Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Shelf Life Testing untuk Dairy Products

Shelf Life Testing untuk Dairy Products

Tuesday, 08 October 2019

Informasi usia simpan produk tentang makanan kemasan memainkan peran penting dalam pilihan konsumen pada saat membeli atau mengkonsumsi produk makanan. Umur simpan dapat memberikan konsumen informasi tentang kualitas produk, keamanan dan kenyamanan. Shelf-life (Umur simpan) adalah periode waktu makanan dapat disimpan sebelum mulai memburuk atau menjadi berpotensi tidak aman. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, proses pembuatan, cara produk dikemas, kondisi penyimpanan dan apakah sudah dibuka. Kontrol suhu selama semua tahap penyimpanan sangat penting untuk sebagian besar makanan - di toko ritel dan di rumah.

Pabrik makanan menggunakan terminologi yang berbeda untuk menyatakan berapa lama makanan akan mempertahankan kualitas dan keamanan mikrobiologisnya. Ekspresi seperti "Best Before", "Use by", "Sell by", "Date of Manufacture" atau "Date of packaging" sering digunakan oleh pengolah makanan dan dapat menyebabkan salah tafsir oleh konsumen.

Umur simpan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produsen pada kemasan produk pangan. Peraturan ini telah dicantumkan dalam UU Pangan tahun 1996 dan PP Nomor 69 tahun 1999.
Penjelasan umum tentang istilah-istilah ini dan informasi pelabelan bermanfaat lainnya dapat membantu konsumen lebih memahami masa simpan produk susu.


Gambar 1. Susu 

Hampir semua produk susu harus disimpan di lemari es. Pengecualian termasuk produk susu bubuk, dan produk-produk seperti produk UHT (suhu ultra-tinggi), yang dapat disimpan di dapur, atau es krim yang perlu disimpan dalam freezer.

Periode waktu setiap produk susu tetap segar sangat bervariasi. Misalnya, susu yang dipasteurisasi akan disimpan selama 12-14 hari jika dijaga di bawah 4 ° C, sementara yoghurt dan produk fermentasi serupa harus tetap memiliki kualitas yang baik selama 30-40 hari di bawah kondisi penyimpanan yang sama. Berikut ini daftar umur simpan khas produk susu di lemari es.

  • Susu yang dipasteurisasi: 12-14 hari. Susu skim dan beraroma biasanya memiliki umur simpan lebih pendek.
  • Yoghurt: 4-6 minggu
  • Keju keras dan semi-keras: Tergantung pada jenisnya, keju dapat disimpan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
  • Keju cottage, ricotta, dan krim keju: 1-2 minggu
  • Mentega (asin): Umur simpan sekitar 4 minggu. Mentega tawar memiliki masa simpan 2–3 minggu.
  • Es krim dan yoghurt beku: Dalam freezer, 2–6 bulan.

Pendugaan umur simpan dilakukan dengan menentukan kinetika reaksi kerusakan atau penurunan mutu pada produk susu asam pada parameter perubahan fisik, kimia, dan sensori produk serta dilakukan analisis parameter untuk mendapatkan parameter yang sesuai dalam menduga umur simpan produk dengan pendekatan model Arrhenius. Alat yang dapat digunakan untuk shelf life testing (pengujian masa simpan) yaitu inkubator.

Sejak 2012, tim keamanan pangan di Negara Tiongkok telah menggunakan inkubator IPP Memmert Peltier-cooled untuk pengujian mikrobiologis dan pengujian umur simpan. Pengujian mikrobiologis pada koloni jamur dilakukan pada 20 ° C dengan durasi 3 hingga 5 hari. Namun, selama pengujian umur simpan, status mikrobiologis suatu produk terus diuji selama seluruh masa simpan. Dalam hal ini, durasi dan suhu pengujian dalam inkubator dingin bervariasi dari sampel ke sampel. Untuk mendapatkan hasil yang valid, distribusi suhu yang tepat dan penyimpangan suhu sekecil mungkin di dalam sangat penting. Selain user interface, stabilitas jangka panjang, efisiensi energi dan keramahan lingkungan adalah kriteria keputusan yang mendukung Memmert cooled incubator IPP.
IPP110Plus adalah inkubator yang paling cocok untuk uji umur simpan dari dairy product..


Gambar 2. Peltier Cooled Incubator IPP110Plus

 

https://www.dairysafe.vic.gov.au/consumers/keeping-dairy-food-safe/shelf-life-of-dairy-products
https://www.atmosafe.net/en/incubating-and-breeding/dairy-products.html
memmert.com
https://www.fil-idf.org/wp-content/uploads/2016/05/IDF-Factsheet-SCMH-Shelf-life-of-Dairy-Products-1.pdf

Previous Article

Refraktometer untuk kolostrum

VIEW DETAILS