Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Titrasi

Titrasi

Tuesday, 28 August 2018

     Titrasi merupakan salah satu metode kuantitatif terlama dalam bidang kimia, digunakan untuk menentukan  kadar  dalam  perhitungan kimia. Metode titrimetrik dikenal juga sebagai metode volumetrik, analisis volumetric sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yaitu analisis volumetrik gasometri dan analisis volumetric titrimetri atau yang lebih dikenal dengan nama titrasi.

      Titimetri atau titrasi dapat diartikan sebagai pengukuran volume dalam larutan yang diperlukan untuk bereaksi sempurna dengan sevolumenya atau sejumlah berat zat yang akan ditentukan. Dalam setiap metode titrasi terjadi reaksi antara komponen analit dengan zat pendeteksinya yang disebut sebagai titran. Reaksi dasar antara komponen analit dengan titran dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :

Analit + Titran -> Hasil Reaksi

Gambar 1. Contoh Kurva Titrasi 

Titrasi berhenti saat mencapai titik akhir titrasi atau mencapai titik ekivalennya, yaitu titik dimana keadaan disaat terjadinya kesetaraan mol antara zat yang di titrasi dengan zat penitrasi. Untuk mendapatkan titik ekivalen yang tepat, maka titrasi yang dijalankan harus memenuhi minimal beberapa syarat, diantaranya adalah:

a. Reaksi kimia yang berlangsung harus memenuhi mengikuti persamaan reaksi tertentu dan tidak terdapat reaksi samping.

b. Reaksi pembentukan produk dapat berlangsung sempurna hanya pada titik akhir titrasi.

c. Harus ada zat atau indikator yang dapat digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi

d. Reaksi harus berlangsung cepat, sehingga titik ekivalen segera diketahui dengan cepat..

       Larutan titran haruslah diketahui komposisi dan konsentrasinya, di mulai dengan larutan standar primer yang digunakan dalam titrasi. Larutan standar primer dibuat dengan melarutkan zat dengan kemurnian tinggi, yang diketahui dengan tepat beratnya dalam suatu larutan yang diketahui dengan tepat volumnya. Apabila titran tdak cukup murni, maka perlu distandarisasi dengan standar primer, syarat dari standar primer diantaranya adalah :

a. Kemurniannya tinggi

b. Stabil terhadap udara

c. Bukan kelompok hidrat

d. Tersedia dengan mudah

e. Cukup mudah larut

f. Berat molekul cukup besar

       Keakuratan metode titrasi sendiri  amat bergantung pada keakuratan penentuan konsentrasi larutan standar. Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan standar dapat digunakan 2 cara, yaitu :

1. Dengan cara langsung, menimbang dengan tepat standar primer, melarutkannya dalam pelarut hingga volume tertentu

2. Dengan standarisasi, yaitu titran yang akan ditentukan konsentrasinya digunakan untuk mentitrasi standar primer/sekunder yang telah diketahui beratnya.

             Jenis reaksi yang terjadi pada titrasi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :

a. Titrasi asam-basa

      Dalam titrasi asam-basa atau netralisasi, asam dititrasi dengan basa (atau sebaliknya). Deteksi titik ekivalen dapat terjadi dengan indikator warna atau potensiometri dengan elektroda kaca. Reaksinya sama untuk semua titrasi asam / basa, hasil samping air dihasilkan dari proton dan ion hidroksida.

H+ + OH- -> H2O

b. Titrasi presipitasi (pengendapan)

      Titrasi pengendapan di dasarkan pada pembentukan garam sampel dan reagen yang hampir tidak larut. Kelarutan garam dapat dijelaskan oleh produk kelarutan K1 Untuk disosiasi garam MmXx dalam larutan jenuh. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

     Mm Xx  ->  mMx+ + xXm-

Penggunaan titrasi pengendapan yang paling umum digunakan penentuan kadar halogen (Cl-,Br-,I-) dengan menggunakan larutan AgNO3, atau menentukan kadar Ag dengan menggunakan larutan NaCl.

c. Titrasi Kompleksometri

     Dalam titrasi kompleksometri, ion logam dititrasi dengan agen pengompleks yang kuat. Titik ekivalen dideteksi oleh indikator warna (juga agen kompleks) atau oleh elektroda yang sensitif terhadap ion. Titik ekivalen dideteksi oleh indikator warna (juga agen kompleks) atau oleh elektroda yang sensitif terhadap ion. Untuk pembentukan kompleks dari ion logam divalen dan mungkin yang paling sering digunakan 6-gigi agen pengompleks ethylene diamine tetra asetat (EDTA).

M2+ +EDTA4- « [MEDTA]2-

Aplikasi penting untuk titrasi kompleksometri adalah misalnya penentuan kesadahan air dalam air minum.

d. Titrasi Redoks

      Dalam titrasi redoks, komponen pengoksidasi dititrasi dengan agen pereduksi. Keadaan oksidasi dari reaktan dan dengan demikian potensi redoks dari perubahan sampel. Deteksi EQ dapat dilakukan dengan perubahan warna (indikator warna atau larutan sampel), potentiometri dengan elektroda redoks (biasanya elektroda Pt) atau biamperometrik dengan elektroda platinum ganda.

M+X « M++ X

Aplikasi penting untuk titrasi redoks adalah mis. penentuan vitamin C dalam jus buah atau titrasi Karl Fischer.

Gambar 2. kurva pengukuran pada titrasi Karl Fischer (sumber : SI Analytics, Xylem)

e. Titrasi transfer muatan

        Dalam titrasi transfer muatan, muatan negatif dititrasi dengan muatan positif (atau sebaliknya) ke titik netral transfer biaya. Aplikasi penting untuk ini adalah karakterisasi suspensi pulpa oleh titrasi polielektrik dalam pembuatan kertas.

Gambar 3. Titroline KF 7500

 

 

Previous Article

Penentuan Kadar Asam Laktat dengan Titrasi Potensiometri

Sunday, 05 August 2018
VIEW DETAILS

Next Article

Elektroda Pada Proses Titrasi

Tuesday, 28 August 2018
VIEW DETAILS