Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Mineral Dalam Bahan Pangan

Mineral Dalam Bahan Pangan

Wednesday, 02 May 2018

Mineral Dalam Bahan Pangan

Mineral memiliki peranan yang sangat penting di dalam tubuh manusia karena berperan untuk membantu pembentukan tulang dan darah, mendukung sistem endokrin serta menjaga fungsi syaraf. Mineral adalah zat gizi yang diperlukan manusia untuk mendukung proses tumbuh dan berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit atau kecil yang memiliki komposisi unsur murni serta garam sederhana yang sangat kompleks dengan beberapa jenis bentuk.

Berdasarkan kegunaannya dalam aktifitas hidup, mineral dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu golongan yang essensial dan golongan yang tidak essensial. Berdasarkan jumlahnya, mineral dibagi atas mineral makro (mineral utama) dan mineral mikro (trace mineral).

 

Gambar 1. Contoh makanan yang mengandung mineral

Mineral Utama (Makromineral)

Sodium

Dibutuhkan untuk keseimbangan cairan, sambungan atau sambungan atau transmisi saraf, dan kontraksi otot. Sumber mineral sodium terbesar ada dalam garam meja, kecap, serta makanan olahan, dan jumlah kecil terdapat pada susu, roti, sayuran, dan daging yang belum diolah.

 

Chloride

Dibutuhkan untuk keseimbangan cairan, dan asam lambung yang tepat. Jumlah terbesar ada dalam garam meja, kecap, dan  makanan olahan. Susu, daging, roti, dan sayuran mengandung Chloride dalam jumlah kecil.

 

Kalium

Kalium diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan, sambungan transmisi saraf, dan kontraksi otot. Makanan yang mengandung kalium diantaranya adalah daging, susu, buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

 

Kalsium

Kalsium sangat penting diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi, membantu otot-otot untuk santai dan kontraksi, penting untuk fungsi saraf, pembekuan darah, pengaturan tekanan darah, dan kesehatan sistem kekebalan tubuh. Susu dan produk susu, ikan kaleng dengan tulang (salmon atau sarden),  tahu dan susu kedelai fortifikasi, sayuran hijau seperti brokoli, sawi, dan kacang-kacangan mengandung kalsium.

 

Fosfor

Mineral ini penting untuk kesehatan tulang dan gigi, juga banyak ditemukan di setiap sel, dan bagian-bagian dari sistem tubuh yang mempertahankan keseimbangan asam basa. Makanan mengandung fosfor adalah daging, ikan, unggas, telur, susu, makanan olahan.

 

Magnesium

Magnesium dibutuhkan tubuh untuk membuat protein, kontraksi otot, sambungan transmisi saraf, kesehatan sistem kekebalan tubuh. Kacang-kacangan dan biji-bijian, sayuran berdaun hijau, seafood, cokelat dan air minum mengandung magnesium.

 

Sulfur

Mineral jenis ini ditemukan dalam molekul protein, dan terjadi dalam makanan sebagai bagian dari protein – yaitu dari daging, unggas, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.

 

Trace Mineral (Mikromineral)

Tubuh membutuhkan jenis mineral ini dalam jumlah yang sangat kecil.

Zat besi

Zat besi adalah bagian dari molekul (yang disebut hemoglobin, yang ditemukan dalam sel-sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dalam tubuh yang dibutuhkan untuk metabolisme energi. Makanan mengandung zat besi adalah jerohan, daging merah, ikan, unggas; kerang, kuning telur, kacang-kacangan; buah-buahan kering, sayuran berwarna hijau tua, serta roti dan sereal yang diperkaya zat besi.

 

Seng

Seng atau zinc merupakan bagian dari banyak enzim, dan diperlukan untuk membuat protein dan materi genetik. Ia juga memiliki fungsi dalam persepsi rasa, penyembuhan luka, perkembangan janin yang normal, serta kesehatan sistem kekebalan tubuh. Daging, ikan, unggas, biji-bijian beragi, dan sayuran adalah makanan yang mengandung seng.

 

Yodium

Ditemukan dalam hormon tiroid, yang berguna untuk membantu mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme tubuh. Makanan yang mengandung yodium seperti seafood, makanan yang tumbuh  pada tanah yang banyak mengandung yodium, garam beryodium, roti, dan produk susu.

 

Selenium

Selenium adalah zat Antioksidan, terdapat dalam daging, makanan laut, dan biji-bijian Tembaga Merupakan bagian dari banyak enzim, yang dibutuhkan untuk metabolisme zat besi. Kacang-kacangan, biji-bijian, dan air minum mengandung mineral ini.

 

Mangan

Merupakan bagian dari banyak enzim. Terdapat dalam semua jenis makanan, terutama makanan dari bahan nabati.

 

Fluoride

Berperan dalam pembentukan tulang dan gigi, danmembantu mencegah kerusakan gigi. Air (baik fluoride atau mengandung yang mengandung fluoride alami), ikan, dan sebagian besar jenis teh.

 

Khrom

Bekerja bersama dengan insulin untuk mengatur tingkat gula darah (glukosa). Makanan yang tidak dimurnikan, terutama hati, ragi, biji-bijian, kacang-kacangan, keju mengandung khrom.

Molibdenum

Merupakan bagian dari beberapa enzim. Kacang-kacangan; roti dan biji-bijian, sayuran hijau, susu dan hati mengandung jenis mineral ini. Jejak mineral lain yang dikenal dan juga sangat penting dalam jumlah kecil termasuk nikel, silikon, vanadium, dan kobalt.

mineral

Bahan pangan yang terdapat di alam mengandung mineral yang  berupa abu. Penentuan kadar mineral dalam bentuk asli sulit dilakukan, oleh karena itu biasanya dilakukan dengan menentukan sisa-sisa pembakaran garam mineral tersebut, yang dikenal dengan pengabuan (Sediaoetomo 2000). Pengabuan adalah tahapan utama dalam proses analisis kadar abu suatu bahan. Pada analisis kadar abu dan serat seringkali digunakan jenis pengabuan dalam tanur. Prinsip  pengabuan cara langsung yaitu semua zat organik dioksidasi pada suhu tinggi, yaitu sekitar 500-600 C, kemudian zat yang tertinggal setelah proses pembakaran ditimbang. Metode yang dapat digunakan untuk mengukur dan menetapkan kadar abu suatu bahan pangan adalah metode AOAC. Standard Nasional Indonesia (SNI) menggunakan metode tanur (furnace) untuk analisis kadar abu.

L5/11/B410 adalah produk dari Nabertherm yang tepat untuk analisis kadar mineral dalam bahan pangan di laboratorium. Dengan suhu maksimal ini sangat cocok untuk analisis yang memerlukan suhu yang tinggi.

L5/11/B410

 

 

Spesifikasi L5/11/B410

Temp. Max

1100oC

Volume

5 Liter

Inner Dimension

200x170x130 (WxDxH) mm

Outer Dimension

385x390x460(WxDxH) mm

Electrical Connection

2,4 kW, 230 V, 1 phase

Weight

30 kg

 


Daftar pustaka:

(https://www.seruni.id/fungsi-mineral/).

https://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/jenis-mineral-dalam-makanan.html

https://amaliana2015.wordpress.com/2015/07/28/laporan-praktikum-kadar-abu/

https://www.nabertherm.com/

 

 

 

Previous Article

EBRO TERMOMETER DIGITAL

Wednesday, 25 April 2018
VIEW DETAILS

Next Article

Pentingnya Uji pH pada Produk Olahan Susu (Dairy Product)

Monday, 07 May 2018
VIEW DETAILS