Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Perhitungan Nilai Koloni

Perhitungan Nilai Koloni

Monday, 04 June 2018

Penentuan jumlah angka mikroorganisme (nilai koloni) sangat penting dilakukan untuk menetapkan keamanan suatu sediaan farmasi dan makanan. Pertumbuhan mikroorganisme yang membentuk koloni dapat dianggap bahwa setiap koloni yang tumbuh berasal dari satu sel, maka dengan menghitung jumlah koloni dapat diketahui penyebaran bakteri yang ada pada bahan. Berbagai metode telah dikembangkan untuk menghitung jumlah mikroorganisme. Metode tersebut menghitung jumlah sel, massa sel, atau isi sel yang sesuai dengan jumlah sel.

Gambar 1. Koloni 

Koloni adalah kumpulan dari mikrobia yang memilki kesamaan sifat-sifat seperti bentuk, susunan, permukaan, dan sebagainya. Sifat-sifat yang perlu diperhatikan pada koloni yang tumbuh di permukaan medium adalah (Dwidjoseputro, 2005) :

  1. Besar kecilnya koloni. Ada koloni yang hanya serupa suatu titik, namun ada pula yang melebar sampai menutup permukaan medium.
  2. Bentuk. Ada koloni yang bulat, ada yang memanjang. Ada yang tepinya rata, ada yang tidak rata.
  3. Kenaikan permukaan. Ada koloni yang rata saja dengan permukaan medium, ada pula yang timbul yaitu menjulang tebal di atas permukaan medium.
  4. Halus kasarnya permukaan. Ada koloni yang permukaannya halus, ada yang permukaannya kasar dan tidak rata.
  5. Wajah permukaan. Ada koloni yang permukaannya mengkilat, ada yang permukaannya suram.
  6. Warna. Kebanyakan koloni bakteri berwarna keputihan atau kekuningan.
  7. Kepekatan. Ada koloni yang lunak seperti lendir, ada yang keras dan kering.

Koloni yang tumbuh pada media agar dapat dilihat secara visual dan dihitung. Secara kuantitatif koloni bakteri dapat dihitung dengan cara menghitung populasinya secara umum atau dengan kata lain menghitung seluruh sel bakteri yang ada dalam media termasuk sel yang mati, dan menghitung sel bakteri hidup dengan menggunakan teori pendekatan.

Menurut Jutono, dkk (1980) ada 2 cara perhitungan jumlah mikrobia yaitu perhitungan secara langsung (direct method) dan secara tidak lengsung (indirect
method).

Perhitungan secara langsung

Perhitungan jumlah mikrobia secara langsung, dipakai untuk menentukan jumlah mikrobia keseluruhan baik yang mati maupun yang hidup Berbagai cara perhitungan mikroba secara langsung menggunakan (Dwidjoseputro, 2005) :

  1. Menggunakan cara pengecatan dan pengamatan mikrospis

Pada cara ini mula-mula dibuat preparat mikroskopik pada gelas benda, suspensi bahan atau biakan mikroba yang telah diketahui volumenya diratakan diatas gelas benda pada suatu luas tertentu. Setelah itu preparat dicat dan dihitung jumlah rata-rata sel mikroba tiap bidang pemandangan mikroskopik. Luas bidang pemandangan mikroskopik dihitung dengan mengukur garis tengahnya.

        2. Menggunakan filter membrane (miliphore filter)

Suspensi bahan mula-mula disaring sejumlah volume tertentu kemudian disaring dengan filter membrane yang telah disterilkan terlebih dahulu. Dengan menghitung jumlah sel rata-rata tiap kesatuan luas pada filter membran dapat dihitung jumlah sel dari volume suspensi yang disaring (Jutono dkk, 1980).

       3. Menggunakan counting chamber

Dasar perhitungannya ialah dengan menempatkan satu tetes suspense bahan atau biakan mikroba pada alat tersebut ditutup dengan gelas penutup kemudian diamati dengan mikroskop yang perbesarannya tergantung pada besar kecilnya mikroba. Perhitungan ini dapat menggunakan hemositometer. Peteroff Hauser Bacteria Counter atau alat-alat lain yang sejenis.

 

Perhitungan secara tidak langsung

Jumlah mikroba dihitung secara keseluruhan baik yang mati atau yang hidup atau hanya untuk menentukan jumlah mikroba yang hidup saja, ini tergantung cara-cara yang digunakan. Untuk menentukan jumlah miroba yang hidup dapat dilakukan setelah larutan bahan atau biakan mikroba diencerkan dengan factor pengenceran tertentu dan ditumbuhkan dalam media dengan cara-cara tertentu tergantung dari macam dan sifat-sifat mikroba.

Menurut Hadietomo (1990) menyatakan bahwa perhitungan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  1. Penentuan volume total

Cara ini adalah semacam modifikasi penentuan hematokrit pada pengukuran volume total butir-butir darah, misalnya 10 ml biakan dimasukkan ke dalam tabung reaksi khusus (tabung hopklins) yang bagian bawahnya berupa silinder dan bergaris ukuran.

           2. Metode turbidimetri

Teknik ini sudah dipakai sebagai cara mengukur kekeruhan suspensi atas dasar penyerapan dan pemencaran cahaya yang dilintaskan, sehingga yang mengandung lebih dari 107-108 sel/ml, tampak lebih keruh oleh mata telanjang. Suatu volume biakan yang telah ditakar ditempatkan dalam tabung khusus yang jernih dengan diameter tertentu.

 

Perhitungan jumlah bakteri secara tidak langsung memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi bakteri, bakteri yang dihitung adalah bakteri yang hidup. Sedangkan kekurangannya adalah perhitungannya kurang akurat karena ada kemungkinan beberapa sel bertumpuk, ada kemungkinan terjadi spreader, waktu yang dibutuhkan cukup lama, bahan yang digunakan relatif banyak.

Perhitungan secara langsung memerlukan mikroskop untuk mengamati jumlah koloni suatu mikroorganisme. Mikroskop B-500bpl merupakan mikroskop dari optika yang cocok untuk menghitung nilai koloni. Mikroskop B-500bpl merupakan mikroskop binocular yaitu jenis mikroskop yang menggunakan dua lensa okuler. Perbesaran mikroskop B-500bpl pada lensa yang dekat dengan mata (eye piece) adalah 10c sedangkan perbesaran objektif(dekat dengan objek yang diamati) yaitu 4x, 10x, 40x dan 100x. Mikroskop ini menggunakan lampu X-LED illumination sebagai pencahayaan yang sangat ideal untuk aplikasi optikal karena lifetimenya yang panjang.

Gambar 2. Mikroskop Optika B-500 Bpl

 

TECHNICAL SPECIFICATIONS


Model:

B-500Bpl
Optical System:

InfiniFix
Head:

Binocular 360°rotating 30° inclined
Eyepiece:

Wide Field 10X / 22 mm
Objectives:

Plan Achromatic 4x, 10x, 40x, 100x (oil immersion)
Revolver:

Quintuple reversed
Stage:

Double layer with mechanical sliding stage, 175x145 mm
Focusing:

Coaxial coarse and fine control knobs
Condenser:

Swing-out 1.2 N.A., centrable
Illuminator:

OPTIKA X-LED™ illuminator.

 

 

Daftar Pustaka:

https://maxeschan.wordpress.com/2015/04/19/perhitungan-jumlah-mikroba/

https://www.edmundoptics.com/illumination/led-illumination/

http://www.optikamicroscopes.com/index.php?option=com_virtuemart&view=productdetails&virtuemart_product_id=69&virtuemart_category_id=4&lang=en

https://biobakteri.wordpress.com/2009/06/07/7-mengamati-bentuk-bentuk-bakteri/

Previous Article

Pentingnya Uji pH pada Produk Olahan Susu (Dairy Product)

Monday, 07 May 2018
VIEW DETAILS

Next Article

Portable Data Logger Untuk Sistem Logistik Makanan

Tuesday, 26 June 2018
VIEW DETAILS