna putih.

Setelah pengamatan visual dilakukan, unit warna yang didapatkan dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini:

Keterangan:

A adalah perkiraan warna dari sampel yang diencerkan

B adalah volume sampel yang diencerkan, (mL).

Selanjutnya pelaporan hasil warna dalam setiap bilangan pembacaan dan catatan akan mengikuti Tabel 2 berikut:

Tabel 2. Pencatatan Hasil Warna

No.

Unit Warna

Hasil yang Dicatat

1.

1 – 50

1

2.

51 – 10

5

3.

101 – 250

10

4.

251 – 500

20

 

 

2. Uji Warna dengan Metode Spektrofotometri

Uji warna dengan metode spektrofotometri dilakukan dengan pengujian menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang antara 450 nm dan 465 nm, dengan larutan standar platina-cobalt mengikuti Hukum Beer.

Adapun alat dan pereaksi yang dibutuhkan dalam pengujian warna dengan metode spektrofotometri ditampilkan pada Tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3. Alat dan pereaksi yang Dibutuhkan dalam Pengujian Warna dengan Metode Spektrofotometri

No.

Peralatan

Pereaksi

1.

Spektrofotometer

Air bebas organik: air suling (reagent water) gol I.

2.

Penyaring dan alat saringan

Kalium kloroplatinat, K2PtCl6, pa

3.

 

Kobalt klorida, CoCl2.6H2O, pa

4.

 

Natrium klorida, HCl, pa

5.

 

Natrium hidroksida, NaOH, pa

 

Sebelum dilakukannya pengujian,  larutan standard dibuat seperti pada metode visual. Namun, larutan standar juga telah tersedia secara komersial dan cocok digunakan sebagai standar primer. Selain itu, jika warna sebenarnya (true color) yang akan diukur, persiapan sampel perlu dilakukan dengan cara sampel disaring sebelumnya seperti pada metode visual. Setelah itu, uji warna dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Analisis dengan menggunakan spektrofotometer mudah dilakukan yaitu dengan memilih program atau panjang gelombang 465 untuk pengujian warna pada pengaturan spektrofotometer yang digunakan, kemudian dilakukan pembacaan hasil analisis.  

Berdasarkan penjelasan metode uji warna yang telah dipaparkan diatas, uji menggunakan metode spektrofotometri lebih praktis dan lebih memudahkan analis karena hasil analisis diperoleh lebih cepat, alat dan metode yang mudah dioperasikan. selain itu, metode spektrofotometri juga bersifat lebih objektif dibandingkan metode visual sehingga tingkat akurasinya lebih tinggi dan terpercaya.

Spektrofotometer yang dapat digunakan dalam pengujian warna pada air minum adalah spektrofotometer portable atau colorimeter yang dapat digunakan di lapangan juga di laboratorium dan spektrofotometer benchtop yang dapat digunakan di laboratorium, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Spektrofotometer portable dan benchtop

Selain uji warna, spektrofotometer juga dapat digunakan dalam analisis parameter kimia, seperti uji alumunium, barium, boron, bromine, chlorine, fluoride, iron, nitrate, dan lain-lain. 

Previous Article

Uji Kadar Zat Tak Menguap Tentukan Kualitas Melamin sebagai Bahan Baku Cat

Thursday, 05 November 2020
VIEW DETAILS