
Derajat keasaman (pH) merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu dan keamanan pangan karena sangat mempengaruhi pertumbuhan serta aktivitas mikroorganisme. Nilai pH atau tingkat keasaman suatu produk pangan ditentukan oleh kandungan asam organik alami, hasil metabolisme mikroba, aktivitas enzimatis, maupun perubahan kimia selama proses pengolahan dan penyimpanan. Pada produk makanan beku seperti daging, ayam, seafood, sayuran dan buah-buahan, kisaran pH umumnya berada pada rentang 4,5–7,0 tergantung pada jenis bahan baku dan perlakuan pascapanen atau proses produksinya.
Meskipun proses pembekuan mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan menurunkan suhu hingga di bawah titik beku, nilai pH tetap perlu dipantau karena perubahan dapat terjadi sebelum pembekuan maupun setelah proses pencairan (thawing). Pengujian pH pada produk makanan beku berfungsi sebagai indikator kesegaran, stabilitas protein, serta potensi risiko keamanan pangan. Oleh karena itu, uji pH menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan mutu laboratorium untuk memastikan produk tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan.
Tabel 1. Kisaran Nilai pH Produk Makanan Beku
|
Produk Makanan Beku |
Kisaran pH |
|
Daging (seperti sapi, domba) dan ayam seperti nugget dan sosis |
5,1 – 7 |
|
Ikan dan olahan ikan seperti pempek ikan |
4,8 – 7,3 |
|
Sayuran tertentu (seperti wortel, kol, kacang, bawang, bayam, kentang, jamur) |
4,6 – 7,2 |
|
Buah – buahan tertentu (seperti semangka, kurma, pepaya, melon) |
5,2 – 6,7
|
Pentingnya Uji pH pada Produk Makanan Beku
Beberapa alasan pengujian pH pada produk makanan beku perlu dilakukan yaitu:
1. Keamanan Pangan
pH memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri patogen seperti Salmonella dan Escherichia coli cenderung tumbuh optimal pada pH netral (sekitar 6,5–7,5). Sedangkan produk dengan pH rendah (asam) umumnya lebih aman karena menghambat pertumbuhan mikroba.
2. Indikator Kesegaran
Pada daging beku, perubahan pH dapat menunjukkan proses pembusukan. Setelah pemotongan, pH daging normalnya turun akibat pembentukan asam laktat. Jika pH terlalu tinggi, maka dapat menjadi indikasi penurunan mutu.
3. Stabilitas Warna dan Tekstur
Nilai pH memengaruhi struktur protein. Pada daging dan ikan, pH yang tidak sesuai dapat menyebabkan tekstur menjadi lembek atau terlalu keras setelah proses thawing (pencairan).
4. Kepatuhan terhadap Standar
Dalam pengawasan mutu, pengujian pH sering dikombinasikan dengan uji mikrobiologi seperti Total Plate Count (TPC) dan Coliform sebagai bagian dari penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
Prinsip Uji pH
Pengujian pH dilakukan menggunakan pH meter dengan elektroda pH yang sensitif terhadap ion hidrogen (H+). Pengukuran dilakukan dengan cara mencelupkan elektroda pH ke dalam sampel.
Adapun prosedur umum uji pH produk makanan beku adalah sebagai berikut:
Pemilihan Elektroda pH untuk Sampel Produk Makanan Beku
Dalam memudahkan analis dan mendapatkan hasil yang akurat dalam melakukan pengujian pH pada produk makanan beku, pemilihan elektroda pH merupakan hal yang perlu diperhatikan:
Dengan mempertimbangkan poin-poin tersebut, analis dapat memastikan bahwa pengujian pH pada produk makanan beku dilakukan secara akurat, efisien, dan sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Sedangkan untuk meter pH umumnya tersedia dalam dua model yaitu yang portable maupun yang benchtop. Contoh elektroda pH dan meter pH yang dapat direkomendasikan dalam pengujian pH produk makanan beku dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Elektroda pH dan meter pH
Dengan pemilihan elektroda pH yang tepat serta penerapan prosedur pengujian yang sesuai, analisis pH pada produk makanan beku dapat dilakukan secara lebih akurat dan konsisten. Hal ini tidak hanya mendukung keandalan hasil laboratorium, tetapi juga berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang dihasilkan.
Referensi:
BPOM. 2013. Pedoman Inspeksi Sarana Pengolahan Produk Ayam Olahan Beku. Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
BPOM. 2023. Pedoman Implementasi Reegulasi Pangan Olahan Berasam Rendah Dikemas Hermetis. Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan
BPOM. 2023. Pedoman Cara Pengolahan dan Penanganan Pangan Olahan Beku yang Baik. Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan
Kementerian Perindustrian. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 Tanggal 19 Juli 2010 tentang Pedoman Cara Produksi pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices).
Kennedy, J.C. 2000. Managing Frozen Food. Woodhead Publishing Limited, England. Sun, Dan-Wen. Handbook of Frozen Food Processing and Packaging. 2nd ed. CRC Press. Yam, et.al. 2004. Handbook of Frozen Food. Marcel Deker Inc., New York.