Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Metode Sterilisasi Peralatan Medis: Oven dan Autoklaf

Metode Sterilisasi Peralatan Medis: Oven dan Autoklaf

Monday, 11 August 2025

Sterilisasi adalah proses krusial dalam pelayanan kesehatan untuk memastikan peralatan medis bebas dari mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan spora. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017, terdapat dua metode utama yang umum digunakan, yaitu sterilisasi panas kering menggunakan oven dan sterilisasi uap bertekanan menggunakan autoklaf (autoclave). Penerapan kedua metode ini dapat merujuk pada ISO 20857:2013 untuk sterilisasi panas kering dan ISO 17665-1:2006 untuk sterilisasi uap bertekanan. Pemilihan metode yang tepat disesuaikan dengan jenis alat dan bahan yang akan disterilisasi.

 

Regulasi yang Mengatur Sterilisasi Alat Medis

Sterilisasi peralatan medis bukan hanya praktik teknis, tetapi juga diatur secara ketat oleh berbagai regulasi nasional dan global untuk menjamin keselamatan pasien dan tenaga medis.

Beberapa regulasi di Indonesia yang mengatur sterilisasi alat medis yaitu:

a. Peraturan Menteri Kesehatan No. 129/MENKES/SK/II/2008

Peraturan ini menetapkan tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dan mengharuskan rumah sakit memiliki sistem yang baik untuk dekontaminasi, disinfeksi, dan sterilisasi alat medis.

b. Peraturan Menteri Kesehatan No. 27 Tahun 2017

Peraturan ini adalah Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dalam peraturannya menyatakan bahwa sterilisasi harus menjadi bagian dari sistem manajemen pencegahan infeksi di rumah sakit dan puskesmas.

c. Standar Nasional Indonesia 16-6366-2000

Standar Nasional Indonesia 16-6366-2000 adalah standar untuk Autoklaf (Sterilisator Uap Tekanan) yang mengatur spesifikasi teknis dan keamanan autoklaf yang digunakan di fasilitas kesehatan.

Selain itu, Indonesia juga mengacu pada beberapa yang mengatur sterilisasi alat medis secara global yaitu:

i. ISO 17665-1:2006

Standar internasional untuk sterilisasi produk kesehatan menggunakan panas basah (moist heat). Mengatur proses validasi, kontrol, dan dokumentasi sterilisasi dengan autoklaf.

ii. CDC Guidelines (USA)

Guidelines for Disinfection and Sterilization in Healthcare Facilities yang memberikan panduan teknis lengkap tentang sterilisasi dan desinfeksi di fasilitas kesehatan.

iii. WHO Guidelines

World Health Organization menyarankan autoklaf sebagai metode utama untuk fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam pengendalian infeksi di negara berkembang.

 

Metode Sterilisasi Peralatan Medis

1. Sterilisasi dengan Oven (Panas Kering)

Sterilisasi dengan oven memanfaatkan suhu tinggi tanpa kelembaban untuk membunuh mikroorganisme melalui proses oksidasi komponen sel, yang mengakibatkan denaturasi protein, pengeringan sel, serta kerusakan DNA dan membran sel. Agar panas tersebar merata, oven sebaiknya dilengkapi kipas (fan) atau ventilator internal yang memastikan seluruh bagian alat terkena suhu yang sama, sehingga mencegah area yang tidak steril. Berbeda dengan autoklaf yang menggunakan air dan tekanan uap, oven menghasilkan panas dari elemen pemanas listrik yang menjaga suhu tetap stabil selama proses sterilisasi.

Suhu dan waktu yang umum digunakan dalam untuk sterilisasi alat medis dengan menggunakan oven adalah:

Tabel 1. Suhu dan lama waktu sterilisasi alat medis menggunakan oven

Suhu Sterilisasi Lama Waktu Sterilisasi Menggunakan Oven
160°C 2 Jam
170°C 1 Jam
180°C 30 Menit

 

Jenis alat medis yang tepat untuk mengaplikasikan sterilisasi dengan oven adalah alat bedah berbahan logam (misalnya pinset, gunting), alat kaca (misalnya tabung reaksi, botol) dan alat yang diketahui tahan terhadap suhu tinggi dan tidak sensitif terhadap kelembaban. Adapun kelebihan dari metode sterilisasi dengan menggunakan oven adalah:

  • Tidak memerlukan air atau tekanan uap sehingga cocok untuk alat yang sensitif terhadap kelembaban.
  • Dapat mencapai suhu tinggi yang efektif membunuh mikroorganisme, termasuk spora.
  • Risiko korosi rendah pada peralatan logam dibandingkan metode berbasis uap.
  • Mampu mensterilisasi bahan kering seperti kaca, logam, dan bubuk.
  • Perawatan relatif mudah karena konstruksi sederhana tanpa sistem uap bertekanan.

 

2. Sterilisasi dengan Autoklaf (Panas Basah / Uap Tekanan)

Penggunaan autoklaf adalah metode sterilisasi yang paling efektif dan paling umum digunakan di fasilitas kesehatan. Proses ini memanfaatkan uap air panas di bawah tekanan untuk membunuh mikroorganisme dengan efisien.

Suhu dan tekanan umum yang digunakan untuk sterilisasi alat medis adalah:

Tabel 2. Suhu, tekanan dan lama waktu sterilisasi alat medis menggunakan autoklaf

Suhu Sterilisasi    Tekanan    Lama Waktu Sterilisasi Menggunakan Autoklaf
121°C 15 psi 15 - 30 menit
134°C 30 psi 3 - 10 menit (sterilisasi cepat)

 

Jenis alat medis yang dapat disterilisasi dengan menggunakan autoklaf yaitu alat bedah berbahan logam, kain kasa, perban, beberapa jenis plastik dan karet yang tahan panas. Kelebihan metode sterilisasi dengan menggunakan autoklaf antara lain:

  • Proses lebih cepat dibandingkan metode panas kering.

  • Efektif membunuh semua bentuk mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan spora.

  • Mampu menembus permukaan berpori dan rongga alat, sehingga sterilisasi menyeluruh.

  • Cocok untuk berbagai bahan tahan panas dan uap, seperti instrumen bedah berbahan logam atau kain medis.

  • Kontrol suhu dan tekanan yang presisi, memastikan hasil konsisten dan aman.

Gambar 1. Alat sterilisasi peralatan Medis, oven dan autoklaf

 

Aspek Kritis dalam Sterilisasi Alat Medis

Aspek kritis dalam sterilisasi alat medis mencakup berbagai faktor yang harus diperhatikan untuk memastikan proses berjalan efektif, aman, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

1. Pembersihan Awal Alat (Pre-Cleaning)

Sebelum disterilkan alat medis harus dibersihkan dari kotoran biologis seperti darah, jaringan tubuh dan cairan lainnya. Jika kotoran biologis tidak dibersihkan, proses sterilisasi tidak akan efektif karena mikroorganisme bisa terlindungi oleh lapisan kotoran.

2. Pengeringan Alat Secara Sempurna

Terutama untuk sterilisasi dengan menggunakan oven panas kering, sebelum sterilisasi, Alat yang masih basah bisa rusak, menimbulkan karat, atau mengganggu proses pemanasan. Sehingga alat-alat tersebut sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu hingga mengering dengan sendirinya baru dilakukan sterilisasi dengan menggunakan oven.

3. Pengemasan Steril (Sterile Packaging)

Pada saat melakukan sterilisasi, alat medis sebaiknya menggunakan pembungkus steril khusus seperti kertas kraft steril, kantong steril autoklaf dan alumunium foil (untuk sterilisasi dengan oven). Pembungkus yang digunakan harus tahan panas dan memungkinkan penetrasi uap panas atau panas kering.

4. Penyusunan alat medis di dalam oven dan/atau autoklaf

Jangan menumpuk alat-alat medis terlalu rapat di dalam oven dan/atau autoklaf dan biarkan ada ruang untuk sirkulasi uap atau panas. Kemudian alat-alat medis disusun dalam posisi terbuka (misalnya gunting tidak dikunci).

5. Pemilihan suhu, tekanan, dan waktu yang tepat

Pemilihan suhu sterilisasi, tekanan dan lama waktu sterilisasi sebaiknya disesuaikan dengan metode dan jenis alat medis yang akan disterilisasi.

6. Pemeriksaan fungsi alat sterilisasi

User perlu memastikan bahwa oven dan/atau autoklaf berfungsi dengan baik dan indikator suhu, tekanan, dan waktu bisa terbaca dan dikontrol.

7. Penggunaan indikator sterilisasi

Dalam melakukan memverifikasi efektivitas sterilisasi yang dilakukan, user dapat menggunakan indikator kimia dan/atau biologi seperti tape indikator dan ampul spora (biological indicator).

8. Pendinginan dan penyimpanan alat steril

Setelah sterilisasi dilakukan, alat medis sebaiknya jangan langsung dibuka dan dibiarkan mendingin terlebih dulu. Kemudian alat medis steril disimpan di tempat kering, tertutup, dan bersih, lalu dilabeli dengan tanggal sterilisasi dan masa kedaluwarsanya.

9. Dokumentasi dan pelaporan

User dapat melakukan pencatatan sterilisasi yang dilakukan dengan mencatat informasi seperti tanggal dan waktu sterilisasi, jenis alat yang disterilkan, user yang bertanggungjawab atau yang melakukan sterilisasi dan hasil indikator sterilisasi. Hal ini penting untuk dilakukan yang nantinya dapat berguna untuk audit mutu, akreditasi, dan juga keamanan pasien.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sterilisasi alat medis merupakan langkah krusial dalam mencegah infeksi dan menjaga keselamatan pasien. Pemilihan metode yang tepat, antara oven atau autoklaf, harus disesuaikan dengan karakteristik alat dan mengikuti standar serta regulasi yang berlaku. Dengan menerapkan prosedur sterilisasi yang benar dan konsisten, fasilitas pelayanan kesehatan dapat memastikan mutu pelayanan yang aman dan berkualitas.

 

Referensi

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 16-6366-2000: Sterilisator Uap Tekanan (Autoklaf). Jakarta: BSN.

Centers for Disease Control and Prevention. (2008). Guideline for Disinfection and Sterilization in Healthcare Facilities. Atlanta, GA: U.S. Department of Health and Human Services.

International Organization for Standardization. (2006). ISO 17665-1:2006 - Sterilization of Health Care Products — Moist Heat — Part 1: Requirements for the Development, Validation and Routine Control of a Sterilization Process for Medical Devices. Geneva: ISO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan No. 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Rutala, W.A. & Weber, D.J. (2013). Disinfection, Sterilization, and Antisepsis: Principles, Practices, Current Issues, New Research, and New Technologies. American Journal of Infection Control, 41(5 Suppl), S2–S5.

Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

Tietjen, L., Bossemeyer, D., & McIntosh, N. (2003). Infection Prevention: Guidelines for Healthcare Facilities with Limited Resources. Baltimore: JHPIEGO.

World Health Organization. (2016). Decontamination and Reprocessing of Medical Devices for Health-care Facilities. Geneva: WHO Press.

Previous Article

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Produk

Monday, 04 August 2025
VIEW DETAILS

Next Article

Baku Mutu Air Limbah Industri Minyak dan Gas Bagian 2 : pH dan Cara Monitoringnya

Tuesday, 19 August 2025
VIEW DETAILS