Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
MENGHITUNG KOLONI DENGAN COLONY COUNTER

MENGHITUNG KOLONI DENGAN COLONY COUNTER

Wednesday, 06 May 2020

AIR
Air merupakan bahan esensial bagi kehidupan organisme. Oleh karena itu, air selalu penuh dengan benda-benda hidup. Manfaat air di dalam tubuh manusia antara lain untuk melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh, mempertahankan suhu tubuh dengan cara penguapan keringat, untuk transportasi zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam bentuk larutan dengan pelarut air.
Sumber air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari secara umum harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas.

Air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan fisik seperti berikut : 
1.Jernih atau tidak keruh (kekeruhan) 
2.Tidak berwarna (warna) 
3.Rasa 
4.Tidak berbau 
5.Temperatur normal (suhu)

Kualitas air juga tergolong baik bila memenuhi persyaratan kimia berikut ini :
1. pH netral 
2. Tidak mengandung bahan kimia beracun
3. Tidak mengandung ion-ion logam
4. Kesadahan rendah 
5. Tidak mengandung bahan organik 

Selain persyaratan fisik dan kimia, kualitas air bersih juga harus memiliki persyaratan mikrobiologis.
Pada umumnya uji mikrobiologis yang harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut :
1. Tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan coli, Shigella
dysenteriae, Salmonella typhi, Salmonella parathypi, Vibrio colerae. Bakteribakteri ini mudah tersebar melalui air (transmitted by water).
2. Tidak mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes, Ciadocera,
Fecal streptococci, Iron. 

Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990, air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak .  Air bersih diperoleh dari sumber mata air yaitu air tanah, sumur, air tanah dangkal, sumur artetis atau air tanah dalam. 

Kualitas air bersih apabila ditinjau berdasarkan kandungan bakterinya menurutSK. Dirjen PPM dan PLP No. 1/PO.03.04.PA.91 dan SK JUKLAK PKA Tahun 2000/2001, dapat dibedakan ke dalam lima kategori sebagai berikut:
1. Air bersih kelas A ketegori baik mengandung total Coliform kurang dari 50 bakteri.
2. Air bersih kelas B kategori kurang baik mengandung Coliform 51-100 bakteri.
3. Air bersih kelas C kategori jelek mengandung Coliform 101-1000 bakteri.
4. Air bersih kelas D kategori amat jelek mengandung Coliform 1001-2400 bakteri.
5. Air bersih kelas E kategori sangat amat jelek mengandung Coliform lebih 2400 bakteri (Effendi, 2003). 

Salah satu sumber air yang sering dimanfaatkan oleh manusia adalah air sumur atau air sumur bor. Biasanya air sumur atau air sumur bor yang digunakan memiliki lokasi yang berdekatan dengan sumber pencemaran seperti tempat pembuangan feses dan tempat pembuangan sampah sehingga ada kemungkinan
air sumur atau air sumur bor tercemar oleh bakteri. 
Jenis bakteri yang biasanya terdapat di air sumur atau air sumur bor adalah bakteri Escherichia coli. 

Bakteri Coliform dan Escherichia coli
Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.
Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariot dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat di bidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana dan tidak memiliki nukleus/inti sel.
Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot
yang lebih kompleks.

1. Bakteri Coliform
Coliform merupakan suatu kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air, makanan, danproduk-produk susu. Kelompok bakteri Coliform dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang, gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35 ⁰C. 
Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri Coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, demam, kram perut, dan muntah-muntah 

 
2. Bakteri Escherichia coli
Escherichia coli adalah kuman oportunis yang banyak ditemukan di dalam usus besar manusia sebagai flora normal. Bakteri ini bersifat unik karena dapat menyebabkan infeksi primer pada usus, misalnya diare pada anak, seperti juga kemampuannya menimbulkan infeksi pada jaringan tubuh lain di luar usus. 

Bakteri Gram Negatif
Coliform dan Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif. Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan mikroskop. Disisi lain, bakteri gram positif akan berwarna ungu (Madigan et al., 2006). Perbedaan keduanya didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel yang berbeda dan dapat dinyatakan oleh prosedur pewarnaan gram 

Metode Perhitungan Jumlah Bakteri
Ada beberapa macam cara untuk menghitung jumlah sel bakteri, antara lain dengan lempeng total cawan (plate count), hitungan mikroskopik langsung (direct microscopic count) atau MPN (Most Probable Number) (Fardiaz, 2000). Penetapan jumlah bakteri dapat dilakukan dengan menghitung jumlah sel bakteri yang mampu membentuk koloni di dalam media biakan atau membentuk suspensi dalam larutan biak (Schlegel dan Schmidt, 2000).
Metode lempeng total cawan (plate count) adalah metode yang paling umum digunakan untuk menentukan jumlah mikroba yang masih hidup berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh. Teknik ini di awali dengan pengenceran sampel dengan kelipatan 1: 10. Masing-masing suspensi pengenceran ditanam dengan metode cawan tuang (pour plate) atau cawan sebar (spread plate). Bakteri akan bereproduksi pada medium agar dan membentuk koloni setelah diinkubasi selama  18-24 jam. Metode ini dibantu dengan menggunakan alat, yaitu colony counter

Colony counter adalah alat untuk menghitung jumlah koloni bakteri atau mikroorganisme dalam cawan petri yang biasanya dilengkapi dengan pencatat elektronik. Bakteri yang akan dihitung adalah bakteri yang masih hidup, dengan melakukan pengeceran dari medium bakteri misalnya sampai 3 kali dalam tabung reaksi. Kemudian bakteri ditanam dan diinkubasi, setelah itu dihitung koloni yang tumbuh 
Perhitungan jumlah koloni bakteri dipermudah dengan adanya counter electronic.
Dengan adanya counter tersebut peneliti tinggal menandai koloni bakteri yang dihitung dengan menggunakan pen yang terhubung dengan counter. Setiap koloni yang ditandai maka counter akan menghitung

Menghitung koloni dengan mata tanpa bantuan adalah tugas yang lamban, membosankan, dan merusak pandangan. Penghitung koloni IUL memudahkan dan mempercepat proses ini dengan penggunaan lampu LED dan luv yang berkualitas tinggi. User dapat menandai koloni yang terdeteksi dengan penanda khusus, sedangkan tampilan digital akan meningkatkan jumlah total. Pointer yang bisa langsung menghubungi koloni juga tersedia.

Jenis colony counter ada yang otomatis dan semi otomatis, untuk yang otomatis adalah penghitungan jumlah sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem komputerisasi. Sedangkan yang semi otomatis adalah perhitungan dengan cara menyentuh bakteri yang tumbuh kemudian alat akan menghitung secara otomatis.

Fungsi Colony Counter serta cara penggunaannya. Alat ini berguna untuk mempermudah penghitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu, alat tersebut dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni yang sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung secara otomatis yang dapat di-reset.

Prinsip Kerja Colony Counter
Prinsip kerjanya adalah menghitung mikroba secara otomatis dengan  bantuan  puCara Penggunaan Colony Counter
Nyalakan Saklar general
Atur knop sensifitas, dan saklar bunyi beep
Pilih “MODE (M)” kemudian sesuaikan kecerahan lampu atau warna dasar yang sesuai dengan cara memilih panah atas atau bawah. 
Jika ingin menambah kecerahan pada saat display huruf “L”/ light dan didepannya nilai kecerahannya dengan memencet panah atas ataupun sebaliknya.
Jika ingin merubah warna dasar maka pada saat display “C” / colour dan maka pilih panah atas atau bawah. Ada banyak sekali pilihan warna dasar yang disediakan alat ini. Misal seperti gambar dibawah ini:
Letakkan cawan petridish pada permukaan yang ada garis kotak, kemudian hitung koloni bakteri dengan cara menekan dan menandai bakteri yang tumbuh dengan menggunakan spidol. 
Untuk memulai penghitungan lagi maka tekan tombol “R” / Reset sehingga display akan terlihat angka 000.lpen/tombol hitung.

PT. SUMBER ANEKA KARYA ABADI, menawarkan Alat penghitung koloni yang berbiaya murah tapi berkualitas tinggi. Produk brand FUNKE GERBER dari Negara Jerman. 

COLONY COUNTER Type COLONY STAR #8500

 

Previous Article

Kekeruhan (Turbiditas) dalam Air Minum

Monday, 04 May 2020
VIEW DETAILS

Next Article

Analisis Coliform pada Air Limbah

Monday, 11 May 2020
VIEW DETAILS