Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Uji Kadar Zat Tak Menguap Tentukan Kualitas Melamin sebagai Bahan Baku Cat

Uji Kadar Zat Tak Menguap Tentukan Kualitas Melamin sebagai Bahan Baku Cat

Thursday, 05 November 2020

Apakah kualitas resin yang digunakan mempengaruhi kualitas Cat?

Semua pelaku industri pasti setuju bahwa resin merupakan bahan baku cat yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakteristik cat. Karakteristik ini diantaranya adalah membentuk lapisan yang kuat, memunculkan kilap (glossy), anti retak (anti – cracking), anti perubahan warna (anti discoloration), tahan minyak dan lilin, tahan pelarut (solvent resistance) , dan memiliki ketahanan aus yang tinggi (high wear resistance). Namun untuk memunculkan seluruh karakteristik ini, resin yang dipilih haruslah berkualitas baik dan cocok dengan tujuan pembuatan cat tersebut. Salah satu jenis resin yang sering digunakan adalah melamin. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 06-1449 tahun 1989, melamin yang baik adalah melamin yang memiliki kadar zat tak menguap minimal 50 %. Hal ini untuk menjaga agar cat yang dihasilkan tetap pada kualitas terbaik.

Melamin (melamine) adalah resin sintestis golongan amino yang memiliki rumus molekul C3H6N6 atau C3N3(NH2)3 , sedangkan strukturnya ditunjukkan pada Gambar 1. Dalam produk cat, senyawa ini berperan sebagai zat pengikat (binder). Untuk beberapa produk, melamin biasanya dikombinasikan dengan suatu senyawa alkyd yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelapisan yang dilakukan karena kombinasi ini menghasilkan struktur crosslinking.

Gambar 1. Struktur Kimia Melamin

Sama seperti produk cat, kualitas melamin juga diuji dengan menetapkan nilai kadar zat tak menguap. Hal ini didasarkan pada sifat dan peran melamin yang berfungsi sebagai zat pengikat (binder) pada seluruh komponen cat. Jika kadar zat menguap yang ada pada melamin tinggi, maka produk cat yang nantinya dihasilkan akan berangsur terpisah komponennya dan menjadikan umur simpan cat pendek, atau bahkan kualitas cat yang dihasilkan tidaklah baik karena produk tidak teremulsi dengan sempurna. Hal ini berlaku sebaliknya, semakin tinggi kadar zat tak menguap (non volatile component) pada melamin maka semakin optimal emulsi yang terbentuk, dan emisi yang dihasilkan oleh produk cat semakin sedikit sehingga mengurangi tingkat toksisitas cat tersebut.

Berdasarkan SNI nomor 06-1449 tahun 1989 tentang “Resin Melamin untuk Cat”, pengujian kadar zat tak menguap (non volatile component) ini dilakukan secara termogravimetri (thermogravimetry). Prinsipnya adalah dengan memanaskan sampel pada suhu 105 – 110°C selama ± 1 jam serta menimbang zat yang tersisa setelah pemanasan dilakukan. Secara teknis, sampel dilarutkan terlebih dahulu dalam pelarut campuran (toluena dan metanol dengan perbandingan tertentu) sebelum pemanasan. Dalam hal ini, alat direkomendasikan adalah oven, neraca analitik, cawan penguap, dan desikator. Alur pengujian secara gravimetri ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Rangkaian Alat uji gravimetri

Selain rangkaian alat yang telah ditunjukkan pada Gambar 2, terdapat alat yang lebih praktis dalam pengujian resin sintetis, yaitu moisture balance. Dinilai lebih praktis karena analis tidak perlu memindahkan sampel ataupun menghitung kadar secara manual. Prinsip kerjanya adalah pemanasan melalui gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh lampu halogen, radiasi gelombang ini diserap oleh sampel dan diubah oleh sistem menjadi energi panas sehingga komponen volatil pada sampel akan menguap dan komponen yang tidak menguap akan terbaca oleh load cell balance.

Kedua metode diatas telah dijelaskan lebih detail pada artikel sebelumnya yang membahas uji total padatan pada produk cat. Namun, perlu menjadi catatan bahwa kedua metode ini tetap valid untuk digunakan dan memiliki nilai keberterimaan yang berbeda dimana hasil yang diperoleh tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Oleh karena itu, pemilihan metode tetap bersifat subjektif dan bergantung pada regulasi yang berlaku pada perusahaan terkait.

 

Referensi :

Kern. 2012. Application Notes ZB-e-1210 Moisture Analyzer Version 1.0, http://dok.kern-sohn.com/manuals/files/English/Application%20Note_Moisture%20analyzer-ZB-e-1210.pdf diakses pada hari Selasa tanggal 3 November 2020

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2009. Standar Nasional Indonesia Nomor 3564 “Cat Tembok Emulsi”

Badan Standardisasi Nasional (BSN). 1989. Standar Nasional Indonesia Nomor 06-1449 “Resin Melamin untuk Cat”

Radicevic, Radmila Z., dan Jaroslava K. Budinski – Simendic. 2005. The effects of Alkyd/ Melamine Resin ratio and Curing Temperature On The Properties of The Coatings. J. Serb. Chem. Soc, Vol. 70 (4), hal 593 – 599

 

Sumber Gambar :

https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/7955#section=2D-Structure diakses pada hari Selasa Tanggal 3 November 2020

Previous Article

Pengukuran Salinitas Air Laut

Wednesday, 04 November 2020
VIEW DETAILS

Next Article

ANALISA WARNA PADA AIR MINUM

Tuesday, 17 November 2020
VIEW DETAILS