Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Penentuan Mutu Pupuk Urea Menggunakan UDK 139

Penentuan Mutu Pupuk Urea Menggunakan UDK 139

Thursday, 19 December 2019

Pupuk urea merupakan salah satu pupuk buatan yang beredar di pasaran dan paling laris, juga paling dibutuhkan, baik oleh para petani maupun pembudidaya tanaman. Pupuk urea bersifat universal, dapat digunakan untuk semua jenis tanaman darat maupun air; tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman usaha perkebunan, tanaman di sekitar peternakan dan juga tanaman disekeliling usaha perikanan.

Sesuai dengan SNI 2801:2010, pupuk urea adalah pupuk tunggal yang mengandung unsur hara utama nitrogen, berbentuk butiran (prill) atau gelintiral (granular) dengan rumus kimia CO(NH2)2. Kandungan nitrogen pada pupuk urea sangat diperlukan oleh setiap tanaman, khususnya pada masa pertumbuhan dan perkembangan. [1; 2]

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat membutuhkan nitrogen yang terkandung dalam pupuk urea yang akan memberi beberapa manfaat bagi tanaman, yaitu (1) membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun dan segar, sehingga mengandung banyak zat hijau daun atau yang disebut dengan klorofil, sehingga tanaman akan lebih mudah melakukan proses fotosintesis. (2) Pupuk urea juga mempercepat pertumbuhan tanaman.  Kondisi tanaman semakin tinggi, dengan jumlah anakan yang banyak. (3) pupuk urea juga mampu menambah kandungan protein di dalam tanaman. [1]

Adapun syarat mutu pupuk urea, dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini. [2]


Tabel 1. Syarat mutu pupuk urea (SNI  2801:2010)

No.

Uraian

Satuan

Persyaratan

Butiran

Gelintiran

1.

Kadar nitrogen

%

Min. 46,0

Min. 46,0

2.

Kadar air

%

Maks. 0,5

Maks. 0,5

3.

Kadar biuret

%

Maks. 1,2

Maks. 1,5

4.

Ukuran:

-

 

 

 

a) 1,00 mm – 3,35 mm

%

Min. 90,0

-

 

b) 2,00 mm – 4,75 mm

%

-

Min. 90,0

 

Pentingnya kadar nitrogen pada pupuk urea, sehingga produsen pupuk urea harus memenuhi syarat mutu urea, khususnya yang telah distandardkan pada SNI 2801:2010. Untuk itu, dalam menjaga dan mengontrol mutu pupuk urea, produsen pupuk urea dapat melakukan uji yang sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan.

Dalam pengujian pupuk urea, khususnya kadar nitrogen akan menggunakan metoda destilasi Kjeldahl yang terdiri atas 3 tahapan yaitu (1) digesti, (2) destilasi, dan (3) titrasi. Tiga tahapan pengujian nitrogen ini merupakan pengujian yang mana nitrogen dalam pupuk urea didestruksi dengan H2SO4 (p) menjadi senyawa (NH4)2 SO4. Garam (NH4)2 SO4 yang terbentuk dengan penambahan larutan NaOH 40% diubah menjadi NH3 dengan cara destilasi. Destilat diserap oleh H2SO4 0,25 N berlebih dan kelebihan H2SO4 dititar kembali dengan NaOH 0,25 N standar. [2]

Adapun cara untuk mengetahui dan mengontrol mutu pupuk urea, khususnya kadar nitrogen yang sesuai dengan SNI 2801:2010, alat destilasi yang dapat digunakan adalah UDK139 dan dapat dilihat di bawah ini
 

Gambar 1. UDK 139

 

UDK 139 adalah unit distilasi Kjeldahl semi otomatis yang digunakan untuk analisis untuk penentuan ammonia nitrogen, protein, kandungan nitrogen, nitrat nitrogen (setelah reduksi), fenol, asam volatil, sianida, dan kandungan alkohol. UDK 139 mampu bekerja secara efektif dan otomatis setelah mengatur waktu distilasi, penambahan NaOH dan air , serta pemanasan uap pada level 10 sampai dengan 100% menggunakan layar sentuh inovatif bewarna 3.5''. Alat ini juga memenuhi standard AOAC, EPA, ISO, dan DIN. [3, 4]
 

Referensi:

[1] faedahjaya.com. “Tentang Pupuk Urea” [internet]. <https://faedahjaya.com/distributor-pupuk/tentang-pupuk-urea>. [diakses pada 16 Desember 2019]

[2] Badan Standardisasi Nasional. 2010. Standar Nasional Indonesia 2801:2010 “Pupuk Urea”. Badan Standardisasi Nasional

[3] saka.co.id. “VELP, UDK 139 Semi-Automatic Kjeldahl Distillation Unit” [internet]. <http://www.saka.co.id/product-detail/velp/udk-139-semi-automtic-kjeldahl-distillation-unit>. [diakses pada 17 Desember 2019]

[4] Velp Scientifica. 2018. “Food and Feed Line”. Velp Scientifica

Previous Article

Muffle Furnace untuk Parameter Hilang Pijar dalam Semen

Tuesday, 17 December 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Penentuan Gelatin pada Kertas

Monday, 30 December 2019
VIEW DETAILS