| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 363048 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Parameter apa yang memiliki dampak besar pada krim kosmetik? Peran kadar air sangat esensial dan mempengaruhi beberapa aspek dari krim kosmetik. Studi menyebutkan bahwa kadar air dalam krim kosmetik berpengaruh pada tingkat penyerapannya pada kulit serta efektivitas kerjanya. Bahkan kadar air juga dapat berimbas pada stabilitas serta umur simpan produk yang dihasilkan. Dari segi tampilan fisik, kadar air pun akan berdampak pada tekstur produk. Meskipun begitu, tidak ada acuan secara spesifik yang mewajibkan nilai kadar air krim kosmetik pada rentang tertentu. Nilai ini tetap merujuk pada regulasi yang berlaku di perusahaan terkait serta karakteristik krim kosmetik yang hendak ditargetkan.
Monitoring Kadar Air pada Krim Kosmetik
Meski tidak secara eksplisit disebutkan sebagai metode rujukan yang baku untuk bidang kosmetik, namun metode USP <921> dapat dijadikan sebagai referensi untuk menentukan kadar air pada krim kosmetik. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah metode titrimetri Karl Fisher dan metode gravimetri. Pembahasan dari masing - masing metode dapat disimak sebagai berikut :
Keterangan :
A adalah berat cawan kosong dinyatakan dalam gram;
B adalah berat cawan + berat contoh awal, dinyatakan dalam gram;
C adalah berat cawan + berat contoh kering, dinyatakan dalam gram.
Monitoring kadar air dapat dilakukan menggunakan instrumentasi yang sesuai dengan metode yang dipilih. Dipilihnya metode pengujian kadar air tentu didasarkan pada karakteristik sampel. Umumnya, jika kadar air sediaan krim kosmetik terlalu rendah atau jika krim kosmetik mengandung komponen yang mudah menguap atau bahkan mengandung komponen yang sensitif terhadap suhu, maka penggunaan metode titrimetri sangat direkomendasikan sehingga pada kasus ini, user disarankan untuk menggunakan Alat Automatic titrator Karl Fischer.

Gambar 1. Tampilan Alat Automatic Titrator Karl Fischer
Selain metode Karl Fischer, metode gravimetri juga menjadi salah satu yang direkomendasikan untuk sediaan krim kosmetik. Metode gravimetri menggunakan kombinasi antara neraca analitik dan Alat Oven Laboratorium. Khusus untuk sampel yang tergolong sensitif terhadap suhu, penggunaan Alat Vacuum Oven dapat dijadikan sebagai alternatif karena user dapat mengkondisikan penguapan kadar air pada suhu rendah dengan cara mengaktifkan vakum sehingga tekanan pada chamber analisis akan berada dibawah tekanan atmosfer ambien. Namun jika tidak, maka Alat Oven Laboratorium yang umum dapat diaplikasikan.
Referensi
Hach Company. 2016. Volumetric two-component ethanol based Karl Fischer Titration. USA : Hach Company
Kelchen, Meghan N, dkk. 2019. A pilot study to evaluate the effects of topically applied cosmetic creams on epidermal responses, Skin Pharmacol Physiol, Vol 15;31(5):269–282
Kern -Sohn Company. 2025. Operating instructions : Analytical balance. Germany : Kern -Sohn Company
Maru, Avish D. dan Swaroop R.Lahoti. 2018. Formulation and Evaluation of Moisturizing Cream Containing Sunflower Wax, Int J Pharm Pharm Sci, Vol 10, Issue 11, 54-59
Memmert. 2025. 5 good reasons for a Memmert, https://www.memmert.com/en/why-memmert/5-good-reasons
US Pharmacopeia. US Pharmacopeia ?921? Water Determination, https://doi.usp.org/USPNF/USPNF_M99710_02_01.html
US Pharmacopeia. US Pharmacopeia <731> Loss on Drying. http://www.pharmacopeia.cn/v29240/usp29nf24s0_c731.html