Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Uji pH pada Produk Dairy

Uji pH pada Produk Dairy

Tuesday, 25 February 2020

Apakah Anda masih mengalami kesulitan untuk mengukur pH pada produk dairy?

Umumnya kesulitan ini disebabkan karena sifat fisik produk dairy yang memiliki kekentalan dan tingkat kekeruhan yang tinggi, bahkan beberapa produk dihasilkan dalam bentuk padat. Kandungannya yang terdiri dari banyak molekul organik dapat memblokade junction pada elektroda dan menyebabkan nilai pH yang terbaca tidak sesuai atau bahkan error. Hal inilah yang mendasari bahwa pemilihan elektroda sangat penting untuk pengujian pH pada jenis produk ini.

Produk Dairy merupakan produk olahan susu yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Berbagai produk olahan susu seperti susu sapi, yogurt, keju, susu bubuk, mentega, susu fermentasi, es krim dan lainnya, perlu dimonitoring dari saat proses pencampuran bahan baku hingga menjadi sebuah produk. Salah satu parameter yang sangat penting adalah pH atau derajat keasaman. Nilai range pH pada setiap produk dairy beragam dan bergantung pada jenis produk yang nantinya dihasilkan. Hal ini telah dijabarkan pada standard Food and Drugs Administration (FDA) dan beberapa diantaranya dirangkum pada Tabel 1.

Tabel 1. Range PH Beberapa Produk Olahan Susu

Umumnya, pengujian pH dilakukan dengan menggunakan digital pH meter yang dilengkapi probe. Probe yang digunakan haruslah dikalibrasi terlebih dahulu minimal pada 2 titik. Probe kemudian dimasukkan pada sampel yang hendak diuji dan meter akan menunjukkan angka dari hasil pengukuran. Adapun bagian – bagian probe secara umum ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Bagian Elektroda

Pada prinsipnya, nilai pH yang terukur berasal dari interaksi antara ion Hidrogen (H+) yang ada pada sampel dan ion Hidrogen yang terdapat pada bagian balb. Potensial dari interaksi ion hidrogen pada sampel akan dideteksi oleh elektroda uji dan dibandingkan dengan hasil elektroda referensi. Dalam hal ini semakin banyak interaksi yang terjadi menyebabkan nilai potensial akan semakin besar dan nilai pH akan semakin menurun.

 

Pemilihan Elektroda untuk Produk Dairy

 

Dalam pengukuran pH, tidak semua probe memiliki spesifikasi yang sama dan memumpuni untuk digunakan pada semua jenis sampel. Setiap probe dibuat dengan bahan junction yang berbeda – beda sehingga tidak bisa digeneralisasikan, misalnya elektroda yang didesain untuk mengukur larutan berair tidak dapat digunakan untuk sampel sampel khusus seperti sampel dairy product yang kental. Oleh karena itu pemilihan elektroda sangatlah penting.

Telah dibahas pada artikel sebelumnya bahwa tipe sampel akan menentukan tipe elektroda. Kriteria pemilihan elektroda dapat dibagi menjadi Refillable/ non refillable, kombinasi atau differensial, badan Elektroda (Body materials of Electrode), junction dan Elektroda referensi. Adapun tips dalam pemilihan elektroda untuk sampel Dairy adalah sebagai berikut

  1. Badan Elektroda (Body materials of Electrode)

    Pilih eletroda dengan bahan kaca dan bentuk balbn berupa spear tip jika sampel Anda tergolong sampel padat atau semi padat. Namun jika permukaan sampel lebih lembab dan kenyal, gunakan elektroda dengan spear tip.

  2. Refillable/ non refillable

    Pilihlah elektroda jenis refillable karena elektroda tipe ini akan memiliki waktu (shelf life) yang lebih lama ketimbang dengan elektroda non refillable.

  3. Kombinasi atau differensial

    Hal ini terkadang bersifat subjektif, tetapi memilih elektroda kombinasi sangatlah direkomendasikan. Keuntungan jika menggunakan tipe elektroda kombinasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk preparasi elektroda lebih singkat yaitu 2-3 menit, sedangkan waktu yang diperlukan jika menggunakan diferensial elektroda lebih lama berkisar 15 menit.

  4. Junction (Salt bridge/ jembatan garam)

    Terdapat berbagai jenis junction seperti keramik, glass fiber, platinum, open, anular sleeve, wick, dan glass capillary. Untuk tipe sampel semisolid atau solid seperti keju, pilih elektroda dengan tipe junction keramik. Namun hal ini berlaku sebaliknya pada sampel emulsi seperti susu, tipe junction keramik justru harus dihindari karena akan menyebabkan sumbatan pada junction. Alternatifnya, untuk sampel susu dapat digunakan elektroda dengan tipe annular sleeve (sure-flow).

  5. Tipe Elektroda Referensi

    Pada aplikasi produk dairy, elektroda referensi yang tepat adalah tipe ROSS dan double junction Ag/AgCl. Elektroda tersebut memiliki waktu respon pembacaan yang lebih cepat ketimbang single junction Ag/AgCl. Selain itu, penggunaan single junction Ag/AgCl sebagai elektroda referensi dapat menyebabkan pembacaan potensial yang lama pada sampel yang kental dan padat, akibatnya hasil yang terbaca tidak akurat, error atau rusaknya elektroda.

​Selain elektroda, pemilihan meter juga berpengaruh dalam pengukuran pH. Sebaiknya memilih meter yang dilengkapi dengan sistem "Lock" pada mode pengukurannya sehingga nilai pengukuran akan terkunci ketika telah stabil. Selain sistem "lock", feature system log  (sistem perekam) akan mendukung dalam penyimpanan data hasil kalibrasi maupun pengukuran. serta sistem pembacaan otomatis pada mode kalibrasi. Bahkan menurut GLP (Good Laboratory Practice), meter yang baik adalah meter yang dapat dikoneksikan pada PC.

 

Perawatan dan Penyimpanan Elektoda

 

Dengan memilih elektroda yang tepat, sampel akan mudah terukur dengan waktu respon yang singkat. Meskipun begitu, semua elektroda tetap harus dirawat dan disimpan dengan baik agar elektroda tersebut tahan lama. Adapun perawatan dan penyimpanan elektroda dapat dilakukan dengan

  1. Menyimpan elektroda pada larutan penyimpan (storage solution) yang sesuai dengan tipe elektroda jika elektroda tidak digunakan maupun sesaat sebelum pengukuran pada sampel. Larutan penyimpan akan menjaga balb elektroda tetap terhidrasi dengan baik;

  2. Selalu mengganti larutan pengisi elektroda (electrode filling solution) minimal 1 minggu sekali. Hal ini akan menjaga aliran potensial pada elektroda tetap baik;

  3. Membersihkan elektroda sesegera mungkin setelah digunakan pada sampel. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan aquades atau cairan pembersih khusus (Electrode Cleaning Solution)

 

Referensi :

U.S Food and Drugs Administration. 2007. Approximate pH of Foods and Food Products. http://www.cfsanfda.gov/~comm/lacf-phs.html

Thermo Scientific. 2014. Application Note : Measuring pH of Non Aqueous and Mixed Samples.

Thermo Scientific. 2014. PH Measurement Handbook.

 

Previous Article

Analisa Asam Lemak Bebas pada kelapa Sawit

Monday, 17 February 2020
VIEW DETAILS

Next Article

Analisa Kadar Abu pada Makanan dan Minuman

Monday, 02 March 2020
VIEW DETAILS