Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364464{main}( ).../news-detail.php:0
Analisis Air untuk Industri Bahan Kimia

Analisis Air untuk Industri Bahan Kimia

Monday, 12 June 2023

“Tidak semua air adalah sama.” Perlu diingat khususnya kebutuhan air dalam industri bahan kimia sangat berbeda dengan kebutuhan air pada industri lainnya. Salah satu fungsi penting air adalah dapat melarutkan zat lain dan menjadi bahan pengencer zat lain khususnya dalam industri bahan kimia. Namun kualitas air yang digunakan dalam industri bahan sangat penting untuk dijaga karena banyaknya kontaminan dalam air seperti ion-ion dan senyawa organik, partikel-partikel juga mikroorganisme yang dapat memengaruhi ataupun menurunkan nilai kualitas bahan kimia yang diproduksi. Oleh karena itu, dalam mengontrol kontaminan khususnya kontaminan kimia dalam air, dapat dilakukan dengan menggunakan colorimeter atau spektrofotometer.

Air yang dibutuhkan dalam industri bahan kimia umumnya memiliki kriterianya masing-masing, seperti demineralized water, pure water, high-purity water, theoretical water, desalinated water, dan lain-lain. Untuk itu, dalam melakukan monitoring air untuk kebutuhan industri bahan kimia, parameter yang dikontrol atau dianalisis juga menjadi beragam. Adapun parameter yang umumnya dilakukan monitoring seperti resistivity, Total Organic Carbon (TOC), jumlah bakteri, jumlah partikel, klorin bebas (free chlorine), silica, iron, manganese, sulfate dan nilai pH atau senyawa-senyawa kimia lainnya yang harus diuji untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan dan umumnya, air yang digunakan telah melalui proses pemurnian, dan berbagai teknologi pemurnian biasanya diterapkan dalam menghasilkan air untuk industri bahan kimia.

Teknologi Pemurnian Air untuk Penggunaan Industri Bahan Kimia

Ada berbagai teknologi yang dapat diterapkan atau digunakan dalam memproduksi air untuk kebutuhan industri kimia, seperti : activated carbon dan chlorine removal yang berguna untuk menghilangkan zat organik dengan cara diadsorpsi dan menghilangkan klorin dengan cara adsorpsi-reduksi; selanjutnya teknologi distillation, teknologi ini dapat digunakan untuk menghilangkan kontaminan dalam air dan instrumen produksinya relatif lebih sederhana dan murah dibandingkan teknologi lainnya; ada juga teknologi Reverse Osmosis (RO) yaitu teknologi yang berguna untuk menghilangkan kontaminan seperti ion-ion, senyawa organik-pirogen, virus, bakteri, partikel-partikel dan koloid. Teknologi lainnya yaitu ion exchange, teknologi ini efektif untuk menghilangkan ion-ion namun tidak dapat menghilangkan partikel, material organik, koloid ataupun mikroorganisme. Selain itu, ada juga teknologi Electro Deionization (EDI), teknologi UV light dan teknologi Ultrafiltration (UF). Efektivitas teknologi pemurnian air dalam menghilangkan kontaminan di dalam air yang sebelumnya telah disebutkan, dirangkum dalam diagram yang ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Efektivitas teknologi pemurnian air dalam menghilangkan kontaminan di dalam air

 

Setiap teknologi memiliki efektifitas yang berbeda-beda, namun berbagai teknologi pemurnian air ini dapat dikombinasikan untuk menghasilkan air dengan kualitas yang terbaik. Dengan demikian, sangat penting untuk dilakukannya analisis dan monitoring parameter kimia dalam air yang akan digunakan dalam industri bahan kimia.

 

Analisis Parameter Kimia Air untuk Industri Bahan Kimia

Analisis parameter kimia dalam air yang akan digunakan dalam industri bahan kimia dapat dilakukan dengan metode kolorimetri dan spektrofotometri.

1. Analisis dengan metode kolorimetri

Kolorimetri adalah metode perbandingan menggunakan perbedaan warna. Metode kolorimetri mengukur warna suatu zat sebagai perbandingan. Biasanya cahaya putih digunakan sebagai sumber cahaya untuk membandingkan absorpsi cahaya relatif terhadap suatu zat. Kelebihan metode kolorimetri adalah kemudahannya dalam menetapkan kuantitas zat yang sangat kecil. u dua persen. Salah satu faktor utama dalam metode kolorimetri adalah intensitas warna yang harus proporsional dengan konsentrasinya. Alat yang digunakan untuk analisis dengan metode kolorimetri disebut dengan colorimeter. Colorimeter adalah alat yang digunakan dalam kolorimetri. Di bidang sains, kata ini umumnya mengacu pada perangkat yang mengukur absorbansi pada panjang gelombang cahaya tertentu oleh larutan yang spesifik. Perangkat ini biasa digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan terlarut yang diketahui dalam larutan yang diberikan dengan penerapan Hukum Beer-Lambert, yang menyatakan bahwa konsentrasi zat terlarut adalah sebanding dengan absorbansi.

2. Analisis dengan metode spektrofotometri

Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer ialah menghasilkan sinar dari spektrum dan panjang gelombang tertentu, sedangkan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi.

 

Untuk memilih penggunaan metode dan alat yang tepat untuk digunakan dalam analisis air untuk bahan kimia khususnya kita perlu mengetahui beberapa hal guna memilih metode dan alat analisis yang akan digunakan secara tepat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan atau diketahui dalam memilih antara colorimeter atau spektrofotometer adalah:

  1. Parameter yang akan diuji
  2. Metode yang digunakan apakah kolorimetri atau spektrofotmetri
  3. Panjang gelombang untuk parameter yang akan diuji
  4. Sumber cahaya yang disesuaikan dengan regulasi yang diakui
  5. Penggunaan di lapangan atau di laboratorium

Pada Tabel 1 di bawah ini telah ditampilkan beberapa contoh alat colorimeter dan spektrofotmeter yang dapat digunakan untuk melakukan analisis air untuk industri bahan kimia.

Tabel 1. Contoh Alat Colorimeter dan Spektrofotmeter

Dengan demikian, analisis air untuk industri bahan kimia dapat dilakukan dengan menggunakan colorimeter atau spektrofotometer baik itu untuk penggunaan di lapangan ataupun di laboratorium.

 

 

Referensi:

J. Bassett, R.C. Denney, G.H. Jeffery, dan J. Mendham (1991). (Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik terjemahan dari Vogel’s Textbook of Quantitative Inorganic Analysis Including Elementary Instrumental Analysis, penerjemah: A. Hadyana P. dan Ir. L. Setiono. Penerbit Buku Kedokteran EGC. ISBN 979-448-228-5.

Wikipedia. 2021. https://id.wikipedia.org/wiki/Kolorimetri#cite_note-satu-1. Diakses pada 12 Juni 2023 Pukul 10.12 WIB.

Previous Article

Mengenal Temperature Data Logger

Monday, 05 June 2023
VIEW DETAILS

Next Article

Uji pH Produk Frozen Food Setelah Proses Defrosting

Tuesday, 20 June 2023
VIEW DETAILS