Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
KONDISI STERIL DALAM UJI MIKROBIOLOGI KOSMETIK

KONDISI STERIL DALAM UJI MIKROBIOLOGI KOSMETIK

Friday, 08 April 2016

Tentang Kosmetik

Kosmetik  menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar yang berfungsi untuk membersihkan, mewangikan, dan mengubah penampilan atau memperbaiki kondisi tubuh sehingga menjadi baik.[1] Pada saat sekarang ini kosmetik menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat yang pasti akan dicari dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
Kosmetik pada dasarnya merupakan bahan yang mengandung zat aktif tertentu yang bisa berasal dari bahan alam maupun bahan kimia. Selain zat aktif terdapat pula zat pewarna, pewangi, dan atau minyak dan air bila kosmetik dalam bentuk cair ataupun krim. Kosmetik yang sudah dikenal luas adalah dalam bentuk cair, powder, krim dan gel. 
Penggunaan kosmetik diperuntukkan sebagai pemenuh kebutuhan mahluk hidup terutama manusia, maka kualitasnya harus terjaga sangat baik. Kosmetik yang baik adalah kosmetik yang telah teruji secara kimia aman digunakan tanpa menimbulkan efek negatif. Analisa kimia kosmetik meliputi analisa bahan aktif, analisa logam, analisa mikrobiologi dan analisa penunjang lainnya.[2]

Uji Mikrobiologi

Analisa mikrobiologi dalam kosmetik adalah analisa yang harus dilakukan, terlebih bila salah satu komposisi kosmetik berasal dari bahan alam. Kosmetik bahan alam sangat mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Analisa mikrobiologi standard yang sering dilakukan dalam industri kosmetik meliputi uji batas mikroba, uji angka lempeng total, uji efektifitas pengawet dan uji sterilitas[1]. Pengujian mikrobiologi biasanya menggunakan media biakan untuk identifikasi strain ataupun pengujian present/absent mikroba.

Semua pengujian mikrobiologi selalu dilakukan dalam kondisi steril dan menggunakan peralatan dan media yang telah disterilkan. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kontaminan dari mikroba yang tidak diinginkan muncul dalam pengujian selain itu juga melindungi operator dari kemungkinan terjangkit penyakit dari mikroorganisme.

Kondisi Steril dalam Uji Mikrobiologi Kosmetik

Kondisi steril dalam mikrobiologi adalah bebas mikroba. Kondisi ini dapat diciptakan dengan melakukan sterilisasi pada lingkungan, peralatan dan media pertumbuhan dengan cara menghilangkan/membunuh semua sel hidup seperti virus, bakteri, spora dan prion[3]. Beberapa jenis sterilisasi meliputi sterilisasi panas, sterilisasi dengan bahan kimia (alkohol, klorin, ozon) dan sterilisasi fisik (filtrasi dan radiasi UV). Semua metode sterilisasi dapat digunakan tapi bergantung pada bahan yang akan disterilkan. Metode sterilisasi dengan bahan kimia seperti alkohol biasa digunakan dalam proses inokulasi. Sedangkan metode sterilisasi panas digunakan untuk mensterilkan peralatan, media dan larutan pereaksi.
Sterilisasi panas menggunakan instrument yang sering disebut autoklaf dan sterilizer. Sterilisasi panas dapat dibedakan menjadi 2 tipe pemanasan yaitu sterilisasi panas basah (autoklaf) dan sterilisasi panas kering (sterilizer).

Instrument yang digunakan memiliki chamber yang besar yang berfungsi sebagai tempat sampel. (Gambar 1). Instrument ini menggunakan air yang bertemperatur tinggi dan lingkungan bertekanan. Uap panas yang dihasilkan dari pendidihan air akan memenuhi lingkungan sehingga mengkondisikan sistem menjadi panas. Standar sterilisasi autoklaf dilakukan pada temperatur 121- 134oC dengan waktu yang bervariasi. Mikroba akan mati pada temperatur tersebut. 

 

 

Autoklaf yang digunakan untuk industri kosmetik (farmasi) memiliki kemampuan dengan pengaturan temperatur 121oC dan pengaturan sistem tekanan. Autoklaf Hirayama dapat digunakan sebagai instrument sterilisasi yang sesuai digunakan dalam industri kosmetik. Autoklaf ini memili beberapa fitur tambahan yaitu pengering dan vakuum.

Gambar 2. Autoklaf HV (Hirayama)

 

 

daftar pustaka :

[1] Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. HK.03.1.23.08.11.07331 Tahun 2011 Tentang Metode Analisis Kosmetika

[2] Sultana, et al. 2007. Sterilization Method and Principles. Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology. New Delhi

[3]Nikhilesh, Bhana.et al. 2013. A Review : Steam Sterilization a Method of Sterilization. Journal of Biological & Scientific Opinion. Vol.1(2)

Previous Article

Pengaruh Ukuran Partikel Pada Kosmetik (Teknologi Nanopartikel)

Thursday, 31 March 2016
VIEW DETAILS

Next Article

Analisa Lemak Pada Produk Pangan

Monday, 02 May 2016
VIEW DETAILS