Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
PENCEMARAN LOGAM BERAT DI AIR

PENCEMARAN LOGAM BERAT DI AIR

Tuesday, 17 April 2018

Indikator  yang digunakan untuk mendeteksi pencemaran air adalah cemaran logam berat. Pencemaran oleh logam berat merupakan masalah besar di lingkungan, terutama di kota dengan tingkat pertumbuhan menengah di negara-negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh tidak terkontrolnya tingkat polusi yang disebabkan oleh pertumbuhan industri dan penggunaan peningkatan dalam penggunaan bahan bakar minyak. Selain itu, kontaminasi logam berat juga dapat disebabkan oleh emisi proses industri, transportasi, aktivitas pertanian dan aktivitas domestik.

Logam berat merupakan komponen alami tanah. Elemen ini tidak dapat didegradasi maupun dihancurkan. Logam berat merupakan bahan pencemar yang berbahaya karena bersifat toksik jika terdapat dalam jumlah besar dan mempengaruhi berbagai aspek dalam perairan, baik secara biologis maupun ekologis. Peningkatan kadar logam berat pada air laut akan mengakibatkan logam berat yang semula dibutuhkan untuk proses metabolisme berubah menjadi racun bagi organisme laut. Selain bersifat racun, logam berat di perairan dapat terakumulasi dalam sedimen yang pada gilirannya juga dapat terakumulasi dalam organisme.

Di antara banyak logam berat, raksa, timbal, kadmium dan arsenik adalah contoh logam yang paling berpengaruh terhadap lingkungan. Walaupun keberadaan logam-logam ini ditemui di semua kompartemen lingkungan, namun implikasi lingkungannya di polutan air karena bagian kontaminan sangat signifikan berada dalam tanah yang akhirnya akan dilepaskan ke kumpulan air.

Definisi dan Penggolongan Logam Berat

Logam berat adalah logam-logam toksik yang mempunyai densitas 5 gr/cm3 atau lima kali lebih besar daripada densitas air. Logam berat masih termasuk dalam golongan dengan kriteria yang sama dengan logam-logam lain. Terdapat 80 jenis logam berat dari 109 unsur kimia yang ada di bumi. Logam-logam ini dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Logam berat essensial; yakni logam dalam jumlah tertentu yang sangat dibutuhkan oleh organisme. Dalam jumlah berlebihan, logam tersebut dapat menimbulkan efek toksik atau beracun. Contohnya adalah seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), kobalt (Co), mangan (Mn) dan sebagainya.

  2. Logam berat tidak essensial; yakni logam yang keberadaaanya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya, bahkan bersifat toksik. Contohnya adalah timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), krom (Cr), arsen (As) dan lain-lain. Logam berat dapat menimbulkan efek gangguan kesehatan pada manusia, tergantung pada bagian mana logam berat tersebut yang terikat pada tubuh serta besarnya dosis paparan. Efek toksik dari logam berat mampu menghalangi kerja enzim sehingga mengganggu metabolisme tubuh, menyebabkan alergi, bersifat mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia maupun hewan.

Di bawah ini adalah table kriteria mutu air berdasarkan kelas parameter fisika dan kimia yang dibagi dalam beberapa kelas. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang memper-syaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Tabel 1. Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas Parameter Fisika dan Kimia

Parameter

Satuan

Kelas

I

II

III

IV

Fisika

Temperatur

oC

Deviasi 3

Deviasi 3

Deviasi 3

Deviasi 5

Padatan Terlarut

mg/L

1000

1000

1000

1000

Padatan Tersuspensi

mg/L

50

50

400

400

Kimia

pH

-

6-9

6-9

6-9

5-9

BOD

mg/L

2

3

6

12

COD

mg/L

10

25

50

100

NO3-N

mg/L

10

10

20

20

NO2-N

mg/L

0.06

0.06

0.06

-

Besi (Fe)

mg/L

0,3

-

-

-

Mangan (Mn)

mg/L

0,1

-

-

-

Tembaga (Cu)

mg/L

0,02

0,02

0,02

0,2

Krom (VI)

mg/L

0,05

0,05

0,05

1

Timbal (Pb)

mg/L

0,03

0,03

0,03

1

*Keterangan: tanda (-) tidak dipersyaratkan

Sumber: PP no. 82 tahun 2001

Metode yang dapat digunakan untuk mengukur kadar logam berat adalah dengan menggunakan spektrofotometri Ultra Violet -Visible (UV-Vis). Penggunaan metode spektrofotometri UV-Vis ini digunakan untuk penelitian, validasi maupun verifikasi. Dalam metode spektrofotometri UV-Vis, logam dijadikan kompleksnya terlebih dahulu sebelum diukur agar dapat diukur dalam daerah panjang gelombang sinar UV-Vis.

Gambar 1.DR6000 spektrofotometer UV-Vis

HACH DR6000 adalah spektrofotometer UV-Vis yang memiliki daerah panjang gelombang 190-1100nm yang dapat digunakan untuk pengujian logam berat. DR 6000 memiliki akurasi panjang gelombang ± 1 nm. Dengan display yang besar dan ditambah dengan display color touch screen, memudahkan pengguna dalam mengoperasikannya. Pengguna dapat memasukan program sendiri dengan jumlah 200 user program. Pengguna juga dapat mengirimkan data yang telah diukur dengan langsung menggunakan USB pada DR6000 karena terdapat USB port pada bagian depan dan belakang alat. Berbagai kemudahan ditawarkan oleh DR6000 spektrofotometer UV-Vis ini.

 

Daftar pustaka
https://www.google.co.id/searchq=ekosistem&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiC06291LXaAhWHLI8KHQ5CD3MQ_AUICigB&biw=1280&bih=624#imgrc=Owx6FTqrU2Up1M:
https://www.hach.com/dr6000-uv-vis-spectrophotometer-without-rfid/product-details?id=11728860054
PP no. 82 tahun 2001

 

Previous Article

HIRSCHMANN Labopette

Thursday, 01 March 2018
VIEW DETAILS

Next Article

UJI STABILITAS PADA MAKANAN DAN MINUMAN KEMASAN

Wednesday, 18 April 2018
VIEW DETAILS