Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
TRIK UNTUK PENGUKURAN PH PADA SAMPEL NON-AQUEOUS MAUPUN SAMPEL CAMPURAN

TRIK UNTUK PENGUKURAN PH PADA SAMPEL NON-AQUEOUS MAUPUN SAMPEL CAMPURAN

Tuesday, 18 September 2018

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan pengukuran pH berbasis pada sampel berair, namun terdapat banyak aplikasi pengukuran pH maupun proses titrasi yang dilakukan pada sampel non-aqueous ataupun sampel campuran aqueous/non-aqueous. Beberapa diantaranya adalah cat dan pelapisan, tinta (paint and coatings, inks), produk petroleum, minyak, pelarut isoparafin, Amina dalam produk petroleum, titrasi TAN dan TBN, minyak makanan, mentega serta sampel dengan kadar air rendah, mesin pendingin, anti-rust, monoethylene glycol dan ethylene glycol, serta pada bidang farmasi.

Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri karena pengukuran pH yang dilakukan dapat saja menghasilkan hasil yang tidak stabil dan tidak tepat, respon yang lama serta error pada pengukuran. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hal ini adalah sebagai berikut :

  1. Glass bulb (bulb kaca) dari elektroda pH bergantung pada hydrated gel pada lapisan luar untuk membaca aktivitas ion hidrogen (dan pH) pada larutan. Namun pada sampel yang bersifat non- aqueous, lapisan luar (outer layer) ini tidak terhidrasi sehingga menyebabkan pengukuran menjadi lambat dan tidak presisi.

  2. Filling solution yang terdapat pada elektroda pH mungkin tidak kompatibel dengan sampel sehingga potensial junction akan naik dan menghasilkan error pada hasil akhirnya.

  3. Sampel yang mungkin tidak sesuai dengan desain lektroda pH, hal ini dapat mengakibatkan lapisan luaran elektroda larut pada sampel.

  4. Sampel mungkin memiliki impedansi yang tinggi namun bersifat non-konduktor listrik.

  5. Buffer pH yang digunakan merupakan larutan berair dan tidak mudah diterjemahkan menjadi skala pH non-aqueous.

     

    Q1 : Apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini?

    A : Pilihlah pH meter dan elektroda dengan kualitas baik, beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memilih elektroda adalah sebagai berikut :

  • Hindari memilih elektroda dengan tipe “Pen-Type”, pocket PH tester, serta pH elektroda dengan non-refillable reference. Hal ini karena desain dan konstruksi elektroda yang tidak sesuai dengan aplikasi ini.

  • Pilihlah elektroda yang memiliki konstruksi Refillable double junction dengan glass-body, serta cukup mengalir untuk kontak dengan sampel.

  • Pilihlah elektroda yang mudah untuk dibersihkan dan memiliki respon yang cepat, serta memiliki “relatively low-resistance glass pH sensing bulb” (sensor kaca dengan resistansi rendah).

 

Dalam hal ini, Elektroda yang tepat dan memenuhi syarat diatas adalah Thermo Scientific Orion 8172BNWP yang telah terspesifikasi oleh Standard ASTM D6423 (Standard Test Method for Determination of pHe of Ethanol, Denatured Fuel Ethanol, dan Fuel Ethanol.

Gambar 1. Orion Electrode 8172BNWP

 

Q2 : Namun, Apakah sampel langsung dapat diuji nilai pH nya?

A : Jawabannya bergantung pada sampel tersebut, contohnya ASTM D4980 untuk pH pada limbah, standard tersebut merekomendasikan non-aqueous liquid dengan membuat 10% campuran libah dalam air kemudian ukur pH dari aqueous portion1. Terdapat saran lainnya dengan menambahkan sedikit elektrolit netral (seperti quarternary ammonium salt) pada sampel yang memiliki resistansi tinggi.

Beberapa langkah dibawah ini dapat dilakukan :

  1. Gunakan teknik pencucian elektrode yang sesuai dengan jenis sampel yang digunakan.

  • Jika sampel berupa alkohol maka pembilasan dengan air cukup membersihkan elektroda.

  • Jika sampel berminyak atau berlemak maka bersihkan bulb dan junction elektroda dengan menggunakan handuk lembut. Lanjutkan dengan mencucinya dengan larutan detergen berair.

  • Untuk sampe non-aqueous lainnya, hindari mencampurkannya dengan air, gunakan intermediate rinse solution untuk mencampurkan air dan sampel. Kemudian bilas dengan air, lalu dibilas kembali dengan intermediate rinse solution sebelum memasukkan elektroda pada sampel lainnya.

    Lakukan pencucian elektroda secepatnya setelah pengukuran selesai.

  1. Untuk Kalibrasi, dapat digunakan larutan Buffer yang sesuai seperti sistem buffer metanol-air dan sistem buffer air etanol yang dijelaskan pada IUPAC.2

  2. Jika didapatkan respon yang lambat serta adanya penyimpangan yang terjadi, Gunakan stirring untuk mempercepat respon pembacaan.

 

 

Reference :

  1. ASTM D4980, Standard Test Method for Screening of pH in Waster, http://www.astm.org/Standards/D4980.
  2. Mussini, P.R, dkk. 1997. Reference Value Standards and Primary Standards for pH Measurements in D2O and Aqueous-Organic Solvent Mixtures : New Accessions and Assessments. Pure & Applied Chemistry, Vol.69, No.5, hal 1007-1014
  3. https://assets.thermofisher.com/TFS-Assets/LSG/Application-Notes/AN-PHNONAQS-E%201014-RevA-WEB.pdf

Previous Article

Preparasi dan Perawatan Elektroda pH untuk Sampel Non-Aqueous dan Sampel Campuran

Monday, 17 September 2018
VIEW DETAILS

Next Article

Analisis Lemak dan Gula pada Cokelat Menggunakan Refraktometer

Wednesday, 19 September 2018
VIEW DETAILS