Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Pengaruh Ukuran Partikel di Dalam Kosmetik

Pengaruh Ukuran Partikel di Dalam Kosmetik

Friday, 28 August 2015

KOSMETIK tersedia dalam berbagai suspensi seperti emulsi, gel, lotion, atau krim yang mengandung partikel. Ukuran partikel dalam kosmetik menentukan keseluruhan fungsi, stabilitas dan sensitivitas pada kulit.

PRODUK

Compact Powder merupakan jenis bedak yang banyak digunakan oleh wanita salah satu zat penyusunnya adalah "Pearlescent pigment”  yaitu suatu pigment yang dilapisi oleh nanomaterial seperti titanium oksida atau besi oksida. Ukuran partikel dari nano material tersebut memberikan efek dari kosmetik yang dihasilkan. Partikel dengan ukuran <25μm dapat memberikan efek lembut, partikel yang lebih besar 20-150 μm memberikan efek mengkilap, partikel 20-25 μm menghasilkan efek bercahaya,dan untuk partikel 50-500 μm memberikan efek bahan yang mudah menyerap pada kulit.

Lipstik terdiri dari pigmen yang tersebar di dalam minyak dan wax (lilin) dengan komposisi yang di batasi oleh aturan yang berlaku. Ratio untuk minyak : wax : pigmen adalah : minyak 50-70%, wax 20-30% dan pigment 5-15 % . Ketepatan warna pada lipstick bergantung dari distribusi ukuran partikel dari pigment pada lipstick, tidak hanya itu tingkat kepadatan dan mengkilapnya suatu lipstick juga di pengaruhi oleh ukuran partikel, semakin padat bentuk lipstick maka semakin besar penyebaran distribusi partikelnya. Ukuran partikel pada pigment juga berpengaruh pada ketahan warna lipstick pada saat digunakan

Mascara disusun dari karbon hitam biasanya ada dalam pelet atau bentuk bubuk. Karbon hitam memiliki struktur yang kompleks dengan partikel bulat menyatu bersama. Diameter partikel mempengaruhi kegelapan dan kemampuan terdispersi ketika dicampur dengan resin. 

LS 13 320 MW merupakan instrument particle counter dari Beckman yang mampu mengukur partikel di dalam kosmetik, kemampuannya yang dapat mengukur partikel dari 0.017 µm s/d 2000 µm dilengkapi dengan teknologi PIDS sehingga semua partikel yang dilewati akan terukur, serta  waktu analisis yang cukup singkat 15-90 detik menjadikannya sebagai pilihan tepat dalam menganalisis partikel di dalam kosmetik anda.

-OR-

DAFTAR PUSTAKA

1. Anuradha Patel, Parixit Prajapati, Rikisha Boghra. (2011), Overview on Application of Nanoparticle in Cosmetic. Department of Pharmaceutics, Smt. B.N.B. Swaminarayan Pharmacy College, Vapi, Gujrat-India, Asian Journal of Pharmaceutical Sciences and Clinical Research (AJPSCR) Vol. 1, Issue 2 (2011), 40-55.
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kosmetik, diunduh pada tanggal 28 Agustus 2015
3. Particle Characterization, Cosmetic, 11 Juni 2015, http://www.beckmancoulter.com/
4. S. KO, Y. H. ROH, et all,. (2009), The effect of cationic polymer treatment on adhesion of iron oxide to eyelashes, Korea University, Seoul 136-701 (S.K., H.G.J), and AMOREPACIFIC R&D Center, Yongin 446-729 (S.K., Y.H.R., J.H.C.,S.H.J., S.H.H.), Republic of Korea. J. Cosmet. Sci., 60, 617–625 (November/December 2009).

Previous Article

News Baru

Monday, 01 June 2015
VIEW DETAILS

Next Article

Pentingnya kalibrasi untuk instrumen

Monday, 31 August 2015
VIEW DETAILS