Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
UDK sebagai Alat Analisa Sulfit pada Sampel Makanan

UDK sebagai Alat Analisa Sulfit pada Sampel Makanan

Wednesday, 27 November 2019

Sulfit adalah salah satu aditif makanan atau pengawet yang diperbolehkan untuk digunakan pada makanan. Beberapa bentuknya seperti natrium bisulfit, belerang oksida (SO2), natrium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium metabisulfit, kalium sulfit dan lainnya. Terdaftar pada Peraturan kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (PerKaBPOM) bahwa kadar ambang batas sulfit pada setiap makanan adalah 0 sampai 0.7 mg/L.

Seperti yang telah diketahui bahwa sulfit memiliki kemampuan untuk menghambat kerja enzim pencoklatan (Browning Enzyme) pada makanan. Jenis makanan ini telah disebutkan pada PerKaBPOM dan dibagi menjadi beberapa kategori antara lain selai, buah, buah kering, produk buah fermentasi, sayuran, pasta, tepung maupun gula sampai makanan ringan. Beberapa contoh makanan dan ambang batas kadar sulfitnya ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Daftar Beberapa Nilai Ambang Batas Sulfit pada Produk Makanan

Sampel Makanan

Nilai Ambang Batas (mg/Kg) sebagai Residu SO2

Buah Segar dengan permukaan diberi perlakuan

30

Produk Buah fermentasi

100

Sayur, kacang dan biji-bijian beku

50

Selai Jeli dan marmalad

50

Produk fermentasi sayuran

100

 

 

Namun apa yang menyebabkan Sulfit haruslah diuji?

 

 

Alasan utama penentuan sulfit pada makanan adalah sulfit atau sulfur oksida dapat menyebabkan alergi yang indikasinya dapat beragam dari yang ringan hingga berat. Hal ini ditunjukkan dari data FDA (Food & Drugs Administration) yang menunjukkan bahwa terdapat rata-rata 100 laporan ditiap tahunnya. Untuk memastikan bahwa produk Anda masuk dalam batas ambang tersebut, dilakukan analisa dengan beberapa metode, salah satunya adalah menggunakan titrimetrik. Pada metode ini terdapat 3 tahap yang ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Tahapan Metode Penentuan Sulfit

 

Metode ini disebut sebagai metode Monier-William. Tahap pertama adalah tahap destilasi yang dilakukan dengan larutan asam dan basa. Destilasi ini berfungsi untuk memisahkan sulfit dari complex matriks. Selanjutnya sampel dititrasi dengan larutan Iodine sebagai titran.

Alat Apa yang Cocok untuk Aplikasi ini?

 

Gambar 2. Alat UDK Series

UDK series merupakan alat Destilasi Kjeldahl yang dapat digunakan untuk penetapan kadar sulfit sesuai dengan standard AOAC 990.28 Sulfites in Foods yang mengacu pada metode Monier – William. Dengan kelebihan yang dimiliki UDK series, proses destilasi akan lebih mudah dan cepat. Alat dilengkapi dengan menu program yang dapat diatur, user manual yang menuliskan metode penentuan sulfit, serta layar touch screen berwarna. Selain AOAC, alat ini juga memenuhi standard ASTM, EPA, ISO, dan DIN.

Selain pengujian sulfit, parameter lainnya juga dapat diuji dengan alat ini seperti Protein/Nitrogen, fenol pada air minum, volatil acidity, dan kekuatan alkohol (alcohol strenght) pada wine atau minuman berenergi. Aplikasi alat UDK tidak hanya untuk makanan dan minuman tetapi juga pada limbah, polimer, pulp and paper serta bahan bakar minyak. Terdapat beberapa tipe automatic UDK seperti UDK139, UDK149, dan UDK159.

 

Referensi :

Timbo, babgaleh., dkk. 2004. Sulfites – A Food and Drug Administration Review of Recalls and Reported Adverse Events

Food and Drug Administration. 2019. Tittle 21 – Food and Drugs Chapter I. https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cdrh/cfdocs/cfcfr/CFRSearch.cfm?fr=130.9

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 2013. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) No.36 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Pengawet.

Fanaike, Ruke. 2017. Penggunaan Sulfit pada Pangan Olahan dan Kajian Paparannya di Indonesia. Bogor: Institue Pertanian Bogor

Previous Article

Kekeruhan dalam Air Minum

Wednesday, 13 November 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Kelarutan Obat menggunakan Orbital Shaker

Tuesday, 03 December 2019
VIEW DETAILS