Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Penentuan Total Padatan Tanpa Lemak pada Produk Dairy

Penentuan Total Padatan Tanpa Lemak pada Produk Dairy

Wednesday, 26 August 2026

Produk dairy merupakan kelompok pangan yang berasal dari susu atau hasil olahan susu, seperti susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, susu steril, susu bubuk, yogurt, susu evaporasi, dan susu kental manis. Produk-produk tersebut mengandung air, lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin, dan komponen minor lainnya yang menentukan kualitas, nilai gizi, serta karakteristik fisik produk. Selain kadar lemak, salah satu parameter yang sangat penting dalam pengendalian mutu produk dairy adalah Total Padatan Tanpa Lemak (Total Solids Not Fat/TSNF atau Solid-Not-Fat/SNF). Parameter ini menunjukkan jumlah seluruh komponen padatan selain lemak susu, sehingga menjadi indikator penting untuk menilai kualitas susu, konsistensi formulasi, serta mendeteksi kemungkinan penambahan air atau penyimpangan komposisi produk.

 

Penentuan Total Padatan Tanpa Lemak

Total Padatan Tanpa Lemak merupakan seluruh komponen padatan dalam susu atau produk dairy selain lemak. Komponen tersebut terdiri atas: Protein susu, Laktosa, Mineral (abu), Vitamin dan Senyawa organik lainnya dalam jumlah kecil. Secara matematis, nilai Total padatan tanpa lemak diperoleh dari selisih antara total padatan dengan kadar lemak.

Total Padatan Tanpa Lemak (%) = Total Padatan (%) − Kadar Lemak (%)

Dengan demikian, penentuan Total Padatan Tanpa Lemak tidak dilakukan secara langsung, melainkan diperoleh dari hasil dua pengujian utama, yaitu penentuan total padatan dan penentuan kadar lemak.

  • Penentuan Total Padatan

Total padatan (Total Solids/TS) merupakan jumlah seluruh komponen penyusun produk dairy setelah kandungan air dihilangkan. Komponen tersebut meliputi air yang telah diuapkan, sehingga residu yang tertinggal terdiri atas lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin, dan komponen padatan lainnya. Penentuan total padatan umumnya dilakukan menggunakan metode gravimetri, yaitu dengan mengeringkan sampel di dalam oven pada suhu tertentu hingga mencapai bobot konstan dan ditimbang dengan menggunakan neraca analitik. Persentase total padatan dihitung berdasarkan perbandingan massa residu setelah pengeringan terhadap massa awal sampel.

  • Penentuan Kadar Lemak

Kadar lemak menunjukkan jumlah lemak susu yang terkandung dalam produk dairy. Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan berbagai metode yang telah terstandarisasi, seperti metode Gerber, Babcock, Mojonnier, atau metode gravimetri sesuai standar AOAC maupun ISO. Nilai kadar lemak yang diperoleh kemudian digunakan bersama nilai total padatan untuk menghitung kadar Total Padatan Tanpa Lemak.

Beberapa jenis produk dairy memiliki persyaratan minimum Total Padatan Tanpa Lemak yang ditetapkan dalam standar mutu. Sebagai contoh, SNI 3951:2014 tentang Susu Pasteurisasi mensyaratkan bahwa bahan baku susu yang digunakan harus memenuhi ketentuan mutu susu segar sesuai SNI 3141.1:2011, yang menetapkan kadar padatan tanpa lemak (SNF) minimal 7,8% untuk susu segar sapi. Selain itu, SNI 2981:2009 tentang Yogurt menetapkan bahwa kadar padatan tanpa lemak minimum adalah 8,2%. Persyaratan tersebut bertujuan untuk menjamin kandungan nutrisi, menjaga konsistensi mutu produk, serta mencegah praktik pengenceran yang dapat menurunkan kualitas produk dairy.

 

Oven dan Neraca Analitik untuk Pengujian Total Padatan Tanpa Lemak

Oven dan neraca analitik merupakan dua peralatan utama dalam penentuan total padatan secara gravimetri. Oven berfungsi menghilangkan air dari sampel, sedangkan neraca analitik menentukan perubahan massa sampel sebelum dan setelah proses pengeringan. Dalam pengujian total padatan tanpa lemak, oven yang digunakan sebaiknya memiliki kontrol suhu yang stabil, distribusi suhu yang seragam, serta kapasitas yang sesuai dengan jumlah sampel. Oven juga perlu dipastikan dalam kondisi terkalibrasi atau diverifikasi suhunya secara berkala untuk menjaga keandalan hasil pengujian. Selain oven, ketelitian neraca analitik juga sangat penting untuk diperhatikan karena perbedaan massa sebelum dan sesudah pengeringan digunakan dalam menentukan persentase total padatan. Oleh karena itu, neraca analitik yang digunakan sebaiknya memiliki resolusi minimal 0,1 mg dan sebaiknya dilengkapi dengan sistem kalibrasi internal. Contoh oven laboratorium dan neraca analitik yang dapat direkomendasikan dalam pengujian total padatan tanpa lemak dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Oven Laboratorium dan Neraca Analitik

Penentuan Total Padatan Tanpa Lemak merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu produk dairy karena menggambarkan kandungan protein, laktosa, mineral, dan komponen padatan lainnya selain lemak. Nilai ini digunakan untuk mengevaluasi kualitas bahan baku, mendeteksi kemungkinan pengenceran, memastikan konsistensi proses produksi, serta memverifikasi kesesuaian produk terhadap standar mutu nasional maupun internasional.

 

Referensi

Badan Standardisasi Nasional. (2009). SNI 2981:2009 Yogurt. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 3141.1:2011 Susu Segar – Bagian 1: Sapi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 3951:2014 Susu Pasteurisasi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional. ISO 6731 | IDF 21. Milk, Cream and Evaporated Milk — Determination of Total Solids Content (Reference Method).

ISO 1211 | IDF 1. Milk — Determination of Fat Content — Gravimetric Method.

Previous Article

Penentuan Kadar Air Produk Makanan Beku

Wednesday, 26 August 2026
VIEW DETAILS

Next Article

Alat Monitoring Kualitas Air Budidaya Ikan

Wednesday, 26 August 2026
VIEW DETAILS