| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 363512 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Pesatnya perkembangan industri kosmetik di Indonesia mengharuskan para produsen maupun konsumen lebih serius dan berhati dalam mempertahankan kualitas produk yang diproduksi maupuj yang digunakan. Salah satu pengujian yang penting untuk dilakukan dalam memastikan kualitas produk kosmetik adalah uji cemaran mikroba. Hal ini telah ditetapkan dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik (BPOM) Indonesia No. 12 Tahun 2019. Pada artikel sebelumnya telah dibahas cara pengujian cemaran mikroba dalam kosmetika. Analisis cemaran mikroba yaitu mencakup bakteri dan jamur. Namun sebelum melakukan analisis sebaiknya sampel kosmetik yang akan diuji dipersiapkan secara baik dan benar agar menghasilkan hasil yang akurat. Preparasi sampel uji kosmetik meliputi jumlah atau bobot sampel uji dan cara pencampuran sampel dengan media kultur analisis.
Cara Homogenisasi yang Benar Berbagai Jenis Sampel Kosmetik
Jenis sampel produk kosmetik yang dianalisis dapat berupa; bubuk, dry dan wet pods, foundation dan mascara.
1. Bubuk dan dry pods
2. Foundation, mascara, dan wet pods
Adapun contoh alat multi-tube vortex ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Multi-tube vortex