Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
PENGAWASAN SUHU DALAM PENYIMPANAN MAKANAN

PENGAWASAN SUHU DALAM PENYIMPANAN MAKANAN

Wednesday, 28 February 2018

Salah satu faktor penyebab keracunan pangan adalah penyimpanan bahan pangan yang tidak tepat. Angka kejadian keracunan makanan sebenarnya dapat dicegah. Salah satu caranya memastikan penyimpanan bahan pangan sudah tepat dari segi pengaturan suhu dan waktu. Langkah atau tahap penyimpanan bahan makanan merupakan salah satu bagian dari proses menghasilkan makanan yang aman dan bermutu. Untuk mengatur suhu tempat penyimpanan bahan pangan, berikut beberapa kiatnya:

  • Segera proses bahan makanan seperti fillet ikan atau jika merasa perlu menyimpannya maka pastikan suhu sudah benar.
  • Simpan makanan yang mudah rusak di pendingin tepat dengan suhu pembekuan yang benar untuk menghindari berkembangnya mikrobakteria.

Berikut adalah contoh-contoh makanan yang berkemungkinan besar dapat membahayakan sehingga harus dalam pengawasan suhu berdasarkan Peraturan-Peraturan Standar-Standar Makanan Australia Selandia Baru (Australia New Zealand Food Authority):

  • Daging mentah dan yang dimasak atau makanan yang mengandung daging, seperti casseroles, kari dan lasagne;
  • Produk-produk susu, misalnya susu, poding dan kue-kue yang memakai susu; • makanan hasil laut (tidak termasuk hasil laut yang hidup);
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran yang diproses, misalnya selada-selada; • nasi dan pasta yang telah dimasak;
  • Makanan-makanan yang mengandung telur-telur, buncis-buncis, kacang-kacangan atau makanan-makanan lain yang banyak campuran protein, seperti quiche dan produk- produk kacang kedelai
  • Makanan yang mengandung makanan-makanan yang disebut ini, seperti sandwiches dan rolls.

Daging, Ikan, Udang dan Olahan Sejenis

Untuk penyimpanan :

  • 3 hari : -5oC ~ 0oC
  • 1 minggu : -19oC ~ -5o
  • Lebih dari 1 minggu : dibawah -10oC

Telur, Susu dan Olahan Sejenisnya

Untuk penyimpanan :

  •  3 hari : -5oC ~ 0oC
  •  1 minggu : -19oC ~ -5oC
  •  Lebih dari 1 minggu : dibawah -10oC

Sayuran, Tepung, Biji-bijian dan Umbi Kering

Untuk penyimpanan :

  •  Sayuran lebih dari 1 minggu : 7oC ~ 10oC
  •  Tepung, biji-bijian, dan umbi kering di suhu kamar 25oC

Selain bahan makanan yang perlu diperhatikan, tempat penyimpanannya pun perlu diperhatikan.

Freezer / Freezer Storage

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk di dalam freezer adalah :

  • Menjaga suhu freezer  tetap rendah yaitu sekitar minus 0 0C. Cek keadaan freezer secara teratur. Jika terdapat banyak bunga es pada freezer, simpan makanan dan bahan makanan beku di freezer yang lain (freezer yang tidak ada bunga esnya)
  • Jangan dibekukan kembali makanan atau bahan makanan yang sudah dicairkan kecuali makanan dan bahan makanan tersebut telah benar-benar dimasak.

Lemari es / Refrigerator Storage

  • Menjaga suhu lemari es tetap berada pada  -5 0C atau lebih rendah dari itu. Letakkan  thermometer pada bagian paling panas dan paling dingin di dalam lemari es untuk mendapatkan hasil yang akurat, lalu ukur dan catat suhu secara teratur.
  • Jangan simpan makanan mentah dan daging mentah di atas makanan yang sudah melalui proses persiapan.

Kering / Dry Storage

  • Simpan makanan kaleng dan bahan-bahan makanan kering dalam kondisi kering. 
  • Beri label dan tanggal untuk semua bahan makanan dan makanan kering.
  • Lakukan pengukuran dan pencatatan suhu ruangan secara teratur.
  • Simpan semua bahan makanan dan makanan di dalam bungkus dan tempat yang bersih. Kemaslah produk dalam kemasan yang berlapis lembab dan berbahan kedap udara.
  • Jangan menyimpan makanan yang diambil dari tempat yang berbahan galvanis (berlapis seng) seperti wadah kaleng, kecuali terbuat dari stainless steel karena berpotensi menjadi racun akibat dari kontaminasi kaleng. Makanan atau bahan makanan dapat disimpan dalam food grade plastic atau wadah kaca

     Tempat untuk menyimpan makanan baik di freezer storage, refrigerator storage maupun dalam dry storage perlu pemantauan suhu. Ketiganya perlu dilakukan pengukuran dan pencatatan suhu ruangan secara teratur.

EBI 25-T data logger adalah temperatur logger dari EBRO yang cocok untuk pemantauan dan pendokumentasian temperatur secara terus menerus secara otomatis. EBI 25-T dilengkapi dengan sistem wireless sehingga menjamin bahan pangan disimpan pada suhu yang tepat. EBI 25-T ini sangat cocok digunakan untuk pemantauan tempat penyimpanan (storage).  Produk EBI 25-T data logger menggunakan baterai yang dapat diganti dengan mudah oleh user (user replacement battery).

Gambar 1. EBI 25-T

Keunggulan EBI 20 data logger:

  • Excellent price/performance ratio
  • Automatic recording of temperature data
  • Programming and evaluation with PC 
  • LED alarm
  •  Min/max values on display.
  • Wireless connection 868 MHz

Gambar 2. EBI 25-T wireless system

Daftar Pustaka:

https://mimi150486.wordpress.com/2013/02/06/41/ diakses tanggal 23 februari pukul 0.30

http://lifestyle.kompas.com/read/2013/12/13/1020247/Penyimpanan.Tepat.Makanan.Aman.dan.Sehat. diakses tanggal 25 Februari 2018 pukul 22.00

https://www.foodstandards.gov.au/consumer/safety/faqsafety/documents/IND%20Temperature%20Control.pdf diakses tanggal 25 Februari 2018 pukul 23.00

https://www.ebro.com/en/applications/data-logger.html diakses tanggal 26 Februari 2018 pukul 09.00

,

Previous Article

KARAKTERISASI CAMPHOR SEBAGAI BAHAN OBAT MENGGUNAKAN POLARIMETER

Tuesday, 27 February 2018
VIEW DETAILS

Next Article

HIRSCHMANN Labopette

Thursday, 01 March 2018
VIEW DETAILS