| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364320 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Pigmen dalam cat merupakan kandungan yang sangat penting karena berfungsi untuk menghasilkan warna yang selaras dengan fungsi cat yaitu memberikan warna pada suatu media atau bahan yang akan diwarnai seperti, dinding tembok, kayu, besi, atau lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui persentase kandungan pigmen yang berada dalam cat. Adapun alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian pigmen dalam cat yaitu oven, muffle furnace dan timbangan analitik. Oven yang digunakan diharapkan dapat diatur pada suhu 105 ± 2°C selama minimal 1 jam dan muffle furnace yang dapat diatur pada suhu 450 ± 25°C selama 1 jam.
Pigmen dalam Cat
Salah satu komponen dalam cat yaitu pigmen. Pigmen adalah bahan kimia warna dalam cat. Pigmen terlihat sebagai warna tertentu karena memantulkan beberapa panjang gelombang cahaya dan menyerap yang lain. Secara tradisional, senyawa logam (garam) digunakan untuk membuat warna yang berbeda, misalnya, titanium dioksida (bahan kimia putih cerah sering ditemukan di pasir) digunakan untuk membuat cat putih, oksida besi membuat cat kuning, merah, coklat, atau, dan kromium oksida membuat cat berwarna hijau. Hitam (bisa dibilang bukan warna) berasal dari partikel karbon. Pigmen yang berbeda dicampur bersama untuk membuat cat dengan warna apa pun. Pentingnya kandungan pigmen dalam cat, pigmen merupakan salah satu parameter kualitas penentu cat, dan khususnya cat berbahan air yang akan mempengaruhi pigmen. Oleh karena itu, untuk mengetahui kualitas suatu cat khususnya cat berbahan dasar air, pengujian kandungan pigmen perlu dilakukan.
Metode Pengujian Pigmen Cat Berbahan Dasar Air
Metode pengujian kandungan pigmen mengacu pada American Standard testing dan Material, ASTM D3723–84. Metode pengujian kandungan pigmen ini diperuntukkan untuk pigmen yang tidak terurai atau berkurang beratnya pada suhu di bawah 500°C. Pigmen tersebut mencakup sebagian besar oksida logam, silikat, dan sebagian besar garam anorganik anhidrat. Banyak cat berbahan dasar air mengandung pigmen dan pewarna organik yang kehilangan hidrasi air atau terurai pada suhu ini. Metode pengujian ini dilakukan secara thermogravimetri. Sisa abu setelah dipanaskan harus diperiksa secara hati-hati untuk mengetahui adanya perubahan warna atau tekstur yang dapat mengindikasikan perubahan pigmen dan karenanya metode ini dapat menyebabkan hasil yang salah yang disebabkan oleh human error. Oleh karena itu, ketelitian harus diterapkan dalam metode pengujian ini pada sampel yang mengandung komposisi pigmen yang tidak diketahui.
Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian ini adalah oven, muffle furnace, alat suntik atau spuit, alumunium petri dish, dan timbangan analitik. Adapun pengujian dilakukan pertama-tama dengan mencampur sampel hingga homogen dengan menggunakan stirrer, dan sampel diusahakan tidak terdapat gelembung udara. Kemudian, sejumlah sampel diambil dengan menggunakan spuit dan diteteskan ke dalam cawan alumunium dan sudah berisi sejumlah air, lalu cawan diaduk hingga tersebar seluruhnya. Setelah itu,
Cawan yang berisikan sampel dikeringkan di dalam oven pada suhu 105 ± 2°C selama minimal 1 jam.
Kemudian persentase kandungan non-volatil, pada 105°C dapat ditentukan dengan mengeringkan cawan hingga berat konstan dan dihitung sebagai berikut:

Dimana:
A = berat cawan alumunium dan sampel
B = berat cawan alumunium saja
S = berat sampel saja
Setelah itu, cawan yang berisikan sampel dan telah dikeringkan di dalam oven dipindahkan ke dalam muffle furnace dan dipanaskan pada suhu 450 ± 25°C selama 1 jam. Terakhir, cawan yang berisikan sampel dikeluarkan dari dalam furnace dan dinginkan dalam desikator lalu timbang.
Dan untuk menghitung persentase kandungan pigmen (P), dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini:

Dimana:
C = berat piringan dan spesimen setelah penyalaan di tungku,
B = berat cawan alumunium saja
S = berat sampel saja
Adapun ilustrasi gambaran pengujian pigmen pada cat dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Ilustrasi pengujian pigmen pada cat
Referensi:
ASTM D3723-84 Standard Test Method for Pigment Content of Water-Emulsion paints by Low-Temperature Ashing