Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Pengujian Kadar Abu dengan Metode Gravimetri pada Produk Dairy

Pengujian Kadar Abu dengan Metode Gravimetri pada Produk Dairy

Tuesday, 12 January 2021

Metode yang digunakan dalam pengujian kadar abu pada produk dairy umumnya adalah metode gravimetri. Apa itu metode gravimetri? Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode kimia analitik untuk menentukan kuantitas suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri melibatkan proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Pengujian kadar abu dilakukan untuk memonitoring kualitas produk makanan dan minuman yang sesuai dengan Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical Chemistry (AOAC) dan Standar nasional Indonesia (SNI). 

Abu merupakan residu hasil pembakaran suatu sampel pada suhu diatas 500 ⁰C . Nilai kadar Abu untuk masing - masing jenis produk dairy berbeda-beda. Metode penentuan kadar abu dilakukan secara gravimetri dengan membandingkan berat sebelum dan setelah pembakaran. Nilai Standard kadar abu pada beberapa jenis produk dairy adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Standarisasi % Kadar Abu pada Beberapa Jenis Produk Dairy

Produk Dairy

Kadar Abu (%)

Susu kental manis

1,4 – 2,2

Susu bubuk diet diabetes

maks. 9,0

Kopi gula susu dalam kemasan

maks. 3,0

Susu fermentasi berperisa

maks 1,0

Tepung es krim

maks. 3,0

 

Kadar abu yang umumnya ditentukan pada produk dairy adalah kadar abu total. Kadar abu total dapat diartikan sebagai komponen anorganik yang tersisa setelah proses pembakaran dilakukan. Hal ini karena dalam prosesnya, komponen organik akan terurai menjadi gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Dalam penentuannya, sampel produk dairy yang telah diketahui bobotnya dimasukkan ke dalam cawan porselen dan dibakar dalam furnace pada suhu 550 ⁰C, kemudian didinginkan dalam desikator. Hasil abu kemudian ditimbang dan dihitung dengan menggunakan rumus:

Dimana:

w    = bobot sampel sebelum diabukan, dalam gram

w1  = bobot sampel + cawan sesudah diabukan, dalam gram

w2  = bobot cawan kosong, dalam gram.

 

Guna memastikan monitoring kadar abu berlangsung secara optimal, diperlukan instrument yang memadai untuk tercapainya tujuan ini. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih furnace yang baik untuk analisa kadar abu pada produk dairy:

  • Pilihlah furnace yang memiliki suhu pemanasan yang lebih dari 500 ⁰C dan memiliki sirkulasi panas serta kestabilan yang baik.
  • Sebaiknya furnace yang digunakan terbuat dari bahan fiber tanpa karsinogenik untuk interior dan stainless steel untuk exterior sehingga tidak mudah berkarat.
  • Sebaiknya furnace yang digunakan tidak akan menimbulkan asap ataupun percikan api yang dapat membahayakan analis.
  • Furnace yang digunakan juga harus dapat mengurangi resiko bahaya dan mudah ketika digunakan oleh analis.
  • Tidak akan menimbulkan kebisingan, agar tidak mengganggu konsentrasi analis selama pengujian.

 

Referensi:

Standar Nasional Indonesia 01-2971-1998 Susu Kental Manis

Standar Nasional Indonesia -1-3701-1995 Susu Bubuk Diet Diabetes

Standar Nasional Indonesia 6685:2009 Kopi Gula Susu dalam Kemasan

Standar Nasional Indonesia 7552:2009 Susu Fermentasi Berperisa

Standar Nasional Indonesia 01-3725-1995 Tepung Es Krim

AOAC. 2005. Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical Chemistry. Washington D.C.: AOAC Intl.

Previous Article

VELP- Connect Cooled Incubator FOC Series

Monday, 11 January 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Magnetic Stirrer Velp Scientifica

Tuesday, 19 January 2021
VIEW DETAILS