Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Analisa Lemak Kasar pada Pakan Konsentrat

Analisa Lemak Kasar pada Pakan Konsentrat

Wednesday, 09 September 2020

Masihkah Anda mengalami kendala dalam analisa lemak? Hampir seluruh analis setuju bahwa kendala utama dalam analisa ini adalah waktu analisa yang terlalu lama, disamping itu penggunaan pelarut yang terlalu banyak membuat “cost” naik. Umumnya lama waktu ekstraksi adalah 5-6 jam dengan harapan hasil ekstraksi sudah optimal, akan tetapi optimalnya suatu analisa tetaplah bergantung pada sistem alat yang digunakan. Sistem yang umumnya digunakan adalah sistem soklet. Namun metode ini telah dimodifikasi menjadi metode Randall dengan waktu ekstrasi 2-3 kali lebih cepat dari sistem soklet sehingga dapat menjadi referensi metoda untuk analisa lemak terutama analisa lemak kasar pada pakan.

Pada hewan ternak, lemak memiliki fungsi yang berbeda – beda. Untuk hewan ternak ruminansia dan mamalia, kandungan lemak pada pakan akan dicerna di dalam kantung rumen dan diubah menjadi asam lemak dan glirserol yang berguna untuk sintesis lemak susu sedangkan pada hewan ternak pejantan dan non ruminansia, lemak berfungsi sebagai sumber energi dan pembangun jaringan. Kandungan lemak dari pakan beberapa hewan ternak dirangkum pada Tabel 1. Kandungan lemak kasar ini sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak namun jumlahnya masih harus dalam batas minimum sehingga perlu adanya monitoring yang dilakukan. Umumnya monitoring ini dilakukan dengan menggunakan metode gravimetri-pelarut (solvent-gravimetric) dimana ektraksi dapat dilakukan melalui metode sokletasi ataupun metode randall.

 

Tabel 1. Kadar Lemak Kasar Beberapa Hewan Ternak

Hewan Ternak

Kadar Lemak Kasar pada Pakan (%)

Sapi perah

7 – 12 *

Sapi potong

6 – 7 *

Ayam ras petelur dara

2.0 – 5.0

Ayam ras pedaging (broiler)

3.0 – 8.0

Babi Penggemukan

8

Note : Tanda * adalah untuk jenis hewan ternak yang beragam, harap cek pada SNI terkait.

Hasil ekstraksi kemudian dikeringkan pada suhu berkisar 101 – 103°C dan didinginkan dalam desikator hingga berat yang diperoleh stabil. Keseluruhan proses pengujian lemak digambarkan pada Gambar 1. Berdasarkan AOAC 2003.06, total lemak dapat dihitung dengan rumus berikut :

Keterangan :

W adalah bobot sampel, dinyatakan dalam gram (g);

Wo adalah bobot labu kosong, dinyatakan dalam gram (g);

W1 adalah bobot labu lemak kosong dan lemak, dinyatakan dalam gram (g)


Gambar 1. Tahapan Uji Lemak secara Solvent-Gravimetric

 

Metode Sokletasi ataukah Metode Randall untuk uji Lemak kasar?

 

Analisa lemak kasar dapat dilakukan secara gravimetri dengan proses yang terdiri dari beberapa tahap meliputi ekstraksi, pengeringan dan penimbangan. Metode ekstraksi yang lazim digunakan adalah sokletasi dengan rangkaian alat terdiri dari heating mentle/ hotplate serta labu ekstraksi yang dikoneksikan dengan tabung soklet dan pendingin bola.

Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, metode sokletasi pun dimodifikasi menjadi metode Randall yang prosesnya sedikit berbeda dari sokletasi. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa prinsip sokletasi adalah ektraksi yang dilakukan dengan merendam sample dalam uap dingin pelarut spesifik yang melalui proses pemanasan dan pendinginan. Sedikit berbeda dengan metode sokletasi, metode randall dilakukan dengan merendam sampel langsung dalam pelarut spesifik dalam keadaan panas. Perbedaan perlakuan antara metode sokletasi dan metode randall tersebut berpengaruh pada waktu dan efisiensi analisa yang dilakukan.

Telah dijelaskan juga pada artikel sebelumnya bahwa metode randall dilakukan dengan menggunakan instrumentasi dan terdiri dari 5 tahap yang meliputi perendaman (immesion), pengangkatan sampel (removing)*, pencucian (washing), pemulihan pelarut (recovery) dan tahap pendinginan (cooling)*. Keseluruhan tahapan ini ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Tahapan Proses pada Metode Randall

Meski tahapan pada metode randall terlihat lebih banyak, namun waktu ekstraksi metode randall hanya membutuhkan waktu berkisar 2 jam sedangkan metode sokletasi membutuhkan waktu lebih lama yaitu berkisar 5 – 6 jam. Hal ini karena metode refluks berprinsip pada banyaknya siklus yang terjadi pada tabung soklet. Siklus ini dapat dilihat pada Gambar 3 dimana droplet pelarut murni hasil kondensasi akan terkumpul pada tabung soklet dan merendam sampel hingga level tertentu dan akhirnya jatuh pada labu ekstraksi.

Gambar 3. Mekanisme Metode Sokletasi

 

Meski metode randall lahir dari modifikasi metode sokletasi dan sedikit mirip dengan metode sokletasi, namun dalam hal efisiensi ekstraksi kedua metode ini sangat berbeda. Adapun perbandingan antara metode Sokletasi dan metode Randall dirangkum pada Tabel 2.

 

Tabel 2. Perbandingan Metode Sokletasi dan Metode Randall

Parameter

Metode Sokletasi

Metode Randall

Waktu Analisa

lebih lama (± 5 - 6 jam)

Lebih cepat (± 2 jam)

Jumlah Pelarut yang digunakan

Lebih banyak (± 150 mL)

Lebih sedikit (± 70 mL)

Jumlah sampel yang dianalisa

Lebih sedikit (1 posisi)

Terdapatnya beberapa posisi ekstrasi, memungkinkan sampel yang diekstrasi lebih banyak.

Penggunaan pelarut kembali

Tidak disarankan

Dapat dilakukan untuk jenis sampel yang sama

Keamanan

Kurang aman untuk user

Lebih aman untuk User

 

Berdasarkan Tabel 2, metode randall lebih unggul dari metode sokletasi terutama dalam waktu analisa dan jumlah pelarut yang digunakan. Pada metode randall, waktu analisa dapat direduksi menjadi 2 jam sehingga efisiensi pengelolaan sampel yang dianalisa akan selebih optimal. Selain itu, lebih sedikitnya pelarut yang digunakan dapat berpengaruh dalam hal penghematan "cost". Oleh karena itu, penggunaan instrument dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan efisiensi pengujian lemak. 

 

 

Referensi :

Association of Offical Analytical Chemists (AOAC). 2006. AOAC Official Method 2003.06 : Crude Fat in Feeds, Cereal Grains, and Forages Randall/Soxtec/Hexanes Extraction-Submersion Method

Badan Standardisasi Nasional. 2009. SNI Nomor 3148 Pakan Konsentrat Bagian 1 : Sapi Perah.

Badan Standardisasi Nasional. 2009. SNI Nomor 3148 Pakan Konsentrat Bagian 2 : Sapi Potong.

Badan Standardisasi Nasional. 2006. SNI Nomor 3927 Pakan Anak Ayam Ras Petelur Dara (Layer Starter)

Badan Standardisasi Nasional. 2006. SNI Nomor 3927 Pakan Konsentrat Bagian 5 : Ayam Ras Pedaging (Broiler Concentrate).

Badan Standardisasi Nasional. 2006. SNI Nomor 3927 Pakan Konsentrat Bagian 4 : Ayam Ras Petelur Dara.

J. Thiex, Nancy., dkk. 2003. Crude Fat, Diethyl Ether Extraction, in Feed, Cereal Grain, and Forage (Randall/Soxtec/Submersion Method): Collaborative Study. Journal of AOAC International, Vol 86, No. 5

Velp Scientifica. 2015. Application Note : Crude Fat Determination in Meat Products. Italy : Velp Scientifica

Previous Article

Monitoring Suhu Penyimpanan Produk Dairy

Tuesday, 01 September 2020
VIEW DETAILS

Next Article

Analisa Kualitas Air Budidaya Ikan: Parameter Kimia

Tuesday, 15 September 2020
VIEW DETAILS