Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Efektivitas Penggunaan Autoklaf dalam Sterilisasi Alat Medis

Efektivitas Penggunaan Autoklaf dalam Sterilisasi Alat Medis

Monday, 15 March 2021

Selain metode pemanasan kering, paramedis menyadari bahwa metode pemanasan basah dengan menggunakan uap tekanan tinggi juga efektif dalam sterilisasi alat medis. Metode ini dilakukan guna meminimalisir kontaminasi yang dapat terjadi jika menggunakan peralatan medis yang reuseable (dapat digunakan kembali), dan meminimalisir resiko kontaminasi pada media biakan.

Diketahui ada tiga kategori resiko potensi infeksi menurut Spaulding yang menjadi dasar dalam pencegahan infeksi yaitu:

  1. Kritikal Bahan dan praktikini berkaitan dengan jaringan steril atau sistem darah sehingga merupakan risiko infeksi tingkat tertinggi. Kegagalan manajemen sterilisasi dapat mengakibatkan infeksi yang serius dan fatal.
  2. Semikritikal Bahan dan praktik: ini merupakan terpenting kedua setelah kritikal yang berkaitan dengan mukosa dan area kecil di kulit yang lecet. Pengelola perlu mengetahui dan memiliki keterampilan dalam penanganan peralatan invasif, pemrosesan alat, Disinfeksi Tingkat Tinggi (DTT), pemakaian sarung tangan bagi petugas yang menyentuh mukosa atau kulit tidak utuh.
  3. Non-kritikal Pengelolaan peralatan/ bahan dan praktik: yang berhubungan dengan kulit utuh yang merupakan risiko terendah.

Adapun dekontaminasi peralatan perawatan medis dijelaskan secara ringkas dalam skema alur pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Alur dekontaminasi peralatan perawatan medis

Telah diketahui bahwa sterilisasi merupakan proses menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, virus, fungi dan parasit) termasuk endospora. Sterilisasi dengan menggunakan metode uap tekanan tinggi, dulunya secara konvensional dilakukan dengan menggunakan sterilisator uap non-elektrik yang membutuhkan bahan bakar minyak tanah atau lainnya sebagai sumber panas. Kemudian dalam perkembangannya, tersedia alat sterilisator uap tekanan tinggi elektrik yang sumber panasnya berasal dari energi listrik yang disebut dengan autoklaf (autoclave). Alat dan bahan yang dapat disterilisasi dengan menggunakan autoklaf yaitu alat-alat medis yang berbahan kaca, logam dan plastik tahan panas, dan bahan media tumbuh mikroorganisme. Selain itu, sterilisasi dengan menggunakan autoklaf juga diperuntukkan untuk sterilisasi limbah biologis medis sebelum akhirnya dibuang.

Dalam perkembangan teknologi hingga saat ini, autoklaf telah tersedia dalam dua jenis yaitu autoklaf manual dan autoklaf digital atau disebut juga dengan autoklaf otomatis (dapat dilihat pada Gambar 2).

Gambar 2. Autoklaf manual dan autoklaf digital/ otomatis

Penggunaan autoklaf dapat beresiko terhadap user (pengguna) seperti bahaya fisik yang disebabkan oleh suhu tinggi, uap, tekanan dan benda tajam; bahaya biologis seperti infeksi dari bahan yang disterilisasi. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah bahaya dari penggunaan autoklaf adalah sebagai berikut:

  1. Air untuk sterilisasi dengan menggunakan autoklaf harus menggunakan air suling (aquades) dan tidak boleh menggunakan air keran (tap water).
  2. Pastikan untuk mengisi aquades sebelum sterilisasi dilakukan. Jangan pernah melakukan sterilisasi tanpa mengisi aquades terlebih dahulu, hal ini dapat merusak elemen pemanas pada autoklaf.
  3. Peletakan autoklaf diharapkan jauh dari bahan mudah terbakar.
  4. Pastikan bahwa alat atau bahan yang disterilisasi diletakan tidak terlalu rapat di dalam autoklaf sehingga sirkulasi uap dapat optimal.
  5. Pastikan bahwa penutup autoklaf telah tertutup rapat dan terkunci dengan benar sebelum digunakan.
  6. Jangan mengeluarkan alat dan bahan yang disterilisasi sebelum suhu turun di bawah 80 ⁰C. dan tekanan mencapai 0 sebelum autoklaf dibuka.
  7. Penggunaan sarung tangan tahan panas dianjurkan jika ingin menyentuh autoklaf saat digunakan atau sebelum menjadi dingin. Selain itu, pengambilan alat tajam yang disterilisasi dengan menggunakan forceps dan jangan menggunakan tangan secara langsung.
  8. Selama siklus sterilisasi, penggunaan autoklaf untuk mensterilkan peralatan bersih (dan atau media biakan), tidak dilakukan secara bersamaan dengan dekontaminasi peralatan yang sudah digunakan (dan atau media biakan yang telah digunakan). Sebaiknya menggunakan autoklaf terpisah untuk kedua proses tersebut atau dilakukan secara bergantian pada autoklaf yang sama.

Menurut Permenkes No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, suhu dan tekanan uap untuk sterilisasi menggunakan autoklaf yang direkomendasikan yaitu pada 121°C dan tekanan harus berada pada 106 kPa selama 20 menit untuk alat yang disterilisasi tanpa dibungkus dan lama waktu 30 menit untuk alat yang disterilisasi tetapi dibungkus. Kemudian semua peralatan yang disterilisasi dibiarkan kering sebelum dikeluarkan. Namun, pengaturan tekanan kPa atau lbs/in² dapat berbeda tergantung pada jenis autoklaf yang digunakan.

Umumnya pada fasilitas pelayanan kesehatan sterilisasi merupakan suatu proses yang dilakukan setiap harinya (daily process), hal ini guna menjamin keamanan dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, dalam menjamin keamanan dan kualitas pelayanan medis, perlu diperhatikannya kinerja autoklaf yang digunakan sebagai alat sterilisasi yang digunakan, dan secara rutin menguji siklus sterilisasi. Pengujian efektivitas sterilisasi autoklaf memerlukan penggunaan indikator biologis. Biasanya tersedia dalam kit uji secara komersial yang mengandung spora bakteri. Hal ini dapat dilakukan secara berkala mengikuti atau sesuai anjuran Standard Operational Procedure (SOP) dari setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, perawatan dan kalibrasi autoklaf juga perlu diperhatikan dan dilakukan secara berkala.

 

Referensi:

Kementerian Kesehatan. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

https://www.allamericancanner.com/Autoclave-Sterilizer.htm      

http://www.hirayama-hmc.co.jp/english/hv2series-med.html

Previous Article

Uji Abu Sulfat (Residu Pembakaran) pada Bahan Baku Obat

Monday, 08 March 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Penentuan Angka Bromin pada produk Minyak Bumi (Petroleum Products)

Thursday, 25 March 2021
VIEW DETAILS