Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Metode Praktis untuk Pengecekkan Minyak dan Lemak dalam Air limbah (Oil and Grease in Wastewater)

Metode Praktis untuk Pengecekkan Minyak dan Lemak dalam Air limbah (Oil and Grease in Wastewater)

Tuesday, 28 May 2019

Minyak dan Lemak dalam Air Limbah atau yang lebih dikenal sebagai Oil and Grease adalah kumpulan senyawa yang menutupi material yang terlarut di dalam air yang dalam hal ini adalah air limbah. Parameter ini masuk ke dalam parameter baku mutu limbah dikarenakan kandungan minyak dan lemak dalam air tergolong berbahaya untuk kehidupan akuatik maupun manusia. Kandungan dalam minyak dan lemak terdiri dari  senyawa lipid, senyawa ester, alkohol, dan senyawa volatil lainnya1. Senyawa senyawa ini merupakan senyawa yang tidak larut dalam air dan rata-rata memiliki massa jenis yang lebih ringan dari air sehingga senyawa - senyawa ini mengapung diatas permukaan air.

Meski minyak dan air secara teoritis tidak dapat menyatu karena sifat kepolarannya yang berbeda, namun keduanya dapat membentuk suatu emulsi yang dapat menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam air serta mencegah terlarutnya oksigen di dalam air2. Hal ini tentu akan mengakibatkan ekosistem di dalam air terganggu. Kurangnya oksigen akan membuat tumbuhan air terhambat proses fotosintesisnya serta ikan dan makhluk hidup yang mengkonsumsi oksigen secara tidak langsung berkompetisi untuk mendapatkan oksigen, namun jika semakin sedikit oksigen yang terlarut dalam air maka akan mengakibatkan keracunan banyak ikan. Pada manusia, tingginya nilai kadar minyak dan lemak yang tinggi pada air dapat menyebabkan respon tubuh menjadi lama, mual, diare, terbungkusnya rektum dengan minyak, serta dapat menghambat proses penyerapan nutrisi dalam tubuh3.

Beberapa metoda telah dilakukan untuk meminimalisir kadar dari minyak dan lemak (Oil and grease) dalam air limbah buangan, seperti pemisahan dengan perbedaan densitas, penyaringan menggunakan adsorben seperti karbon aktif4, Koagulasi, dan penambahan bakteri (biological treatment)5. Sekarang ini bahkan telah digunakan alat untuk membantu meminimalisir kadar minyak dan lemak. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 disebutkan bahwa kadar maksimum untuk parameter minyak dan lemak untuk masing – masing industri berbeda.Tabel 1 menunjukkan kadar maksimum untuk parameter minyak dan lemak beberapa industri.

 

Tabel 1. Parameter Minyak dan Lemak Beberapa Industri (Permen LH No.5 Tahun 2014)

No

Industri

Kadar Maksimum

1

Minyak Sawit

25

2

Sabun, deterjen dan produk – produk Nabati

15

3

Minuman Ringan

6

4

Pengolahan Susu

10

5

Penyamakan Kulit

5

6

Baterai Timbal Asam

3

7

Perikanan

15

8

Pengolahan kelapa

15

9

Pengolahan Daging

10

10

Minyak Goreng

5

 

Standard Methods for the Examination of water and Wastewater 5520 menyebutkan terdapat 3 metode untuk menguji parameter minyak dan lemak (oil and grease), yaitu Gravimetri, Metode Partisi Infrared (Partition-Infrared Method), dan metode Ekstraksi sokletasi (Soxhlet Extraction Method). Secara garis besar metode gravimetri dilakukan dengan mengekstrak kandungan minyak dan lemak yang terdapat dalam sampel air limbah dengan pelarut organik yang sesuai kemudian dilakukan pengocokan dan disertai pemanasan kemudian ditimbang dan dilakukan perhitungan menggunakan rumus yang tertera pada SNI-6989-10-2011. Sedangkan metode Infrared dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer-infrared. Metode ini menggunakan prinsip yang sama dengan metode spektrofotometri lainnya yakni dengan mengukur absorbansi ikatan karbon dan hidrogen yang direpresentasikan sebagai minyak dan lemak. Hampir serupa dengan metode gravimetri, metode sokletasi juga menggunakan rumus perhitungan yang sama seperti metode gravimetri dengan prinsip jumlah zat yang belum diektraksi dikurani dengan jumlah berat setelah proses ekstraksi. Yang menjadi pembeda antara keduanya adalah alat yang digunakan pada saat awal ekstraksi, metode ini menggunakan alat soklet untuk mengekstrak senyawa minyak dan lemak dalam air limbah.

Cara mengekstrak suatu sampel (solvent extraction) yang mengandung minyak dan lemak dapat dilakukan dengan beberapa metoda yaitu Sokletasi (secara sederhana), Twisselman, dan metode Randall. Perbedaan dari ketiganya secara garis besar adalah pada langkah dalam pengekstakan sampel. Metode Soklet merupakan metode ekstraksi dengan cara merendam sampel dalam pelarut terkondensasi dengan waktu yang cukup agak lama, sedangkan Twisselman adalah metode ekstraksi yang dilakukan dengan perendaman sampel pada pelarut dingin. Metode yang ketiga adalah metode Randall. Metode ini merupakan metode improvisasi dari metode soklet yang diikuti dengan tahap recovery pelarut. Meski terdapat tiga metode untuk ekstraksi minyak dan lemak tetapi, umumnya metode untuk ekstraksi yang digunakan adalah sokletasi dan metode Randall. ketiga Metode ini ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Metode Ekstraksi (a) Sokletasi sederhana, (b) Twisselman, (c) Randall (Pappini, 2019)

 

Metode Randall terdiri dari 4 tahap, yaitu perendaman sampel, pencucian, recovery pelarut dan perhitungan. Perbedaan yang sangat menonjol dari metode randall terhadap metode sokletasi adalah tidak adanya tahap recovery pelarut pada metode sokletasi. Perbedaan lainnya adalah perendaman sampel pada metode randall dilakukan pada pelarut panas sehingga mempercepat proses ekstraksi. Metode randall banyak tersedia dalam bentuk mesin/alat sehingga mampu meminimalisir resiko kecelakaan laboratorium. Perbedaan kedua metode ini ditunjukkan pada Tabel 2.

 

Tabel 2. Perbedaan Metode Sokletasi dan Metode Randall

Metode

Kelebihan

Kekurangan

Sokletasi

  • Lebih hemat biaya

  • Waktu yang dibutuhkan lama.

  • Sampel yang dapat dianalisis tidak banyak.

  • Pelarut yang digunakan banyak.

  • Tidak adanya proses recovery pelarut.

  • Beresiko tinggi terjadi kecelakaan Laboratorium.

Randall

  • Waktu yang dibutuhkan sebentar.

  • Sampel yang dapat dianalisis lebih banyak.

  • Menggunakan sedikit pelarut.

  • Adanya tahap recovery pelarut.

  • Pelarut yang telah digunakan dapat digunakan kembali.

  • Resiko kecelakaan laboratorium dapat diminimalisir.

  • Harga alat yang tidak murah.

 

Dari Tabel 2, dapat terlihat bahwa metode Randall lebih efektif untuk analisis karena waktu yang dibutuhkan sebentar sehingga sampel yang dapat dianalisis jauh lebih banyak ketimbang menggunakan metode sokletasi. Dalam hal ini, pemilihan alat yang tepat untuk melakukan uji minyak dan lemak dengan Metode Randall merupakan hal yang wajib untuk diperhatikan.

SER 148 adalah alat solvent extractor yang dapat dijadikan pilihan yang tepat untuk melakukan metode ini. Alat ini telah memenuhi standar AOAC, APHA, ASTM, AWWA, UNI, EPA, WEF, dan TAPPI. Terdapat 3 tahap dalam SER 148 yang terdiri dari perendaman (immersion), Pencucian (washing),dan recovery pelarut (solvent recovery). Terdapat 2 tipe dari alat SER 148 yaitu SER 148/3 dan SER 148/6, yang membedakan dari keduanya hanyalah jumlah posisi yang tersedia untuk analisis. Alat solvent extractor ini diluncurkan oleh Brand VELP dan didesain untuk menganalisis sampel minyak dan lemak. Alat ini tidak hanya digunakan di aplikasi air limbah namun juga pada sampel makanan, minuman, serta bahan kimia lainnya.

Gambar 2. Alat SER 148 (a) Posisi 3, (b) Posisi 6

 

 Referensi :

  1. Burton, Kerri E. 2015. A study of Methods Used to Analyse Total Oil and Polycyclic Aromatic Hydrocarbons in Produced Water : Steps Towards The Validation of Molecularly Imprinted Polymers for Use in Marine Enviroments (Thesis). St.John's : Department of Chemistry Memorial University of Newfoundland and Labrador

  2. Nelap Accredited Laboratory. 2014. Oil & Grease. https://www.caltestlabs.com/Services/OilGreaseAnalyses.aspx

  3. Balaji, A.K., H. Amarnath, A.L. Balasubramaniyan. 2018. Removal of Oil and Grease from Wastewater by Using Natural Adsorbent. International Journal of Applied Engineering Research ISSN 0973-4562, Volume 13 (10)

  4. Fulazzaky, Mohamad Ali dan Roslan Omar. 2012. Removal of Oil and Grease Contamination from Stream water using the Granular Activated Carbon Block Filter. Clean Tech Environ Policy, vol 14, 965 – 971

  5. Rhee, Chong Hee dkk. 2000. Removal of Oil and Grease in Oil Processing Wastewater, https://pdfs.semanticscholar.org/5555/8cb6b83171008d555a4bb1a64b36feca8bf5.pdf diakses pada 27 Mei 2019 Pukul 09.45

  6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2014:  Baku Mutu Air Limbah

  7. American Public Health Association, American Water Works Federation, dan Water Pollution Control Federation. 1999. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. Washington DC : APHA, AWWA, Water Pollution Control Federation

  8. SNI-6989-10-2011, Air dan Air Limbah – Bagian 10 : Cara Uji Minyak Nabati dan Minyak Mineral secara Gravimetri.

  9. Papini, Matteo. 2019. Soxhlet and Randal Methods for Solvent Extraction. Italia : Velp

Previous Article

Thermo Orion

Saturday, 18 May 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Monitoring Suhu dan Kelembaban di Ruang Operasi Rumah Sakit

Monday, 10 June 2019
VIEW DETAILS