Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Jenis Sampel Menentukan Tipe Elektroda pH

Jenis Sampel Menentukan Tipe Elektroda pH

Monday, 26 October 2015

Teori pH

PH terdiri dari huruf “p” dan “H” yang berarti “Power of Hydrogen”. Dalam larutan berair mengandung banyak molekul H2O yang merupakan kombinasi dari ion hidrogen dan ion hidroksida. pH menggambarkan banyaknya aktifitas ion hidrogen dan ion hidroksida dalam suatu larutan berair. pH juga menjelaskan bahwa larutan tersebut bersifat asam ataupun basa. Bilamana aktifitas ion hidrogen meningkat maka pH akan menurun, larutan bersifat asam. Sedangkan larutan bersifat basa atau alkali, dimana aktifitas ion hidroksida meningkat dan nilai pH menjadi meningkat.

Pengukuran pH

Pengukuran pH dilakukan dengan metode potensiometri menggunakan elektroda, yang sering disebut pH meter dan probe. Elektroda pH (Gambar 1) bekerja dengan adanya kerjasama antara eletroda reference dan eletroda Hidrogen (ISE) atau elektroda working. Selain ini komponen dari eletroda pH terdiri dari elektroda body, larutan elektrolit, reference junction (jembatan garam) dan pH-sensing bulb (membran sensor).

Material dari komponen elektroda tersebut akan berbeda antara eletroda satu dengan lainnya karena menyesuaikan sifat larutan sampel yang akan diukur.

 Jenis sampel menentukan tipe elektroda yang digunakan. Tiap sampel memiliki karakteristik sifat yang berbeda-beda, diantaranya memiliki sifat viscous, mengandung alkali atau asam yang berlebih, maupun memiliki sifat ionik yang sangat rendah.

Gambar 1. Komponen Elektroda pH

Memilih Elektroda yang Sesuai

Komponen elektroda yang penting untuk dicermati sebelum memilih elektroda yang tepat adalah

a.    Bodi Elektroda
Terdapat 2 jenis bahan untuk bodi elektroda yaitu glass dan epoxy. Bahan glass biasa digunakan di semua jenis sampel, baik dipilih apabila sampel mengandung solvent/pelarut. Untuk elektroda berbahan epoxy atau plastik, lebih rugged sehingga dapat digunakan untuk aplikasi di laboratorium maupun lapangan


b.    Reference Electrolyte
Reference electrolyte adalah larutan elektrolit berupa KCl yang sengaja diisikan ke bodi dalam elektroda sebagai reference. Terdapat 3 bentuk elektrolit yaitu liquid, yang dapat direfil ke elektrode apabila sudah habis atau dibersihkan. Elektrolit liquid bisa digunakan untuk semua sampel, karena bentuknya yang cair maka sesuai untuk jenis sampel yang ekstrem seperti untuk sampel viscous, memiliki sifat ionik rendah maupun tinggi, sampel tanah atau limbah dan sampel-sampel sulit lainnya. Jenis elektrolit ini memiliki respon yang cepat.

Kemudian elektrolit gel dan polimer. Kedua jenis elektrolit ini tidak seperti liquid yang memiliki outflow yang tinggi, elektrolit gel dan polimer lebih mudah dimaintenance karena tidak perlu refill, akan tetapi memiliki lifetime yang singkat. Untuk aplikasi lebih baik digunakan untuk kebutuhan pengecekan sampel air.

c.    Reference Junction
Reference junction atau jembatan garam merupakan tempat kontak elektrik antara sistem reference dengan larutan sampel. (Tabel 1)

Tabel 1. Tipe Bentuk Reference Junction (Salt Bridge)

d. Membran Sensor (pH-Sensing bulb)

Membran sensor adalah lapisan gel di bagian dalam dan luar bulb, lapisan ini sangat tipis. Membran ini berfungsi sebagai tempat pertukaran ion hidrogen dari dalam layer dengan ion hidrogen dari sampel. Membran sensor memiliki beberapa bentuk yang menyesuaikan bentuk sampel. (Tabel 2)

Tabel 2. Tipe-tipe Bentuk Membran sensor 

e. Jenis Elektroda (Kombinasi atau Diferensiasi)

Jenis eletroda yaitu elektroda kombinasi atau eletroda diferensiasi, dimana kombinasi adalah eletroda reference dan elektroda working terdapat dalam 1 bodi elektroda, sedangkan diferensiasi dibutuhkan 2 elektroda yang terpisah. 

Beberapa principle memiliki tipe elektroda pH yang dapat digunakan untuk pengukuran pH sampel, yang telah disesuaikan bentuk dan karakteristiknya dengan beberapa jenis sampel.

 

 

Daftar Pustaka

Thermo Scientific : Thermo Scientific pH Electrode Handbook. www.thermoscientific.com (diakses 26 Oktober 2015)

YSI Laboratory : The pH Handbook a Practical Guide to pH Measurement. ysi.com/ysi-blog (diakses 26 Oktober 2015)

 

Previous Article

Pengukuran Partikel Di Dalam Obat

Friday, 09 October 2015
VIEW DETAILS

Next Article

Limbah Cair Industri

Monday, 26 October 2015
VIEW DETAILS