Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364576{main}( ).../news-detail.php:0
Cara Membuat Larutan Nutrien untuk Uji BOD (Biochemical Oxygen Demand)

Cara Membuat Larutan Nutrien untuk Uji BOD (Biochemical Oxygen Demand)

Monday, 01 September 2025

Elemen apa yang paling esensial dalam uji BOD? Disebutkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 bahwa BOD termasuk salah satu parameter yang wajib diuji untuk menentukan kualitas air limbah. Parameter ini diuji melalui perantara mikroorganisme, yakni bakteri aerob. Salah satu elemen yang menunjang kinerja dari bakteri aerob adalah kecukupan nutrisi selama uji BOD berlangsung. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa larutan nutrisi (nutrient) sangat dibutuhkan dalam masa inkubasi pada uji BOD.

 

Metode Uji BOD

Secara garis besar, parameter biochemical oxygen demand (BOD) diuji dengan beberapa tahap, yakni tahap preparasi, tahap inkubasi dan tahap perhitungan kadar BOD. Parameter ini dapat diuji dengan beberapa metode, seperti metode titrimetri, metode dilusi probe dan metode respirometrik dalam kurun waktu minimal 5 hari (BOD5). Namun, hanya metode dilusi probe dan metode respirometrik yang dikonfirmasi sesuai standar APHA 5210 versi terbaru. Tentunya kedua metode ini memiliki prinsip dan Alat yang berbeda. 

A. Metode Dilusi Probe

Metode Dilusi Probe diimplementasikan dengan menggunakan Alat DO meter. Prinsip metode ini adalah dengan mengukur nilai oksigen terlarut/ dissolved oxygen (DO) pada sampel air limbah pada saat sebelum dan setelah proses inkubasi dilakukan dengan menggunakan probe DO. Kedua nilai ini kemudian dipakai untuk menghitung nilai BOD dengan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :

BOD5 adalah Nilai BOD yang terhitung selama 5 hari inkubasi (mg/L);

D1       adalah DO sampel hasil pengenceran sampel setelah preparasi (mg/L);

D2       adalah DO sampel setelah inkubasi selama 5 hari pada suhu 20oC (mg/L);

S         adalah Jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh bakteri;

Vs       adalah Volume larutan suspensi bakteri yang digunakan pada botol uji (mL_

P         adalah Fraksi desimal volume dari sampel yang digunakan; 1/P  = faktor dilusi

 

Alat DO meter yang dapat digunakan dapat berupa DO Polarograhic atau DO meter dengan memberan Luminescent. Perbedaannya hanya terletak pada waktu polarisasinya. DO meter tipe Polarographic membutuhkan setidaknya 30 menit untuk melakukan polarisasi, sedangkan DO meter dengan memberan Luminescent tidak membutuhkan waktu polarisasi sehingga pengukuran dapat dilakukan secara langsung, cepat dan dengan hasil yang lebih efisien. Khusus untuk uji BOD, juga telah tersedia elektroda DO Luminescent dengan fitur stirrer otomatis. Meskipun begitu, kedua tipe DO meter ini tetap relevan untuk digunakan dan sesuai dengan standar.

 

B. Metode Respirometrik

Berbeda dengan metode dilusi, metode respirometrik lebih menitik berartkan pada proses respirasi bakteri. Dalam hal ini, bakteri aerob akan melakukan respirasi dengan menghirup oksigen mencerna seluruh polutan dalam sampel air limbah dengan mengeluarkan gas buang berupa gas karbon dioksida (CO2). Gas ini kemudian ditangkap oleh absorber sehingga tekanan gas yang diukur oleh sampel adalah murni tekanan dari gas oksigen.

Proses pengukuran tekanan ini dilakukan secara kontinu baik pada saat dimulainya inkubasi sampai proses inkubasi selesai. Tekanan yang terukur kemudian diproses oleh sistem sehingga nilai BOD akan muncul pada display Alat. Prinsip ini diimplementasikan pada Alat BOD meter ataupun disebut juga sebagai Alat Sensor Respirometrik. Bahkan, telah hadir Alat Sensor Respirometrik yang telah dibekali Wireless Data Box yang dapat melakukan perekaman dan monitoring secara real time pada uji BOD yang dilakukan. 

 

Meski menggunakan metode yang berbeda, reagen yang digunakan tetaplah sama, sehingga analis perlu menyiapkan reagen yang sesuai dengan standar dengan kualitas terbaiknya. 

 

Cara Mempersiapkan Larutan Nutrisi untuk Uji BOD

Dikutip dari Standard Methods For The Examination of Water and Wastewater Treatment Edisi ke-24, larutan nutrisi untuk uji BOD dibuat dari beberapa reagen yakni, larutan A, larutan B, larutan C, dan larutan D. Detail dari seluruh reagen ini dijelaskan sebagai berikut :

  1. Larutan A 

Larutan ini adalah larutan buffer fosfat yang terdiri dari monopotassium phosphate (KH2PO4), dipotassium phosphate (K2HPO4), disodium phosphate (Na2HPO4), dan  ammonium chloride (NH4Cl) yang dilarutkan dalam aquades. Reagen ini kemudian disesuaikan pH nya menjadi 7.2 dengan penambahan larutan basa seperti natrium hidroksida (NaOH). Larutan ini difungsikan sebagai buffer yang menjaga kesetimbangan pH selama proses pengukuran BOD pada sampel air limbah berlangsung. Tentunya, hal ini didasarkan pada perubahan pH yang dapat mengganggu analisis BOD. 

  1. Larutan B

Larutan ini terbuat dari magnesium sulfate (MgSO4) yang dilarutkan dalam aquades. Magnesium berperan sebagai nutrisi pada bakteri untuk membantu proses secara enzimatik agar bakteri aerob dapat tumbuh secara optimal.

  1. Larutan C

Larutan ini disiapkan dengan melarutkan kalsium klorida (CaCl2) dalam aquades, yang membantu untuk mengoptimalkan kombinasi larutan nutrisi nantinya. 

  1. Larutan D

Besi (III) klorida (FeCl3) digunakan pada larutan ini dengan melarutkan serbuk Ferrous chloride pada aquades. 

 

Setiap larutan di atas dapat dipreparasi dengan pengadukkan menggunakan Alat Stirrer ataupun Multistirrer jika kebutuhan stirring relatif banyak. Larutan - larutan tersebut kemudian dicampurkan ke dalam aquades untuk dijadikan sebagai larutan nutrisi pada analisis ataupun sebagai air dilusi pada uji biochemical oxygen demand (BOD). Larutan - larutan ini dipreparasi sebelum pengujian BOD dilakukan dan dijaga kualitasnya agar analisis BOD yang dilakukan akurat dan optimal. 

 

Apakah Larutan Nutrisi BOD Tersedia Secara Komersial? 

Tentu! Larutan nutrisi BOD komersial justru direkomendasikan juga pada metode APHA 5210. Dengan catatan, produk komersial tersebut ekuivalen dengan keempat larutan yang telah dijabarkan diatas. Dewasa ini pun Larutan nutrisi BOD komersial lebih banyak dipilih karena lebih praktis dan lebih terjamin kualitasnya. Tidak hanya itu, penggunaan Larutan nutrisi BOD komersial juga memberikan banyak dampak positif, diantaranya : 

  1. Hemat Waktu Persiapan

Dalam hal ini, analis tidak perlu menyiapkan berbagai reagen dalam kurun waktu yang cukup lama. 

  1. Tidak Boros Bahan Kimia

Karena seluruh komponen nutrisi untuk bakteri aerob telah terkandung dalam Larutan nutrisi BOD komersial, analis hanya perlu menyiapkan 1 buah larutan nutrisi BOD komersial yang disesuaikan untuk volume air dilusi yang dibutuhkan atau langsung pada botol uji. 

  1. Hemat Cost

Dengan menghemat reagen yang digunakan, hal ini pasti akan berpengaruh pada cost yang digunakan sehingga jauh lebih hemat. 

  1. Limbah yang terkendali

Berkurangnya reagen yang digunakan akan berdampak pada jumlah limbah operasional yang dihasilkan, dan sehingga pada konteks ini limbah operasional yang dihasilkan akan lebih sedikit. 

 

Bagaimana Cara Preparasi Larutan Nutrien BOD Komersial? 

Hal ini bergantung pada kemasan yang dipilih. Adapun tipe nya dapat untuk sejumlah besar volume seperti 3 Liter, 1 gallon dan lainnya. Namun, tersedia juga kemasan yang diperuntukkan untuk langsung ditambahkan pada botol uji BOD. 

  1. Larutan Dilusi Kapasitas Besar

Untung menyiapkan larutan nutrien BOD, analis hanya perlu melarutkan nutrient buffer pillow tersebut dalam aquades bebas organik dengan kuantitas yang disesuaikan. Misal, untuk nutrien buffer pillow 3L, maka dibutuhkan volume aquades bebas organik sebanyak 3 Liter.

 
  1. Kemasan Praktis

Khusus untuk kemasan praktis, dengan kapasitas 300mL. Analis memiliki 2 opsi, yakni dengan menambahkan langsung nutrient buffer pillow pada botol uji atau melarutkannya dalam 300 mL aquades bebas organik untuk membuat air Dilusi jika pengenceran diperlukan.

 

Bagaimana? Cukup praktis bukan? Hal - hal yang telah dijabarkan inilah yang membuat banyak analis bermigrasi untuk menggunakan larutan nutrien BOD komersial. 

 

Referensi 

American Public Health Association. 2023. Standard Method For The Examination of Water and Wastewater Treatments 24th Edition. USA : APHA

Badan Standardisasi Nasional. 2009. Standar Nasional Indonesia Nomor 6989 Bagian 72 tentang “Air dan Air Limbah - Bagian 72 : Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/ BOD)

Hach Company. 2015. Hach Method 10099, Respirometric Method : Oxygen Demand, Biochemical. USA : Hach Company

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2014. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 tentang "Baku Mutu Air Limbah"

Previous Article

Metode Spektrofotometer Visible untuk Pengujian Kualitas Air Limbah Industri Cat

Tuesday, 26 August 2025
VIEW DETAILS

Next Article

Metode Uji Kandungan Amoniak dalam Air Budidaya Ikan

Tuesday, 09 September 2025
VIEW DETAILS