| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364400 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik sejumlah produk kosmetik di pasaran yang tidak sesuai dengan peraturan BPOM. Banyaknya produk yang ditarik menyebabkan BPOM Kembali menegaskan agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. Tidak hanya itu, konsumemen juga dihimbau untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih kosmetik aman dengan selalu melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Oleh karena itu, stabilitas produk fisik selama penyimpanan juga perlu dipastikan agar produk tersebut dianggap aman untuk digunakan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk aplikasi ini adalah pengujian stabilitas fisik dengan menggunakan alat inkubator berpendingin (cooled incubator).
Uji Stabilitas Fisik Produk Kosmetik
Salah satu jenis produk kosmetik yang sering digunakan yaitu pensil kosmetik seperti pensil alis, pensil pewarna bibir, pensil eyeliner, eyeshadow, dan lainnya yang berbentuk pensil atau stick umumnya dapat disimpan dalam rentang waktu yang lama yaitu delapan belas bulan hingga dua tahun atau tiga tahun. Namun stabilitas produk selama penyimpanan ini perlu diuji. Pengujian ini dapat dilakukan dengan mengatur kondisi tertentu seperti suhu, kelembaban dan waktu penyimpanan di dalam inkubator berpendingin atau cooled incubator.
Tujuan pengujian stabilitas produk kosmetik adalah untuk memastikan bahwa produk baru atau modifikasi memenuhi standar kualitas yang meliputi fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta fungsionalitas dan estetika ketika disimpan dalam kondisi yang tepat. Banyaknya variasi produk kosmetik, standar uji stabilitas tidak dapat ditentukan. Produsen memerlukan fleksibilitas untuk memodifikasi protokol pengujian dan memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk menilai stabilitas produk mereka sendiri. Dengan demikian, pengujian khusus dapat dikembangkan untuk mengatasi teknologi baru atau tidak biasa, atau disesuaikan dengan produk yang memiliki umur simpan yang lebih lama.
Uji stabilitas dapat dilakukan dalam waktu nyata (real time) atau dalam kondisi dipercepat (accelerated) dan harus mencakup stabilitas produk dalam kondisi penyimpanan, pengangkutan, dan penggunaan yang sesuai. Salah satu uji stabilitas yang dilakukan yaitu uji stabilitas fisik yaitu mengevaluasi warna, bau/aroma, nilai pH, viskositas, tekstur, aliran, dan uji stabilitas kemasan yang mengevaluasi dampak kemasan pada produk yang terkandung.
Uji stabilitas fisik produk kosmetik meliputi pendekatan untuk memprediksi seberapa baik kosmetik akan menahan tekanan kondisi umum seperti suhu ekstrem dan cahaya. Uji ini dilakukan dengan melakukan variasi suhu. Pengujian suhu tinggi sekarang umum digunakan sebagai prediktor stabilitas jangka panjang. Sebagian besar produsen melakukan pengujian suhu tinggi pada 37°C (98F) dan 45°C (113F). Jika suatu produk disimpan pada suhu 45°C selama tiga bulan (dan menunjukkan stabilitas yang dapat diterima) maka produk tersebut harus stabil pada suhu kamar selama dua tahun. Tentu saja, produk harus disimpan pada suhu 25°C (77F) selama satu tahun. Kontrol temperatur yang baik adalah 4°C (39F) di mana sebagian besar produk akan menunjukkan stabilitas yang sangat baik. Produk juga harus diuji pada suhu -10°C (14F) selama tiga bulan.
Selanjutnya dilakukan pengujian siklus yaitu produk harus melewati tiga siklus pengujian suhu dari -10°C (14F) hingga 25°C (77F). Produk ditempatkan atau disimpan pada suhu -10°C selama 24 jam dan dilanjutkan diletakkan pada suhu kamar (25°C) selama 24 jam, hal Ini meliputi satu siklus. Jika produk melewati tiga siklus maka Anda dapat memiliki tingkat kepercayaan yang baik terhadap stabilitas produk. Tes yang lebih ketat adalah tes lima siklus, yaitu pada suhu -10°C hingga 45°C dan jika lulus uji, menunjukkan bahwa produk yang diuji adalah produk yang benar-benar stabil kualitasnya. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat cooled incubator yang dapat diatur variasi suhu dan kestabilan suhunya dapat mengoptimalkan pengujian yang dilakukan.
Alat Uji Stabilitas Fisik Produk: Cooled Incubator
Pengujian stabilitas fisik yang mencakup variasi suhu yang ekstreem seperti penjelasan sebelumnya membuat produsen ataupun analis harus memilih cooled incubator yang tepat untuk digunakan. Beberapa tips memilih cooled incubator untuk pengujian stabilitas fisik produk kosmetik yaitu:
Contoh alat cooled incubator yang tepat untuk digunakan dalam pengujian stabilitas fisik produk kosmetik dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Cooled incubator untuk uji stabilitas fisik produk kosmetik
Tips pemilihan cooled incubator diatas diharapkan dapat membantu dan memudahkan produsen ataupun analis dalam memilih cooled incubator yang tepat untuk melakukan pengujian stabilitas fisik produk kosmetik. Memilih cooled incubator yang tepat juga berguna untuk mengoptimalkan pengujian stabilitas fisik produk kosmetik yang diproduksi sehingga produk yang diproduksi dapat diedarkan dan memenuhi persyaratan kualitas yang dianjurkan oleh Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.
Referensi:
Kustantinah; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2011. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.08.11.07331 tentang Metode Analisis Kosmetika
Kustantinah; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika
Memmert application notes. Storage tests of decorative cosmetics. https://www.atmosafe.net/en/storage-tests/decorative-cosmetics.html
makingcosmetics.com. Stability Testing of Cosmetics. https://www.makingcosmetics.com/Stability-Testing-of-Cosmetics_ep_59.html
Berita aktual pom.go.id. https://www.pom.go.id/new/view/more/berita