Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Pemilihan Data Logger Pada Logistik Makanan

Pemilihan Data Logger Pada Logistik Makanan

Friday, 29 June 2018

Pada artikel sebelumnya penggunaan data logger sangat dibutuhkan dalam monitoring produk akhir makanan terutama pada sistem logistik. Salah satu syarat data logger untuk logistik adalah ukurannya yang kecil sehingga mudah dipindahkan, menggunakan battery, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan data logger.

Gambar 1. EBRO EBI 25 TX

for high and low temperatures

1. Data Logger yang single use dan multi use

Pemilihan sigle use atau reusable data logger tergantung dari kebutuhan masing-masing logistik. Data logger single use digunakan hanya untuk monitoring parameter di tempat logistik, data logger tipe ini tidak membutuhkan konektivitas ke komputer langsung menggunakan software khusus, Data logger single use banyak digunakan pada pengiriman jarak jauh yang tidak membutuhkan pengiriman data ulang setelah pembacaan data, data yang diperoleh di unduh kemudian dan di analisis. Tombol pada data logger tipe ini biasanya lebih sederhana di bandingakan dengan tipe multi use, yaitu tombol start dan stop.

Data logger multi use biasanya memiliki harga yang lebih mahal di bandingkan dengan data logger single use,. Data logger tipe ini memiliki kemampuan konenktivitas langsung dengan komputer melalui USB driver ataupun wireless system dengan hasil data maupun grafik pengukuran yang dapat disimpan dalam bentuk pdf, csv atau txt, beberapa data logger tipe ini juga dapat langsung terkoneksi dengan telepon seluler dengan aplikasi yang telah disediakan.

2. Akurasi

Akurasi pada data logger untuk proses logistik sangat penting untuk diperhatikan. Setiap makanan memiliki suhu yang berbeda, untuk itu perlu diperhatikan spesifik suhu penyimpanan makanan dari makanan yang akan di kirim. Beberapa produk makanan dapat di validas dengan akurasi  suhu ± 0,5 ° C (± 0,9 °F) atau lebih baik. Ini tergantung pada produk, sehingga meneliti makanan yang dikirim untuk memastikan keakuratan yang benar tercapai sangat lah penting sebelum memilih data logger yang akan di gunakan .

3. Lingkungan Penggunaan

Lingkungan pengoperasian data logger menentukan kondisi suhu dan kelembaban tempat data logger dapat ditempatkan. Misalnya, truk freezer menyimpan pengiriman pada suhu yang jauh lebih rendah daripada truk tanpa pendingin, jadi itu akan membutuhkan data logger dengan suhu yang lebih rendah daripada truk tanpa pendingin.

Aspek lain yang penting untuk ditinjau adalah Ingress Protection, atau IP, rating. Peringkat IP menunjukkan tingkat perlindungan yang diberikan perangkat terhadap benda padat dan cair. Pada proses pengiriman sering terjadi proses kondensasi yang dapat menyebabkan masuknya air ke dalam instrument data logger sehingga dapat merusak data yang disimpan atau pun merusak data logger itu sendiri, jika pada proses pengiriman kejadian kondensasi cukup tinggi maka disarankan untuk menggunakan data logger peling rendah dengan IP 64.

Gambar 2. Penggunaan Data Logger pada freezer logistik

4. Sistem starting metode

Pada saat memuliai pembacaan data logger banyak terdapat berbagai pilihan tipe pembacaan dan perekaman hasil pengukuran.

  • Pengukuran segera

pada sistem ini, pengukuran dan perekaman hasil langsung segera dilakukan ketikadata logger di nyalakan

  • Metode Delay Start

Metode ini memungkinkan pengguna memprogram tanggal dan waktu untuk perangkat untuk mulai merekam. Fitur mulai penundaan berguna untuk pengiriman yang tidak segera dikirim. Pada metode delay start secara otomatis mulai merekam pada tanggal dan waktu yang telah di tentukan sebelumnya

  • Metode Push button (menekan tombol)

Metode dimana data logger telah menyala, tetapi tidak merekam sampai tombol perintah merekam data  di aktifkan. Biasanya di gunakan pengiriman yang tidak memiliki waktu berangkat yang ditentukan. Namun bisa menjadi sumber kesalahan jika seseorang mengabaikan menekan tombol maka tidak ada data yang akan direkam.

5. Alarm

Sistem alarm dalam perangkat data logger yang di gunakan untuk proses pengiriman sangat lah penting, jika tidak ada alarm dalam perubahan lingkungan pengiriman maka dapat menyebabkan kerusakan produk akibat pertumbuhan bakteri, hal ini dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar. Alarm memungkinkan pengguna untuk memprogram dalam kondisi yang dapat diterima dan tidak dapat diterima pada proses pengiriman, Jika kondisi pembacaan di atas titik tinggi, atau di bawah titik rendah yang di tetapkan maka alarm akan aktif.

Gambar 3. Alarm sistem EBRO  terkoneksi dengan LED/Buzzer

  • Alarm LED : Alarm ini memberikan sinyal berupa sinar LED pada display data logger
  • Alarm Audible : Data logger yang dilengkapi dengan alarm yang dapat didengar

EBRO Data Logger dilengkapi untuk proses logistik, telah berpelangam selama 50 tahun, membuat data logger EBRO memiliki teknologi yang ter update (pengunaan alat yang mudah, penyimpanan dan pembacaan data langsung ke pdf, sistem alarm dsb) dengan tetap menjaga ke akurasian alat. Data logger Ebro dilengkapi pengukuran temperatur, humadity, pressure, sistem perekaman hasil dengan beberapa pilihan memudahkan user untuk pengaplikasian perekaman data pada proses logistik. rating IP pada data logger EBRo untuk logistik di mulai dari IP 65 dengan pilihan suhu pengukuran mulai dari -200°C s/d 199°C (-328 °F ... +391.8 °F). Data logger EBRO yang digunakan untuk sistem logistik diantaranya adalah tipe EBI 20 series, EBI 25 series dan EBI 300 series 

Gambar 4. EBRO data logger

Previous Article

Portable Data Logger Untuk Sistem Logistik Makanan

Tuesday, 26 June 2018
VIEW DETAILS