Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Penentuan Angka Bromin pada produk Minyak Bumi (Petroleum Products)

Penentuan Angka Bromin pada produk Minyak Bumi (Petroleum Products)

Thursday, 25 March 2021

Telah dijelaskan pada artikel – artikel sebelumnya bahwa nilai bilangan asam maupun bilangan basa serta kadar air adalah parameter penentu kualitas produk minyak bumi (petroleum products) yang dapat ditentukan nilainya dengan menggunakan alat titrator otomatis (automatic titrator). Namun adakah parameter lain yang dapat diuji dengan menggunakan alat automatic titrator? Berdasarkan American Society for Testing and Materials (ASTM) nomor D1159, parameter yang dapat diuji menggunakan automatic titrator adalah angka bromin (bromine number). Idealnya, angka bromin angka bromin ditulis dalam gram yang bereaksi dengan 100 gram produk yang mana bereaksinya bromin ini mengindikasikan adanya senyawa alifatik tak jenuh (unsaturated aliphatic) pada produk minyak bumi yang diuji. Selain itu, reaksi bromin yang berlebih juga mengindikasikan ketidakmurnian sampel.

Dalam prosesnya, minyak bumi mentah (crude oil) diolah melalui proses destilasi bertingkat sehingga menghasilkan fraksi – fraksinya. Beberapa hasil fraksi hasil destilasi minyak bumi adalah golongan bahan bakar bensin seperti bahan bakar bensin yang mengandung maupun tidak mengandung timbal, dan beroksigen bahan bakar bensin beroksigen, kerosina dan destilat dalam kisaran minyak gas yang termasuk dalam batasan dimana batasan yang dimaksud adalah angka bromin. Hal ini juga berlaku pada produk minyak bumi  (petroleum products) jenis lainnya seperti olefin komersial yang terbuat dar campuran mono-olefin, komersial propilena bentuk trimer dan tetramer, dimer butena, dan campuran nonena, oktena, heptena serta produk lainnya. Nilai angka bromin dari beberapa produk minyak bumi ditunjukkan pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Nilai Angka Bromin Produk Minyak Bumi secara Teori dan Eksperimen

Produk

Kemurnian berdasarkan API

Angka Bromin

Secara teori

Secara Eksperimen

1- Pentena

99.7

228

208

1- Heksena

99.8

189

181

1 – Oktena

99.7

142.4

132

Trans-4-Oktena

99.84

142.4

 149

1- HeksaDekena

99.84

71.2

64.8

2-Methyl-1-butene

99.90

228.0

231.8

2-Ethyl-1-butene 

99.90 

189.9 

198.8

 

Uji Angka Bromin dengan Titrasi Potensiometri

 

Titrasi potensiometri (potentiometric titration) merupakan metode yang didasarkan pada pengukuran nilai beda potensial yang dihasilkan dari reaksi titrasi yang dilakukan. Berdasarkan ASTM D1159, titrasi ini dilakukan dengan menitar sampel yang telah diberi perlakuan pada suhu 0o – 5oC dengan larutan standar bromida – bromat (bromide-bromate standard solution). Titik akhir titrasi ditandai dengan adanya lonjakan potensial secara tiba – tiba akibat adanya bromin bebas (free bromine) pada vessel sampel. lonjakan potensial ini terjadi karena adanya reaksi adisi yang terjadi pada ikatan rangkap dan adanya bromin bebas pada larutan sampel mengindikasikan bahwa semua ikatan rangkap pada sampel telah habis bereaksi dengan larutan standar bromida-bromat. Reaksi ini dapat dituliskan sebagai :

Kondisi sampel yang disesuaikan pada suhu 0– 5oC bertujuan untuk menjaga agar tidak terjadinya reaksi sekunder sehingga uji dapat berlangsung dengan optimal. Pengkondisian ini dapat dilakukan dengan menggunakan thermostatic bath dengan kontrol suhu. Dalam parktiknya, sampel harus dilarutkan terlebih dahulu dalam diklorometana. Dalam hal ini, alat yang direkomendasikan dalam ASTM D1159 untuk melakukan uji angka bromin adalah alat titrator otomatis (automatic titrator).

 

Pemilihan Alat Automatic Titrator

 

Standar ASTM D1159 tidak hanya merekomendasikan uji angka bromin dengan metode titrasi potensiometri, tetapi juga merekomendasikan spesifikasi alat titrator yang dapat digunakan untuk aplikasi pengujian angka bromin (bromine number) pada produk minyak bumi. Adapun rekomendasi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Alat Titrator Elektronik (Electrometric End Point Titration Apparatus)

Dalam standar ASTM D1159 tertulis bahwa alat titrator yang dipilih haruslah terdapat menu pre-set dan tegangannya dapat menahan arus pada elektroda platina dan mempu menunjukkan perubahan tegangan sebesar 50 mV yang merupakan titik akhir titrasi.

2. Vesel Titrasi (Titration Vessel)

Pilih vesel titrasi yang terbuat dari kaca dengan ukuran berkisar 120 mm dan diameter dalam 45 mm dan dapat dikondisikan pada suhu 0 hingga 5 ° C (32 hingga 41 ° F).

​3. Pengaduk (Stirrer)

Untuk aplikasi ini, alat titrator otomatis (automatic titrator) haruslah dilengkapi dengan sistem pengadukan otomatis yang kecepatannya dapat diatur.

4. Elektroda (Electrode)

Berdasarkan ASTM D1159, elektroda yang digunakan hendaklah memiliki sepasang elektroda kawat platina dengan masing-masing panjang kawat masing – masing berkisar 12 mm dan diameter 1 mm. Kabel harus ditempatkan terpisah 5 mm dan kira-kira 55 mm di bawah level pelarut titrasi. Dalam hal ini elektroda harus dibersikan secara berkala dengan 65% asam nitrat dan bilas dengan air suling sebelum digunakan.

5. Buret (Burette)

Untuk spesifikasi buret, buret yang dipilih hendaknya dapat mengukur 0.05 mL titran (titrant) yang digunakan atau yang lebih kecil. Hal ini karena semakin akurat buret yang digunakan, maka semakin optimal analisa yang dilakukan.

Gambar 1. Contoh Alat Titrator Otomatis (Automatic Titrator)

 

 

Referensi :

American Society for Testing and Materials. 2012. ASTM D1159 “Standard Test Method for Bromine Numbers of Petroleum Distillates and Commercial Aliphatic Olefins by Electrometric Titration.

Bromine Number (based on ASTM D1159 – 07. 2012. Hach Company

Previous Article

Efektivitas Penggunaan Autoklaf dalam Sterilisasi Alat Medis

Monday, 15 March 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Ultrapure Water dalam Analisis pada Industri Cat

Monday, 29 March 2021
VIEW DETAILS