Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Perbedaan Hasil  Deionized Water dengan Distilled Water terhadap Analisa Spektrofotometer

Perbedaan Hasil Deionized Water dengan Distilled Water terhadap Analisa Spektrofotometer

Monday, 13 May 2019

 

Perbedaan antara deionized water and distilled water

Meskipun ada beberapa kesamaan antara air deionisasi dan air suling, ada juga beberapa perbedaan yang meliputi berikut.

  • Air distilasi (Distilled Water) dapat memurnikan air dari muatan senyawa organik. Air deionisasi (Deionized water) akan menghilangkan mineral tetapi tidak ­menetralkan senyawa organik atau mikroba yang berpotensi patogen.
  • Distilled Water telah digunakan sejak jaman dahulu sedangkan Deionized water mulai digunakan hanya dalam seratus tahun terakhir.
  • Distilled Water dibuat melalui perubahan fase sedangkan Deionized water dibuat tanpa perubahan fase.
  • Deionized water melibatkan pencampuran sedangkan Distilled Water hanya melibatkan penguapan dan Re-kondensasi air.

 

Distilasi Air

Distilasi merupakan salah satu prosedur pemurnian air tertua. Prosedurnya hampir sama dengan distilasi hidrosol atau minyak atsiri. Air dididihkan dan uap air yang dihasilkan direkondensasi menjadi air di  akhir.

Ini adalah salah satu prosedur pengolahan air yang paling mahal dan mengkonsumsi energi. Dalam proses ini, semua bahan tersuspensi (jika ada), mineral dan mikrobiologi tertinggal. Namun, bahan organik dan volatil dengan titik didih kurang dari atau dekat dengan air akan terbawa uap air melalui kondensor.

Untuk aplikasi laboratorium tertentu, distilasi kedua dilakukan dan air ini disebut bidest atau double distilled water. Namun, metode ini hanya terbatas pada prosedur laboratorium tertentu. 

Distilled water ini sudah umum bagi kalangan laboran, sehingga di toko-toko kimia penjualan distilled water lebih banyak dibandingkan dengan penjualan deionized water.

 

Deionisasi Air

Deionisasi dikenal sebagai metode untuk pemurnian air. Dalam metode ini, resin pertukaran ion khusus menghilangkan anion dan kation yang ada dalam air dengan hidronium dan ion hidroksida (H3O+, OH-). Hasilnya adalah air deionisasi. Sebagian besar pengotor air terlarut adalah garam seperti magnesium sulfat, natrium klorida dll. Exchanger kation mempertahankan kation (magnesium 2+, kalsium 2+, Na+, dll) dan melepaskan ion hidronium (H3O+) dan anion Exchanger mempertahankan anion (sulfat, klorida, dll) dan melepaskan ion hidroksida (OH-).

Metode ini tidak memurnikan mikroorganisme, bahan volatil, pengotor organik atau bahan tersuspensi. Setelah periode waktu tertentu (tergantung pada kualitas air asli) resin pertukaran ion jenuh dan diregenerasi untuk penggunaan lebih lanjut.

 

Penggunaan di Laboratorium Kimia

Baik distilled water dan deionized water banyak digunakan di laboratorium kimia. Tidak sedikit orang pula yang mengartikan sama untuk kedua air ini. Menggunakan air deonisasi di laboratorium kimia penting karena ion yang ditemukan dalam air dapat mempengaruhi eksperimen. Penggabungan ion ini, bahkan jika hanya dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan hasil eksperimen yang keliru — atau tidak berfungsi sama sekali.

Dalam pengukuran menggunakan spektrofotometer, ada sumber kesalahan yang dapat terjadi, seperti efek lingkungan pada fotometer dan sampel, suhu, fluktuasi tegangan saluran, getaran, kontaminasi, atau pemanasan sampel oleh fotometer. Semua faktor ini dapat merusak hasil yang diukur.

Kontaminasi yang merupakan salah satu sumber yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pengukuran spektrofotometer dapat berasal dari sumber air yang digunakan dalam pengukuran. Karena itu, penting sekali memilih air yang tepat untuk pengukuran menggunakan spektrofotometer.

Distilled water atau deionized water memang dapat digunakan dalam eksperimen menggunakan spectrophotometer. Namun, bila dalam prosedur tertera harus menggunakan deionized water, jangan sesekali anda menggunakan distilled water dalam metode prosedur. Dapat diketahui dari uraian di atas bahwa distilled water masih mengandung mineral atau ion-ion. Mineral ini dapat dianggap sebagai kontaminan bila mempengaruhi hasil pengukuran.

Tabel 1. Perbedaan Hasil Penetapan Kadar Mangan

Perbedaan Hasil Penetapan Kadar Mangan

No.

Deionized Water (mg/L)

Distilled Water (mg/L)

Standard (mg/L)

Presisi(mg/L)

1.

497

515

500

490-510

2.

497

515

500

490-510

 

Tabel di atas adalah hasil dari penetapan kadar mangan dengan pengukuran secara spektrofotometri menggunakan dua pelarut berbeda yaitu deionized water dan distilled water. Standard yang dimasuk di dalam tabel adalah standard mangan yang dijadikan sampel untuk mengetahui keakuratan dari kedua pelarut. Didalam prosedur sendiri tertulis untuk menggunakan deionized water (hanya deionized water). Oleh karena banyak yang menganggap antara deionized water dan distilled water adalah sama dan umum digunakan di laboratorium kimia, maka untuk membuktikannya, dibuat percobaan dengan menggunakan deionized water dan distiled water.

Dalam akurasi metode menggunakan standar mangan, rentang yang dapat diterima dalam percobaan adalah 490-509 mg/L. Untuk percobaan menggunakan deionized water, nilai yang didapat adalah 497 mg/L, percobaan dilakukan duplo. Nilai untuk dua kali pengulangan adalah sama yakni 497 mg/L. Sedangkan percobaan yang menggunakan distilled water tidak memenuhi range akurasi, nilai yang dihasilkan adalah 515 mg/L untuk dua kali pengulangan.

Percobaan diatas adalah salah satu percobaan yang membuktikan bahwa  distilled water tidak dapat digunakan sebagai alternatif pengganti deionized water. Selain itu, keakurasian dari deionized water lebih baik dibandingkan dengan distilled water yang masih mengandung ion-ion di dalamnya. Oleh karena itu, jika di dalam suatu metode dituliskan bahwa yang digunakan adalah deionized water, maka gunakanlah deionized water.

 

 

Referensi:

http://www.differencebetween.net/science/difference-between-deionized-and-distilled-water/#ixzz5mydTTJJu

Previous Article

PRODUK EBRO

Thursday, 09 May 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Thermo Orion

Saturday, 18 May 2019
VIEW DETAILS