Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Analisis Chemical Oxygen Demand (COD) dalam Limbah Cair Industri Tekstil

Analisis Chemical Oxygen Demand (COD) dalam Limbah Cair Industri Tekstil

Tuesday, 05 September 2023

Tahukah Anda bagaimana caranya untuk memastikan limbah cair industri tekstil yang dibuang ke lingkungan sesuai dengan baku mutu? Dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) salah satu parameter pengujian baku mutu limbah cair industri tekstil adalah nilai Chemical Oxygen Demand (COD) limbah cair. Baku mutu COD dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberi batasan bahwa maksimum nilai COD untuk limbah cair industri tekstil adalah 150 mg/L. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan analisis terhadap COD limbah cair industri tekstil. Analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode dengan refluks tertutup secara spektrofotometri yang sesuai dengan SNI Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019. Penggunaan spektrofotometer dalam analisis COD dapat menggunakan spektrofotometer portable, spektrofotometer visible dan spektrofotometer UV-Visible.

 

Limbah Cair Industri Tekstil

Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, pengelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasilkan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sintetis.

Adapun sumber limbah dan kandungan limbah tektil dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Sumber Limbah

Kandungan Limbah

Larutan penghilang kanji

Zat kimia pengkanji, penghilang kanji pati, PVA, CMC, enzim, asam

Pemasakan, merserisasi kapas dan pemucatan

Asam, basa, COD, BOD, padatan tersuspensi, dan zat-zat kimia.

Pewarnaan dan pembilasan

COD, zat warna (fenol, logam)

Limbah cair industri tekstil pada umumnya memiliki karakteristik berupa pH, Total Suspended Solids (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), fenol, krom, ammonia, minyak, lemak, sulfida dan nilai warna yang tinggi. COD atau Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK) merupakan salah satu parameter yang penting dalam menentukan tingkat pencemaran bahan organik pada air limbah yang wajib untuk diketahui nilainya, hal ini juga penting untuk dianalisis pada limbah cair industri tekstil.

Analisis COD Limbah Cair

Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik secara kimia di dalam air. Nilai COD merupakan ukuran tingkat pencemaran air oleh zat – zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasikan melalui proses mikrobiologis, serta mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. Diketahui dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.16/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah bahwa batas maksimum nilai COD untuk limbah cair industri tekstil adalah 150 mg/L.

Salah satu cara untuk menganalisis COD dalam limbah cair industri tekstil adalah dengan refluks tertutup secara spektrofotometri yang diatur di dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019.

Sebelum melakukan analisis COD, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh analis yaitu:

  1. Memerhatikan keselamatan kerja dengan cara menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan lingkup kerja.
  2. Membaca dan mempelajari safety data sheet (SDS) untuk setiap alat dan bahan kimia yang digunakan.
  3. Mempelajari prosedur pengujian.
  4. Memastikan cara pengambilan dan penyimpanan sampel yang tepat yang sesuai dengan standar yang digunakan.
  5. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti air deionisasi, digestion solution, digestion reactor, spektrofotometer, dan lainnya.

Sebelum pengujian dilakukan, analis juga perlu menyiapkan digestion solution yang disesuaikan dengan range sampel yang diuji. Adapun cara pembuatan digestion solution dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. 

Gambar 1. Cara pembuatan digestion solution untuk uji COD

Selain dapat dibuat sendiri, digestion solution COD juga telah tersedia secara komersial, baik itu digestion solution untuk sampel uji dengan nilai COD yang tinggi maupun digestion solution untuk nilai COD yang rendah.

Setelah itu, persiapan sampel uji ataupun pengawetan sampel uji dapat dilakukan berdasarkan prosedur yang ada di dalam SNI Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019. Di dalam SNI tersebut juga telah terdapat kebutuhan lainnya yang perlu disediakan dalam pengujian COD, yaitu selain sampel uji, dibutuhkan juga larutan blanko. Untuk pembuatan larutan blanko dapat dibuat berdasarkan prosedur pada gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Pembuatan larutan Blanko Uji COD

Setelah itu, kita dapat melakukan pengujian COD pada air limbah dengan mengikuti prosedur sebagai berikut.

Spektrofotometer yang dapat digunakan dalam pengujian COD dan parameter lainnya tersedia dalam berbagai pilihan dengan kemampuan pengujian.

  1. Terdapat spektrofotometer yang portable (dapat juga digunakan di laboratorium) yang memiliki kemampuan pengukuran dari rentang oanjang gelombang 340 nm sampai 800 nm.
  2. Spektrofotometer visible yang diperuntukkan untuk penggunaan di laboratorium yang dapat mengukur dari rentang panjang gelombang 320 nm sampai 1100 nm.
  3. Spetrofotometer UV-Visible yang diperuntukkan untuk penggunaan di laboratorium yang dapat mengukur dari rentang panjang gelombang 190 nm sampai 1100 nm.

Contoh ketiga pilihan spektrofotometer yang disebutkan diatas dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Spektrofotometer

Kelebihan dalam penggunaan metode spektrofotometri adalah spektrofotometer yang digunakan baik itu yang portable, visble dan UV-Visble dapat digunakan untuk pengujian parameter lainnya seperti amonia, besi, chloride, chlorine, mangan, dan masih banyak lagi.   

 

Referensi:

Asdep Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala. 2020. Informasi Praktis Lingkungan Hidup No. 4: Pengolahan & Pemanfaatan Limbah Tekstil. Kecil Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Riyanti, Anggrika; Monik Kasman; dan Muhammad Riwan. 2019. Efektivitas Penurunan Chemichal Oxygen Demand (COD) dan pH Limbah Cair Industri Tahu dengan Tumbuhan Melati Air melalui Sistem Sub-Surface Flow Wetland. Jurnal DAUR LINGKUNGAN, Vol. 2 (1): 16-20.

Badan Standar Nasional Indonesia. 2019. SNI Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019 tentang Air dan Air Limbah: Cara uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan Refluks Tertutup Secara Spektrofotometri. 

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.16/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah

 

Previous Article

Instrumen Portable untuk Analis Air Minum di Lapangan

Monday, 04 September 2023
VIEW DETAILS

Next Article

Cooled Incubator untuk Laboratorium

Thursday, 07 September 2023
VIEW DETAILS