
Apa elemen yang esensial dalam segala aplikasi? Nitrogen adalah unsur yang sangat penting karena perannya baik di lingkungan maupun dalam tubuh baik manusia maupun hewan. Nitrogen perlu diukur baik dalam sektor makanan sebagai total nitrogen Kjeldahl yang nilainya terkorelasi dengan kadar protein yang terkandung dalam suatu produk. Hal ini adalah salah satu cakupan dari aplikasi unsur nitrogen. Beberapa metode yang lazim digunakan untuk mengukur kadar total nitrogen pada sampel adalah metode spektrofotometri dan metode titrimetri. Keduanya memiliki fungsi maupun rentang yang berbeda, sehingga setiap metode ini memiliki cakupannya masing - masing.
Total Nitrogen seringkali didefinisikan sebagai total nitrogen organik ditambah dengan nitrogen anorganik. Total nitrogen organik adalah seluruh bentuk nitrogen yang berikatan dengan molekul organik. Total nitrogen anorganik didefinisikan sebagai jumlah antara nitrat, nitrit dan ammonium. Dari sisi lain, total nitrogen juga dapat didefinisikan sebagai total nitrogen Kjeldahl ditambah dengan nitrit dan nitrat. Perlunya pengukuran total nitrogen pun dilakukan karena alasan yang beragam bergantung pada aplikasi yang dituju. Khusus pada manufaktur chemical, total nitrogen dihitung untuk mengetahui kadar zat pengotor, misalnya pada produk ban. Di sisi lain, total nitrogen justru menggambarkan nutrisi yang perlu ditambahkan pada produk pupuk dan menjadi parameter wajib ukur berdasarkan SNI. Selain itu, total nitrogen juga perlu diukur untuk beberapa aplikasi air limbah untuk mengestimasikan nilai amonia ataupun total amonia dan senyawa nitrogen lainnya yang terkandung dalam sampel air limbah
Beberapa referensi mengacu pada 3 metode yakni metode Kjeldahl, metode Dumas dan metode spektrofotometri. Metode Kjeldahl dan metode Dumas memiliki prinsip yang agak berbeda dimana metode Kjeldahl masih merujuk pada reaksi kimia secara bertahap, sedangkan metode Dumas berfokus pada proses pembakaran senyawa sehingga menghasilkan gas NOx. Di lain sisi, metode spektrofotometri juga membutuhkan tahap destruksi dalam menentukan kadar nitrogen total pada suatu sampel. Pada beberapa kasus, metode spektrofotometri juga kerap kali dikombinasikan dengan metode Kjeldahl. Penjelasan untuk ketiga metode ini dijabarkan sebagai berikut :
Metode ini direkomendasikan oleh berbagai standar global maupun standar nasional, diantaranya AOAC, ASTM, ISO yang diadaptasikan dalam SNI. Metode referensi ini merekomendasikan metode Kjeldahl yang terdiri dari 3 tahapan. Tahapan tersebut yakni : digestion, destilasi (distillation), dan tahap penentuan kadar. Penjabaran dari setiap tahap dijelaskan sebagai berikut :
A. Tahap Destruksi (Digestion)
Sejumlah sampel dimasukkan ke dalam tabung uji, kemudian ditambahkan dengan asam sulfat dan katalis. Katalis ini terdiri dari kalium sulfat yang ditambahkan dengan tembaga sulfat dan selenium. Sampel kemudian dipanaskan hingga fasa nya berubah menjadi larutan. Dalam tahap ini senyawa ataupun modelul nitrogen dalam sampel telah mengalami pemutusan ikatan dan berubah menjadi ion ammonium (NH4+).

B. Tahap Destilasi (Distillation)
Pada tahap ini, ion ammonium (NH4+) direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) yang distimulasi sehingga menghasilkan gas amonia (NH3). Gas ini kemudian dikondensasikan dan ditangkap oleh cairan penangkap yang terbuat dari asam borat yang telah ditambahkan larutan indikator. Khusus untuk aplikasi ini, larutan indikator yang direkomendasikan adalah campuran larutan indikator dari metil merah (methyl red) dan metilen biru (methylene blue) atau metil merah dan bromkresol hijau (bromocresol green).

C. Tahap Penentuan Kadar
Umumnya, hasil destilat yang diperoleh kemudian ditentukan kadarnya dengan cara titrasi menggunakan larutan asam sulfat, sehingga dihasilkan warna merah yang merupakan titik akhir reaksi. Kadar kemudian dapat dihitung melalui rumus berikut :

Cara titrasi ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan instrumen otomatis seperti alat buret digital ataupun Alat Titrator otomatis (Automatic titrator). Selain cara titrasi, teknik spektrofotometri juga dapat digunakan yakni dengan menggunakan reagen Nessler yang dilanjutkan dengan pembacaan nilai absorbansi atau kadar konsentrasi analit pada Alat Spektrofotometer.
2. Metode Dumas
Metode ini tidak membutuhkan reaksi kimia selain reaksi oksidasi pembakaran sampel. Secara prinsip, sampel perlu dibungkus dengan alumunium foil, lalu diletakkan pada sample compartment suatu alat analyzer dan dibakar dalam furnace yang tersedia di dalam Alat analyzer. Setelah pembakaran selesai, hasil total nitrogen akan tampil langsung pada display. Sebagai catatan, instrumen analyzer ini biasanya tidak memiliki display, diperlukan komunikasi antara alat dengan perangkat lain seperti komputer atau laptop yang disertai dengan bekal software tertentu.
Secara prinsip kerja, alat dibekali dengan beberapa bagian, yakni furnace, CO2 trapper, water trap, tabung selubung (kolom). Dalam hal ini, sampel yang dibakar pada furnace akan menghasilkan beberapa molekul seperti CO2 (carbon dioxide), H2O dan NOx. Ketiganya akan dialirkan dalam suatu sirkuit sehingga difilter secara berurut. Molekul CO2 kemudian akan diserap oleh CO2 trapper, sehingga tersisa molekul NOx dan molekul air pada jalur. Lalu molekul air akan diserap oleh water trapper yang terbuat dari tembaga (II) sulfat yang terdapat dalam Alat, sehingga hanya tersisa gas NOx pada jalur. Gas ini kemudian akan ditangkap oleh detektor. Tidak ada rumus perhitungan yang diperlukan jika menggunakan metode Dumas, karena hasil akan tampil langsung dalam bentuk total mg nitrogen
3. Metode Spektrofotometri Destruksi Persulfat
Metode Spektrofotometri dapat diperuntukkan untuk penentuan total nitrogen disandingkan dengan adanya perlakuan awal (pre-treatment). Perlakuan awal ini dapat dilakukan melalui metode Kjeldahl ataupun metode lainnya seperti metode destruksi persulfat. Metode ini didasarkan pada pengubahan seluruh molekul nitrogen yang terkandung dalam sampel menjadi nitrat dengan adanya reaksi alkali persulfat dan panas yang diaplikasikan. Pemanasan memungkinkan menghasilkan reaksi lainnya sehingga zat - zat yang berpotensi mengganggu reaksi seperti oksida halogen dieliminasi dengan penambahan natrium metabisulfit.
Nitrat yang dihasilkan dari proses destruksi kemudian bereaksi dengan asam kromatropat (chromotropic acid) dalam keadaan yang sangat asam dan membentuk kompleks berwarna kuning. Kompleks ini kemudian dibaca nilai absorbansinya pada panjang gelombang berkisar 410 - 420 nm, tergantung instrumen analisis yang digunakan.




American Public Health Association. 2023. Standard Method For The Examination of Water and Wastewater Treatments 24th Edition. USA : APHA
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2024). SNI 2803 : 2024. Pupuk NPK Padat. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
De Silva, dkk. 2018. Effect of Technically Specified Rubber (TSR) Variations on Rheological
International Organization of Standardization. 2020. ISO 2000 - 2020 Eighth Edition : Rubber, Raw Natural For The Specification of Technically Specified Rubber (TSR)