Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Teknik Sterilisasi Basah : Mengenal Jenis Autoklaf dan Cara Memilihnya

Teknik Sterilisasi Basah : Mengenal Jenis Autoklaf dan Cara Memilihnya

Monday, 02 January 2023

Sterilisasi basah merupakan salah satu teknik sterilisasi yang paling utama dipilih untuk kebanyakan proses sterilisasi. Hal ini karena teknik ini tergolong murah, tidak beracun (non toxic), waktu sterilisasi relatif cepat, memiliki siklus yang mudah dikontrol maupun dipantau serta dapat membentuk sistem terisolasi yang kuat dan mampu mensterilkan berbagai sampel seperti alat - alat, media, maupun reagen. Namun, seluruh keuntungan ini tentunya dipengaruhi oleh sistem atau alat yang dipilih. Seluruh keuntungan akan didapatkan secara optimal jika analis menggunakan alat yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Namun, bagaimana kriteria alat untuk teknik sterilisasi berdasarkan standar mutu yang berlaku? Apa saja hal - hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih alat? Lalu, perawatan apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga agar alat dapat beroperasi secara optimal dan tahan lama? Hal - hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini dengan ringkas dan lugas. 

Aktivitas sterilisasi sangatlah penting dalam upaya menjaga kebersihan alat maupun seluruh proses analisis dari ancaman kontaminasi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur ataupun parasit lainnya. Untuk mewujudkan hal ini, maka analis perlu melakukan teknik aseptik pada diri sendiri maupun lainnya yang meliputi peralatan kerja, reagen (reagent), media, serta lingkungan kerja. Teknik aseptik pun terdiri dari berbagai aktivitas, yakni antiseptik (antiseptics), desinfeksi (disinfection) serta sterilisasi (sterilization). Ketiganya dibedakan oleh cara dan penempatan aplikasinya dimana antiseptik dilakukan untuk membersihkan tubuh analis, desinfeksi dilakukan untuk kebersihan lingkungan kerja sedangkan sterilisasi digunakan untuk peralatan, reagen, media, air serta kebutuhan lainnya untuk pengujian. 

Dalam pengerjaan sterilisasi, berbagai teknik dapat dilakukan yakni sterilisasi fisik dan sterilisasi secara kimia dimana aplikasinya bergantung pada kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Sterilisasi fisik pun dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti sterilisasi kering dengan panas, sterilisasi lembab/basah, teknik radiasi (penyinaran), pembakaran dan filtrasi membran. Salah satu cara atau teknik yang paling sering digunakan adalah teknik sterilisasi basah yang melibatkan uap panas (steam sterilization) yang dilakukan dengan menggunakan alat autoklaf (autoclave), baik sistem autoklaf manual maupun otomatis (automatic autoclave). 

 

Jenis Autoklaf (Autoclave) untuk Teknik Sterilisasi Basah

Kapan proses sterilisasi diperlukan? Proses sterilisasi diperlukan ketika suatu reagen atau peralatan hendak disimpan setelah dibersihkan atau ketika hendak digunakan. Maksimal jangka waktu penyimpanan dari proses sterilisasi pun berbeda beda dimana hal ini perlu peninjauan ulang oleh analis yang bersangkutan. Dalam artikel yang ditulis oleh Moriya dan Graziano (2010), disebutkan bahwa tidak ditemukannya mikroorganisme yang berkembang pada peralatan yang telah disterilisasi dan disimpan selama kurun waktu 30 hari. 

Dalam perlakuannya, analis perlu menentukan atau mengklasifikasikan bahan dan peralatan apa saja yang membutuhkan perlakuan sterilisasi. Solusi ini cukup strategis sebagai langkah awal untuk mempersingkat dan mempermudah pekerjaan yang dilakukan nantinya. Pembagian dapat didasarkan pada aplikasinya atau jenis material penyusunnya yang dapat berdampak pada perlakuan yang nantinya akan diaplikasikan. 

Sterilisasi basah dengan autoklaf biasanya dilakukan antara suhu 121oC dan 135oC dengan tekanan 1 - 2 atm. Secara prinsip, semua autoklaf bekerja dengan mengubah fase fluida dari cair menjadi uap panas dengan cara pemanasan, tetapi proses selanjutnya akan bergantung pada jenis autoklaf yang digunakan. Umumnya, autoklaf yang beredar dipasaran dibagi atas 2 tipe, yakni autoklaf dengan gravitasi (gravity autoclave) dan autoklaf vakum (prevacuum/ vacuum autoclave). Kedua tipe autoklaf ini dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

1. Autoklaf Gravitasi (Gravity Autoclave)
 
Autoklaf ini juga disebut sebagai gravity autoclave atau gravity displacement autoclave. Sistem kerjanya pun cukup sederhana dimana fluida akan dipanaskan dan diubah fasanya dari liquid menjadi uap. Uap fluida ini memiliki bobot yang lebih ringan dari udara biasa sehingga mampu menekan keberadaan udara ini ke bawah chamber. Sistem kemudian akan membuang udara tersebut melalui lubang pembuangan untuk memastikan chamber analisa hanya berisi uap panas dan suhu telah terdistribusi secara ideal. Chamber yang terisi uap panas pun memicu adanya tekanan yang mengisolasi sistem dari lingkungan sekitar sehingga sistem dapat menjalankan kerja sterilisasi dengan optimal. 
 
Autoklaf gravitasi ini pun memiliki bentuk dan sistem yang beragam yang didasarkan dari bentuk serta otomatisasi sistemnya. Berdasarkan bentuknya, terdapat jenis autoklaf horizontal (horizontal autoclave) dan autoklaf vertikal (vertical autoclave), sedangkan dari segi otomatisasi terdapat autoklaf manual (manual autoclave) dan autoklaf otomatis (automatic autoclave). Meskipun berbeda penamaan, namun autoklaf gravitasi ini tetap dapat digunakan untuk beberapa aplikasi seperti sterilisasi media kultur, produk farmasi, limbah medis teregulasi, serta peralatan laboratorium yang permukaannya memiliki kontak uap langsung. Peralatan ini meliputi alat gelas, alat berbahan dasar polimer tahan panas dan peralatan berbahan logam tahan karat. Secara general, suhu yang digunakan pada autoklaf jenis ini adalah 121oC. 
 

2.  Autoklaf Dengan Sistem Vakum (Vacuum Autoclave)

Dari penamaannya, autoklaf ini memang sedikit berbeda dari autoklaf gravitasi karena adanya sistem vakum yang menunjang proses sterilisasi. Pompa vakum ini berfungsi untuk memastikan bahwa udara telah seluruhnya keluar dari chamber sterilisasi sebelum proses dimulai. Sistem vakum yang terpasang bisa  berupa pompa vakum atau ejector. Keuntungan dari adanya sistem vakum ini yaitu distribusi uap panas yang lebih merata secara cepat dan instan bahkan hingga ke bagian pori objek. Akibatnya, proses sterilisasi akan jauh lebih cepat karena kontak uap panas dengan permukaan objek yang segera terjadi.

Secara prinsip autoklaf jenis ini bekerja satu tingkat diatas autoklaf gravitasi, yakni dengan mengeluarkan seluruh udara pada chamber sterilisasi untuk mencapai keadaan vakum menggunakan pompa vakum. Biasanya, alat ini digunakan pada suhu yang lebih tinggi yakni 132 - 135oC dengan total waktu sterilisasi berkisar 15 - 20 menit.

Klasifikasi jenis autoklaf pun dapat beragam, tidak hanya dalam segi otomatisasi ataupun cara kerja sistem, tetapi juga dalam segi fitur dan hal lainnya. Klasifikasi diatas merupakan klasifikasi secara general sehingga masih memungkinkan bahwa autoklaf dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis atau lebih.

Gambar 1. Tampilan (a) Ilustrasi Sistem Autoklaf , (b) Alat Autoklaf Otomatis, (c) Alat Autoklaf Manual

 

Cara Memilih Alat Autoklaf (Autoclave)

Dalam lingkup laboratorium atau suatu institusi, pemilihan alat merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat menunjang kualitas segala aktivitas di dalamnya. Dalam konteks ini, pemilihan autoklaf pun akan menunjang proses sterilisasi yang dilakukan. Hal ini pun akan berkaitan dengan sterilitas reagen, media, air serta peralatan yang digunakan untuk pengujian atau sterilitas limbah yang hendak dibuang nantinya. Selain itu, pemilihan alat yang tepat pun juga dapat menjadi solusi strategis agar proses dan uji yang dilakukan lebih optimal dan efisien.

Lalu bagaimana kriteria alat yang seharusnya digunakan untuk sterilisasi? Hal ini tercantum dalam International Organization of Standardization (ISO) 17665 Bagian 2 bahwa kriteria alat sterilisasi antara lain material penyusunnya tahan terhadap korosi maupun kontaminan, dilengkapi dengan pengaturan suhu dan waktu, adanya sensor dan alarm untuk mengontrol serta memantau proses. Sensor dan alarm ini pun harus dapat mendeteksi berbagai parameter seperti suhu chamber, tekanan chamber, level air dalam autoklaf serta fungsi error lainnya. Dalam kasus autoklaf dengan vakum, maka alat harus dilengkapi dengan ‘air detector’ guna untuk mendeteksi udara selama proses pembuangan udara saat penjenuhan chamber sterilisasi dengan uap panas.  

Berdasarkan kriteria yang dijelaskan diatas, beberapa tips yang dapat kami rekomendasikan untuk memilih alat autoklaf yang tepat

  1. Pastikan sistem yang cocok untuk seluruh kebutuhan Anda dengan membuat daftar objek yang hendak disterilisasi dan pilihlah alat yang dapat mumpuni untuk seluruh kebutuhan ini.

  2. Pilihlah alat yang dapat memantau parameter suhu, tekanan dan durasi sterilisasi. Akan lebih baik jika alat autoklaf yang digunakan dapat memperlihatkan setiap langkah dari siklus yang berjalan pada alat.

  3. Adanya alarm pada sistem akan membantu analis untuk mengenali setiap langkah proses ataupun error pada alat. 

  4. Memilih sistem otomatis dapat menjadi solusi untuk user agar proses berjalan dengan waktu yang lebih singkat dan proses yang lebih efisien.

  5. Pastikan alat memiliki mode - mode tertentu yang dikategorikan untuk setiap karakteristik objek yang hendak disterilkan. 

 

Dari penjabaran diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan jenis autoklaf yang dipilih dapat mempengaruhi efisiensi dan optimalitas sterilisasi yang dilakukan. Lalu, manakah autoklaf yang sesuai untuk aplikasi Anda?

 

Referensi 

Agustiningtyas, Irena. 2020. Sterilisasi. Diakses pada 19 Desember 2022 dari https://fk.uii.ac.id/mikrobiologi/materi/sterilisasi/ 

Centers for Disease Control and Prevention. 2016. Steam Sterilization. Diakses pada 4 Januari 2023 dari 

https://www.cdc.gov/infectioncontrol/guidelines/disinfection/sterilization/steam.html#:~:text=The%20basic%20principle%20of%20steam,pressure%20for%20the%20specified%20time

International of Organizational Standardization. 2006. Sterilization of Health Products - Moist Heat - Part 1 : Requirements for the Development, Validation and Routine Control of A Sterilization Process for a Medical Devices diakses pada 20 Desember 2022 dari https://www.sis.se/api/document/preview/907649 

United States Food & Drugs Administration. 2022. Sterilization for Medical Devices. Diakses pada 20 Desember 2022 dari https://www.fda.gov/medical-devices/general-hospital-devices-and-supplies/sterilization-medical-devices 

 

 

Previous Article

UJI STABILITAS FISIK PRODUK KOSMETIK

Friday, 23 December 2022
VIEW DETAILS

Next Article

Total Acid Number (TAN) dalam Petroleum

Friday, 06 January 2023
VIEW DETAILS