| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364352 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Pada pengujian kualitas produk, uji mikrobiologi adalah analisa yang wajib untuk dilakukan, tidak terkecuali untuk produk pakan. Hal ini karena produsen ternak ataupun pembudidaya perlu memastikan kualitas pakan ternak yang digunakan agar hewan - hewan yang diternak ataupun dibudidayakan sehat, memiliki tubuh yang optimal dan terhindar dari penyakit akibat keberadaannya patogen. Beberapa patogen yang biasanya menjangkiti produk pakan yakni Salmonella, Listeria monocytogenes, dan patogen E.coli. Dalam pengujiannya, ketiga jenis mikroorganisme ini harus diinkubasi di dalam inkubator yang direkomendasikan oleh International Organization of Standardization (ISO) 7218 Tahun 2007. Namun, kontaminasi ataupun kontaminasi silang seringkali menjadi pertimbangan terhadap penggunaan alat inkubator. Artikel ini akan membahas cara pengujian mikrobiologi serta cara memilih dan cara merawat alat inkubator untuk hasil pengujian mikrobiologi yang optimal.
Bahan ataupun produk pakan haruslah mengandung nutrisi yang seimbang seperti protein, lemak, mineral, dan serat. Tetapi perlu dipastikan juga bahwa bahan ataupun produk pakan jadi tersebut telah bebas dari patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan terkait. Dalam studi yang dilakukan oleh Suwito (2010) dilakukan monitoring terhadap 38 sampel bahan pakan dengan cara isolasi dan identifikasi berdasarkan reaksi biokimia. Hasilnya, bahan pakan yang berasal dari ikan dan tulang lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella sp dan E.Coli dibandingkan bahan pakan yang terbuat dari jagung. Studi lainnya juga dilakukan pada bahan pakan yang berasal dari proses olahan limbah pabrik pakan. Studi ini dilakukan oleh Hakim dkk (2014) yang menyimpulkan meskipun limbah pabrik pakan didaur ulang dan ditambahkan dengan zat starfung, bakteri Salmonella tidak hilang. Dalam studi ini membuktikan bahwa melakukan kontrol terhadap Salmonella merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pelaku industri pakan.
Menurut Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), terdapat 5 titik kritis penting dalam proses pakan, yakni bagian atas tempat penampung produk akhir pakan (top of bin for final feed), Ruang pendingin pellet (room for pellet coolers), bagian atas ruang pendingin pellet (top of peller coolers), debu dari sistem udara (dust from the aspiration system /filter), dan jalur masuk atau bagian bawah elevator pengangkut bahan pakan (intake pit/bottom part of elevator for feed materials). Jika Salmonella ditemukan selama proses produksi pakan, maka sistem operasi harus dihentikan sementara dan operator diwajibkan untuk melakukan pembersihan dan desinfeksi terhadap peralatan yang terkontaminasi.



Berdasarkan Tabel 3, analis dapat memilih inkubator yang sesuai dengan kebutuhan dimana tipe-tipe inkubator yang dapat dipilih yaitu inkubator dengan natural air, inkubator dengan kipas (fan), inkubator dengan elemen pendingin peltier atau kompresor (compressor), atau inkubator yang dilengkapi dengan module gas supply.
Setelah memilih inkubator yang tepat, analis tentunya perlu menjaga dan merawat inkubator se-optimal mungkin agar alat dapat beroperasi secara optimal dalam jangka waktu yang ditetapkan. Oleh karena itu, perawatan perlu dilakukan agar terealisasinya ekspektasi ini. Berikut hal- hal yang harus diperhatikan untuk merawat inkubator :
Membersihkan permukaan inkubator agar terhindar dari debu yang dapat menyebabkan kontaminasi pada sampel. Cara pembersihan ini dapat dilakukan dengan mengikuti instruksi yang disarankan pada buku manual alat terkait.
Memperhatikan suhu dan kelembaban kondisi ruangan yang digunakan untuk meletakkan alat inkubator. Dalam hal ini monitoring suhu perlu dilakukan oleh analis.
Jika menggunakan inkubator dengan elemen pendingin, analis perlu memperhatikan life-time dari elemen pendingin yang digunakan sehingga menghindari keadaan abnormal pada alat inkubator saat pengujian berlangsung.
Jika menggunakan inkubator dengan module gas supply, selalu pantau tekanan gas pada regulator sehingga supply gas selalu dalam keadaan optimal dan efisien.
Memperhatikan pelumas pada pintu inkubator.
Kalibrasi rutin perlu dilakukan untuk mengetahui dan memantau performance alat secara berkala
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa inkubator adalah salah satu elemen terpenting dalam uji mikrobiologi sehingga pemilihannya perlu pertimbangkan yang matang ditinjau dari tipe sensor, range suhu, volume, elemen pemanas, dan fitur controller serta opsi seperti kelembaban, elemen pendingin, dan module gas supply. Tidak hanya pemilihan tetapi perawatan juga perlu dilakukan agar performance inkubator tetap optimal.
Referensi :
Badan Standardidasi Nasional. 2008. Standar Nasional Indonesia Nomor 2897 Tahun 2008 tentang “Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam daging, telur dan susu, serta hasil olahannya”
Badan Standardidasi Nasional. 2014. Standar Nasional Indonesia Nomor 7993 Tahun 2014 tentang “Tepung Bulu Unggas (Poultry Feather Meal) - Bahan Pakan Ternak”
Jones, Dr. Frank. 2022. Controlling Salmonella In Feed, https://www.kemin.com/na/en-us/markets/animal/pathogen-control/controlling-salmonella-in-feed#:~:text=The%20temperature%20and%20time%20required,%C2%B0F%20for%20160%20seconds diakses pada hari Senin Tanggal 6 Juni 2022 Pukul 14.24 WIB
Hakim, L., dkk. 2014. Keberadaan Bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp pada Limbah Pabrik Pakan Unggas (Pakan Ceceran) yang Difermentasi dengan Starter Fungsional (The Escherichia coli and Salmonella sp in Wastes Poultry Feeds (Scattered Feed) that was Fermented with Fungtional Starter), Animal Agriculture Journal, Vol. 3 (3) , hal 457-462
Majd, Ehsan dan Sedigheh Mehrabian. 2013. Use of HACCP for Control Salmonella Safety in Meat and Meat Food, International Journal of Education and Research, Vol 1 https://www.ijern.com/images/January-2013/c-02.pdf diakses pada Hari Rabu Tanggal 8 Juni 2022 Pukul 15.15
National Veterinary Institute / Statens Veterinärmedicinska Anstalt (SVA). 2020. Salmonella in Feed, https://www.sva.se/en/our-topics/feed-safety/salmonella-in-feed/ diakses pada Hari Senin Tanggal 6 Juni 2022 Pukul 10.32 WIB
Suwito, Widodo. 2010. Monitoring Salmonella sp dan Escherichia coli dalam Bahan Pakan Ternak (Salmonella sp and Escherichia coli Monitoring in the Animal Feed Ingredients), Buletin Peternakan, Vol 34 (3), hal 165-168