Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Pengujian Overtime BOD dengan Sensor Wireless

Pengujian Overtime BOD dengan Sensor Wireless

Thursday, 06 October 2016

Pada pengolahan limbah maupun pengolahan air, BOD menjadi salah satu parameter penting yang harus terukur dan termonitoring nilainya. BOD (Biological Oxygen Demand) berdasarkan literatur adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana. 

Pengukuran BOD dan mengetahui nilai konsentrasi (mg/L) BOD dapat mengindikasikan pada jumlah bahan organik yang terkandung pada limbah. Semakin tinggi nilai BOD menunjukkan tingginya kandungan organik. Sebagai operator yang menangani limbah, patut seharusnya mengetahui mengenai kandungan material organik yang bersifat biodegradable. Tujuannya adalah agar menentukan langkah yang tepat dalam menangani limbah dan aplikasi dalam pengolahan limbah.

Secara umum, pengukuran BOD dilakukan dengan jangka waktu 5 hari. Biasanya konsentrasi BOD merupakan nilai mg/L BOD5. Akan tetapi penting juga untuk mengetahui fenomena atau karakteristik limbah dengan pengukuran BOD secara overtime yaitu BOD diukur dengan jangka waktu maksimal (28 hari). Pada saat pengukuran overtime sebaiknya operator mencatat secara rutin nilai BOD untuk per hari. Selain itu pengukuran overtime mengarahkan pada karakteristik degradasi bahan organik dengan substansi dan kondisi yang berbeda serta untuk melindungi ekosistem.

BOD EVO Velp dengan teknologi baru yaitu sensor wireless yang dapat mencatat nilai pengukuran BOD secara lebih cepat dan safety tanpa operator harus menghentikan proses pengukuran dan melihat secara manual nilai BOD (membuka inkubator).

          Gambar 1. BOD EVO sensor dan Wireless DataboxTM

Prinsip kerja BOD EVO mengadaptasi teknologi respirometrik dengan sensor tekanan yang mencatat tekanan oksigen yang digunakan oleh mikroorganisme aerobik kemudian mengkonversi dalam mg/L BOD. BOD EVO dilengkapi dengan wireless Databox dan software BODSoftTM . Data BOD akan ditranfer ke komputer operator dengan interval waktu yang telah ditentukan (30 menit sampai 24 jam). Pengukuran dapat dilakukan pada 4 skala yaitu 90, 250, 600 dan 999 mg/L. Adanya wireless bermanfaat mencegah kontaminasi oksigen dari luar dan perubahan temperatur pada inkubator.

Pengukuran Overtime

Penelitian yang dilakukan oleh VELP pada pengukuran overtime selama 28 hari dengan interval 12 jam dan pada range skala 90, 600 dan 999 mg/L menggunakan sampel air limbah, didapatkan hasil sebagai berikut.

              Tabel 1. Nilai BOD pada 5, 20 dan 28 hari pada sampel air limbah (dengan 3 kali pengulangan) dan rasio antara hasil pengukuran dengan total BOD (BOD28)

Hasil Penelitian

Hasil yang ditunjukkan pada tabel menjelaskan bahwa nilai BOD yang dilakukan secara berulang (3 kali) menghasilkan deviasi (penyimpangan) yang sangat kecil karena sistem BOD EVO meminimalisasi gangguan dari eksternal.

Pengukuran overtime dengan BOD28 = Total BOD diperoleh hasil bahwa rasio persentase mencapai 70% untuk BOD5 dan 99% untuk BOD20 (tipe 3) . Ditunjukkan pula dengan grafik (gambar 2), yang dapat  ditampilkan dengan software BODSoft di komputer. Pada grafik menunjukkan nilai yang flat setelah hari ke 18.

                   Gambar 2. Grafik hasil BOD Tipe 3

Nilai BOD Tipe 2 menunjukkan hasil yang sangat berbeda yaitu dengan persentase rasio 62,5% dari total BOD. Penjelasan tentang perbedaan ini terbukti dengan analisa BOD overtime yang dimungkinkan dicatat dengan sistem BOD EVO. Terlihat pula pada grafik (gambar 3) bahwa terjadi trend antara hari ke 15 dan 18. 

                   Gambar 3. Grafik hasil BOD Tipe 2

Hasil yang ditunjukkan secara keseluruhan adalah normal karena terjadinya proses oksidasi dari komponen nitrogen (amonia) dari hidrolisis protein, dikarenakan populasi bakteri autotropik menjadi menurun sehingga hanya tertinggal bagian kecil bakteri (<10% dari total bakteri)yaitu bakteri heterotropik. Pada hari ke 6 biasanya terjadi hidrolisis amonia dan setelah hari ke 10 terjadi pemisahan reaksi.

Hal ini juga dikarenakan sampel limbah mengandung material “bandel” (dari limbah industri). Pada prosesnya, material yang mudah terdegradasi akan lebih dahulu terurai dan meninggalkan sisa material. Kurva BOD juga biasanya akan nampak seperti contoh grafik dengan hasil akhir yang mendekati konstan. Hal ini lah yang seharusnya menjadi hal kritis sehingga perlu dilakukan pengukuran BOD secara overtime, untuk mengetahui karakter material organik dari limbah.

Kesimpulan 

Sistem BOD EVO dalam pengukuran nilai BOD yang menunjukkan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme dalam menguraikan material organik dalam sampel, menampilkan performa nilai BOD yang akurat, tranfer data yang cepat tanpa mengakibatkan penyimpangan pada nilai BOD dan software BODsoft yang menampilkan secara nyata grafik perngukuran. 

Sistem BOD EVO sesuai untuk aplikasi pengukuran BOD secara overtime untuk mengevalusi keteraturan konsumsi oksigen dari komunitas biologis, sehingga keanehan dari analisa limbah dapat terdeteksi.

 

Sumber :
Cannobio, Sergio dkk. 2013. Assessment Overtime of Biological Oxygen Demand. Velp Scientifica. Italy.
Velp scientifica team. 2013. BOD Analysis – BOD EVO. Velp Scientifica. Italy. www.velp.com

 

 

 

Previous Article

Uji Kualitas Limbah Cair Pada Hotel dan Apartement

Wednesday, 27 July 2016
VIEW DETAILS

Next Article

Penentuan Kadar Lemak Kasar (crude fat) pada Keripik Kentang dengan Metode Randall

Wednesday, 30 November 2016
VIEW DETAILS