Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Parameter Kualitas Limbah Cair Rumah Sakit

Parameter Kualitas Limbah Cair Rumah Sakit

Tuesday, 20 October 2020

Kegiatan rumah sakit mempunyai potensi menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan hidup. Seperti halnya limbah lain, limbah rumah sakit mengandung bahan organik. Salah satu parameter untuk menentukan nilai kandungan bahan organik adalah Kebutuhan Oksigen Kimia atau Chemical Oxygen Demand (COD). Kadar COD yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kandungan oksigen terlarut di perairan, yang dapat mengakibatkan kematian organisme akuatik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair yang dibuang ke lingkungan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008.

 

Limbah Rumah Sakit

Menurut Depkes (2006), Limbah Cair Rumah Sakit adalah semua air buangan yang berasal dari kegiatan rumah sakit, yang kemungkinan mengandung mikroorganisme pathogen, bahan beracun, dan radio aktif serta darah yang berbahaya bagi kesehatan. Limbah cair rumah sakit dapat mengandung bahan organik dan anorganik yang umumnya diukur dengan parameter BOD, COD dan TSS. Limbah tersebut dapat menyebarkan infeksi penyakit yang dapat tersebar pada lingkungan rumah sakit, dimana hal tersebut dapat terjadi jika teknik pelayanan kesehatan dan pemeliharaan sanitasi maupun penanganan bahan-bahan  dan peralatan terkontaminasi pada rumah sakit masih kurang baik.

Sumber air limbah bervariasi sesuai dengan tipe rumah sakit. Adapun sumber air limbah rumah sakit pada umumnya berasal dari dapur, pencucian linen, ruang perawatan, ruang poliklinik, laboratorium, WC dan kamar mandi, kamar mayat, dan unit lain.

Seperti pada air limbah pada umumnya, pada limbah cair rumah sakit terdapat beberapa parameter yang umum digunakan sebagai indikator kualitas air limbah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Indikator kualitas air limbah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008

No. Indikator Standar
1. BOD < 30 ppm
2. COD < 80 ppm
3. TSS < 30 ppm
4. pH 6 - 9

 

  • Biological Oxygen Demand (BOD)

BOD merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dengan BOD5 hari pada suhu 20 °C dalam mg/liter atau ppm. Pemeriksaan BOD5 diperlukan untuk menentukan beban pencemaran terhadap air buangan domestik atau industri juga untuk mendesain sistem pengolahan limbah biologis bagi air tercemar. Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah, jika suatu badan air tercemar oleh zat organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada biota air dan keadaan pada badan air dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan timbulnya bau busuk.

 

  • Chemical Oxygen Demand (COD)

COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air

 

  • Total Suspended Solid (TSS)

Zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena disamping dapat menyebabkan pendangkalan juga dapat menghalangi sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesa mikroorganisme tidak dapat berlangsung.

 

  • pH

pH dapat mempengaruhi kehidupan biologi dalam air. Bila terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mematikan kehidupan mikroorganisme. pH normal untuk kehidupan air adalah 6–9.

 

Lalu alat apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur parameter-parameter tersebut?

  • BOD

Berdasarkan American Public Health Association (APHA) metode 5210, uji BOD dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu titrasi, metode dilusi dan metode respirometrik. Metode titrasi yang dilakukan adalah secara Iodometri, sedangkan metode dilusi dilakukan dengan menggunakan DO-meter. Pada metode respirometrik, alat yang digunakan untuk Uji BOD adalah alat BOD respirometrik dan inkubator BOD.

Dalam melakukan analisa COD sesuai dengan SNI 6989.73:2019 Air dan air limbah – Bagian 2: Cara uji Kebutuhan. Oksigen Kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup dapat digunakan reaktor dan dilanjutkan dengan pengukuran menggunakan  spektrofotometer atau colorimeter.

  • TSS

Berdasarkan SNI 06-6989.3-2004, pengujian Total Suspended Solid dapat dilakukan secara gravimetri dengan menggunakan oven, timbangan, desikator dan vacuum pump. Namun, metode ini membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya sehingga kurang efisien jika digunakan untuk sampel yang sangat banyak. ALternatif di dunia modern saat ini, terdapat cara praktis untuk memonitoring nilai Total suspended solid (TSS) yaitu menggunakan Alat TSS Portable.

  • pH

Limbah cair memiliki karakterisitik yang beragam seperti mengandung senyawa organik, sulfida dan logam berat, maka diperlukan elektroda yang memiliki performance tinggi di segala macam sampel. Sedangkan untuk meter pengukur pH dapat digunakan pH meter protable.

 

 

Referensi:

 

http://manajemenrumahsakit.net/2020/02/pengelolaan-limbah-rumah-sakit-berdasarkan-kepmenkes-ri-nomor-1204menkesskx2004/

http://manajemenrumahsakit.net/wp-content/uploads/2012/08/PMK-No-129-tahun-2008-tengan-SPM-RS-lengkap.pdf

http://www.saka.co.id/news-detail/uji-bod---praktis-dan-mudah

http://www.indonesian-publichealth.com/pengertian-bod-cod-tss-pada-air-limbah/

http://www.saka.co.id/news-detail/cara-praktis-uji-total-suspended-solid-pada-air-limbah-industri-tekstil

 

Previous Article

Produk Kesehatan dan Kecantikan : Uji Stabilitas Produk

Thursday, 15 October 2020
VIEW DETAILS

Next Article

Penentuan Kadar Air pada Crude Oil dan Petroleum Product

Monday, 26 October 2020
VIEW DETAILS