| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364624 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Kadar air adalah salah satu indikator baku mutu kualitas produk pakan. Hal ini karena kadar air memegang peran besar dalam menentukan karakteristik produk pakan yang diproduksi. Karakteristik ini meliputi tekstur, kandungan gizi, tingkat keamanannya, hingga umur simpan produk. Metode yang direkomendasikan untuk menentukan kadar air pada produk pakan adalah metode gravimetri. Melalui metode ini, kadar air pada produk pakan dapat ditentukan secara tepat dan akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan untuk mendapatkan hasil yang konstan dan akurat melalui metode gravimetri, seperti penentuan suhu, durasi dan sensitivitasnya terhadap kadar air pada udara ambien. Tantangan - tantangan ini tentu tidak lepas dari instrumentasi yang digunakan.
Kadar air adalah elemen yang sangat esensial terutama untuk menentukan tekstur produk pakan. Kadar air yang tinggi akan mengubah produk menjadi berair, atau bahkan mengubah kandungan gizi dalam produk akibat teroksidasinya lemak serta perubahan struktur pada vitamin yang terkandung dalam produk pakan. Selain itu, kadar air yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pada produk juga akan berdampak pada umur simpan produk. Hal ini dipicu oleh 2 sebab, yakni akibat teroksidasinya lemak dalam produk sehingga memunculkan bau tengik dan tumbuhnya mikroorganisme yang dapat mendegradasi kandungan maupun tekstur produk. Hal ini tentu sangat dihindari untuk mencegah kerugian bagi perusahaan akibat hilangnya kepercayaan pelanggan. Selain itu, kadar air pada produk pakan juga perlu ditentukan demi memenuhi baku mutu untuk mendapatkan izin edar. Nilai baku mutu kadar air dari beberapa produk pakan ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Nilai Baku Mutu Parameter Kadar Air Beberapa Produk Pakan
| Produk Pakan | Kadar Air (% w/w) | Referensi |
| Pakan Konsentrat Domba Penggemukan | Maks. 14 % | SNI Nomor 8819 Tahun 2025 |
| Pakan Konsentrat Kambing Perah | Maks. 14 % | SNI Nomor 8818 Tahun 2025 |
| Pakan Konsentrat Sapi Perah | Maks. 14 % | SNI Nomor 3148-1 Tahun 2024 |
| Pakan Konsentrat Sapi Potong | Maks. 14 % | SNI Nomor 3148-2 tahun 2024 |
| Bahan Pakan : Tepung daging dan tulang | Maks. 10 % | SNI Nomor 7994 Tahun 2024 |
| Pakan ayam ras petelur - Bagian 5: Masa produksi (layer) | Maks. 13 % | SNI Nomor 8290-5 Tahun 2024 |


Keterangan :
W1 adalah bobot sampel dan wadah sebelum diberi perlakuan, dinyatakan dalam gram (g);
W2 adalah bobot sampel dan wadah setelah diberi perlakuan, dinyatakan dalam gram(g);
W0 adalah bobot wadah yang digunakan, dinyatakan dalam gram (g).
1. Instrumen Oven :
2. Neraca Analitik (Analytical Balance) :
Terdapat catatan tambahan untuk menggunakan metode ini, yang mana metode ini hanya dapat diaplikasikan untuk sampel - sampel yang tidak mengandung urea, dan dikonfirmasi oleh penelitian yang ditulis oleh Ahn, dkk (2014) bahwa metode ini juga kurang cocok diaplikasikan untuk sampel dengan kandungan kadar protein whey yang tinggi.
Metode Loss On Drying (LOD) memakan waktu lebih dari 120 menit, Adakah Teknik lainnya yang lebih cepat?
Pengujian kadar air dengan menggunakan rangkaian instrumentasi seperti Oven, Neraca Analitik dan Desikator membutuhkan durasi yang relevan untuk menguapkan seluruh kadar air yang terkandung dalam sampel. Dengan adanya pemindahan sampel dari alat 1 ke alat lainnya mungkin menjadikannya kurang fleksibel untuk kebutuhan yang menuntut cepat dan akuratnya data yang dihasilkan. Ketigas langkah pengujian kadar air pada sampel ini dapat diringkas hanya dengan 1 alat, yakni dengan menggunakan Alat Moisture Analyzer.

Gambar 2. Alat Moisture Analyzer/Moiture Balance
Alat Moisture Analyzer atau juga disebut sebagai Moisture Balance adalah alat yang diaplikasikan untuk menentukan kadar air maupun total padatan pada suatu sampel dengan prinsip gravimetri. Alat Moisture Analyzer telah dilengkapi dengan sistem pemanas berupa penyinaran dengan lampu, serta fitur untuk penimbangan bobot secara akurat. Meskipun sama - sama memiliki prinsip pengujian secara gravimetri, penggunaan Moisture Analyzer tidak memerlukan pemindahan sampel secara berulang - ulang sehingga kontak sampel dengan udara ambien sangat diminimalisir.
Alat Moisture Analyzer dilengkapi dengan sistem pemanasan dari penyinaran lampu halogen. Ketika sampel diletakkan pada sample disk, alat akan mendeteksi bobot sampel dan menyimpan hasilnya dalam sistem. Lampu akan secara otomatis menyala dan memanaskan sampel pada suhu yang telah ditargetkan/ diatur pada alat selama kurun waktu yang telah ditetapkan atau selama tidak ada perubahan bobot. Alat akan menon-aktifkan pemanasan secara perlahan hingga seluruh komponen air teruapkan dan bobot telah stabil. Hasil kemudian akan muncul pada display Alat dalam bentuk % kadar air yang juga dapat dikorelasikan dalam satuan gram.
1. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat
2. Hanya membutuhkan 1 instrumentasi
3. Resiko Kontaminasi Tereduksi
4. Cakupan Analisis yang Luas
Dari pemaparan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa kadar air tidak hanya dapat diuji dengan menggunakan teknik pengeringan oven, melainkan juga menggunakan Alat Moisture Analyzer. Banyaknya benefit dari menggunakan Alat Moisture Analyzer menjadinya relevan untuk dipertimbangkan sebagai instrumen penentu kadar air.
Referensi :
Ahn., J.Y., dkk. 2014. Comparison of Oven-drying Methods for Determination of Moisture Content in Feed Ingredients, Asian Australas. J. Anim. Sci, Vol. 27, No. 11 : 1615-1622
Association of Official Agricultural Chemists. 2005. Official Methods of Analysis of AOAC International 18th Edition. Gaithersburg : AOAC International
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2025). SNI 8819:2025. Pakan Konsentrat Domba Penggemukan. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2025). SNI 8818:2025. Pakan Konsentrat Kambing Perah. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2024). SNI 3148-1:2024. Pakan Konsentrat - Bagian 1 : Sapi Perah. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2024). SNI 3148-2:2024. Pakan Konsentrat - Bagian 2 : Sapi Potong. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2024). SNI 8290-5:2024. Pakan ayam ras petelur - Bagian 5: Masa produksi (layer). Jakarta : Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2024). SNI 7994:2024. Bahan Pakan : Tepung daging dan tulang. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional