Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Anak Timbang

Anak Timbang

Thursday, 01 August 2019

Seperti halnya instrumen pengukuran apa pun, instrumen penimbangan juga harus dikalibrasi secara rutin untuk memastikan bahwa alat ukur tersebut diukur dengan benar dan akurat. Kalibrasi yang dapat dilacak secara metrologis adalah satu-satunya cara untuk mengetahui seberapa akurat pengukuran instrumen penimbangan. Untuk melakukan kalibrasi timbangan dibutuhkan anak timbang (test weights).

Gambar 1. Anak timbang

Anak timbang atau test weight yang dipakai secara operasional maupun untuk kepentingan verifikasi (misalnya daily-check) dan kalibrasi direkomendasikan untuk diklasifikasi sehingga sesuai dalam peruntukannya. Ada beberapa standard klasifikasi secara internasional. Standard yang digunakan di Indonesia dalam hal metode pengukuran dan kalibrasi massa (yang didalamnya juga termasuk anak timbang) mengacu kepada standard Organitation internationale de Metrologie Legale (OIML).

Setiap anak timbang memiliki klasifikasi dengan kelas tertentu yang memiliki syarat dasar berupa material dan dimensi tertentu. Syarat utama lainnya adalah batas kesalahan yang diperbolehkan atau maximum permissible error (mpe), Serta dalam penggunaan anak timbang, setiap kelas memiliki aturan tertentu yang harus diperhatikan. Kelas yang lebih tinggi lebih mensyaratkan prosedur penggunaan yang ketat dan rumit serta kehati-hatian dan kecermatan yang tinggi, sehingga menunjang ketepatan penimbangan itu sendiri.

Secara umum, menurut OIML R111-1 ada 3 klasifikasi, yaitu:

  1. Kelas M (Medium). Terdiri dari kelas M1, M2 dan M3
  2. Kelas F (Fine) : Kelas ini lebih tinggi dari kelas M. Terdiri dari kelas F1 dan kelas F2
  3. Kelas E (Extra-fine) : Kelas ini lebih tinggi dari kelas F. Terdiri dari Kelas E1 dan kelas E2.

Gambar 2. Kern Test Weights

Dengan tabel mpe seperti dibawah ini dalam satuan mg:

Gambar 3. Tabel OIML R111 (edition 2004).  Weights of classes E1, E2, F1, F2, M1, M1–2, M2, M2–3 and M3 

Seperti contoh diatas misalnya kelas anak timbang F1 yang 1 kg, maka maximum error yang boleh adalah 5,0 mg. Artinya massa konvensional anak timbang itu harus pada rentang 999,995 gram sampai dengan 1000,005 gram.

Anak timbang yang biasa dipakai untuk verifikasi timbangan pada laboratorium analitik, timbangan lengan untuk emas, timbangan digital analitik untuk formulasi obat dan semacamnya, harus memakai minimal kelas F2. Selain untuk peruntukkan itu, bisa disesuaikan penggunaan dan beban operasionalnya dibanding dengan toleransi penggunaannya.

 

 

 

Referensi:

kern-sohn.com

https://blog.beamex.com/weighing-scale-calibration-how-to-calibrate-weighing-instruments

https://www.pitoyo.com/catatanpitoyo/index.php/cal/kalibrasi-massa/114-klasifikasi-anak-timbang

https://www.oiml.org/en/files/pdf_r/r111-1-e04.pdf

Previous Article

Kadar Amonia dalam Perairan

Thursday, 01 August 2019
VIEW DETAILS

Next Article

MLS-D Infrared Moisture Analyzer

Tuesday, 06 August 2019
VIEW DETAILS