Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Ultrapure Water untuk Hasil Analisa yang Optimal

Ultrapure Water untuk Hasil Analisa yang Optimal

Friday, 09 November 2018

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan, termasuk dalam bidang science analysis. Berbeda dengan air yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bidang science analysis air harus selalu dipantau kualitasnya. Hal ini untuk mencegah adanya kerusakan alat maupun error yang terjadi pada hasil analisis. Oleh sebab itu, kualitas air yang digunakan haruslah terjaga dari kontaminasi.

Pada umumnya, air yang baik adalah yang tidak berwarna, tidak berbau dan memiliki jumlah ion serta jumlah bakteri yang sesuai standard. Namun, hal ini berbeda dengan kebutuhan air yang digunakan oleh laboratorium. Terdapat 3 jenis air yang sering digunakan dalam analisa lab seperti distilled water, deionized water, dan ultrapure water. Sifat fisiknya yang sama membuat ketiganya agak sulit untuk dibedakan aplikasinya sehingga beberapa ambigu sering bermunculan dalam membedakan antara distilled water, deionized water dan ultrapure water. Pertanyaan yang muncul adalah, Bagaimana cara membedakan ketiganya?Mengapa kebanyakan Laboratorium lebih menggunakan Ultrapure water dalam kebutuhan science analysis?

Perbedaan yang paling terlihat adalah jika dilakukan monitoring pengukuran nilai konduktivitasnya. Ultrapure water memiliki konduktivitas yang sangat kecil yaitu 0.055 µS/cm, sedangkan deionized water memiliki konduktivitas yang lebih tinggi yang berkisar 1 – 10 µS/cm dan Distilled water biasa memiliki konduktivitas yang lebih tinggi lagi yaitu 10-20 µS/cm1. Perbedaan nilai konduktivitas ini dikarenakan kandungan ion anorganik yang terdapat didalamnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa ultrapure water memiliki kandungan ion anorganik yang sangat sedikit. Namun nilai konduktivitas tidak dapat menjamin kecilnya kandungan organik yang ada di dalamnya.

Air  yang digunakan pada aplikasi Bidang science analysis yang mencakup chemical analysis, biological analysis, maupun microbiological analysis pun memiliki tingkat kualitas air yang berbeda-beda, hal ini tercantum pada standard ASTM yang membagi jenis air menjadi 4 tipe2. Dalam hal ini, terdapat beberapa parameter yang harus dikontrol dalam mengolah air untuk menghasilkan ultrapure water, deionized water ataupun distilled water. Data ditunjukkan pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Spesifikasi standard air Reagent (ASTM, 2011)

 

Spesifikasi

Tipe 1

Tipe 2

Tipe 3

Tipe 4

Electrical conductivity, max, µS/cm at 298 K (25oC)

0.06

1

0.25

5

Electrical resistivity, min, Mcm at 298 K (25oC)

18

1

4

0.2

pH at 298 K (25oC)

A

A

A

5.0 to 8.0

Total organic carbon (TOC), max, µg/L

50

50

200

Tak ada batasan

Sodium, max, µg/L

1

5

10

50

Chlorides, max, µg/L

1

5

10

50

Total silica, max, µg/L

3

3

500

Tak ada batasan

 

Tabel 1 menunjukkan bahwa setiap air memiliki kualitas yang berbeda-beda. Hal ini membuktikan bahwa setiap tipe air melalui proses pengolahan yang berbeda-beda. Salah satu tipe air tersebut adalah Tipe 1 yang merupakan ultrapure water (air murni). Menurut ASTM Type I Water (Air Tipe I) diperoleh dari proses destilasi atau proses yang setara yang diikuti dengan material ion exchange dan 0.2 µm membran filter dan nilai konduktivitas awal setelah pengolahan awal dari Feedwater (sumber air) haruslah bernilai maksimum 20 µS/cm 3.

Berdasarkan spesifikasi yang dijabarkan dari standard ASTM 1193 tersebut, alat yang Anda gunakan haruslah memiliki kemampuan untuk menurunkan nilai konduktivitas feed water serta menurunkan nilai TOC. Pemilihan alat yang kurang tepat dapat mengakibatkan analisa yang dilakukan tidak akurat bahkan dapat mengakibatkan kerusakan pada instrumen analisis. Beberapa kasus sering terjadi ketika melakukan analisis dengan menggunakan Instrumen analisis seperti HPLC, UPLC, ICP-MS, ICP-OES, CE, bahkan untuk aplikasi biologi sel, mikrobiologi maupun medis dikarenakan pemilihan air reagen yang kurang tepat. Salah satu contohnya ketika menggunakan HPLC, jika air yang digunakan tidak dilakukan analisa TOC maka background peak yang dihasilkan tidaklah halus, bahkan jika peak sampel sangat kecil akan sulit untuk dianalisa karena tertutup oleh peak TOC air reagen yang terbaca oleh instrumen.

Dalam hal ini alat yang tepat untuk kebutuhan untuk memperoleh air tipe 1 adalah Aquinity2 P10 Membrapure. Alat ini terdiri dari beberapa bagian seperti pre-treatment module, RO-module, serta UV-TOC-reduction yang dilengkapi dengan 2 sensor konduktivitas yang ada pada setelah pre-treatment dan setelah proses akhir. Peletakkan sensor konduktivitas di akhir proses menjamin bahwa konduktivitas air yang dihasilkan benar-benar terpantau.  

 

Gambar 1. Aquinity2 P10 Membrapure

 

Reference :

  1. Division of Technical Resources. 2013. Laboratory Water : Its Importance and Application. National Institutes of Health : USA

  2. ASTM International. 2011. Standard Specification for Reagent Water (Reapproved). An American National Standard Federal Test Method, Standard No.7916

  3. ASTM International. 2001. Standard Specification for Reagent Water. An American National Standard Federal Test Method, Standard No.7916

Previous Article

Kontrol Hardness dan Konsumsi Phosphate pada Boiler Feed Water

Tuesday, 30 October 2018
VIEW DETAILS