Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364432{main}( ).../news-detail.php:0
Uji Stabilitas Oksidasi Produk Minyak

Uji Stabilitas Oksidasi Produk Minyak

Tuesday, 01 August 2023

Apa tolak ukur utama untuk menentukan umur simpan minyak? Umumnya, tolak ukur kualitas suatu minyak adalah dengan mengetahui perubahan zat yang terkandung di dalamnya. Pengecekkan parameter kritis pun dilakukan untuk mengetahui kualitas produk minyak selama penyimpanan ataupun setelah pemakaian. Pemberian antioksidan pada produk minyak pun dijadikan sebagai salah satu solusi untuk memperpanjang umur simpan produk dengan mencegah reaksi oksidasi selama proses penyimpanan berlangsung. Namun, diperlukan kajian lebih lanjut untuk menetapkan zat antioksidan yang tepat. Oleh karena itu, hal esensial yang perlu dilakukan adalah dengan mengetahui nilai stabilitas oksidatif (oxidation stability) dari produk jadi yang telah diberi perlakuan.

Beberapa zat antioksidan seperti butylated hydroxyanisole (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT), tertiary butylhydroquinone (TBHQ) dan propyl gallate (PG) memang sering digunakan pada beberapa aplikasi, namun zat antioksidan tersebut tidak dapat digunakan untuk produk pangan dan pakan dimana penggunaan zat antioksidan alami (natural antioxidants) lebih direkomendasikan karena alasan keselamatan. Selain karena aman bagi kesehatan, alasan lain pun menjadi penyerta mengapa banyak pelaku industri pangan yang menggunakannya, yakni karena bahannya yang melimpah di alam dan harga yang lebih terjangkau. Zat antioksidan yang cukup dikenal dan banyak digunakan pada minyak pangan adalah vitamin E (tocopherols) dan fenol (phenols), yang fungsinya untuk menghambat dan mencegah terjadinya proses oksidasi termal. 

Untuk mengetahui kualitas suatu produk minyak terutama minyak goreng, dapat dilakukan pengecekkan parameter kritis seperti total asam lemak bebas (free fatty acids/ FFA) dan peroksida (peroxides value). Kecilnya nilai hasil uji dari kedua parameter ini membuktikan bahwa kualitas minyak dikategorikan baik. Semakin tinggi bilangan asam dan angka peroksida suatu produk minyak menunjukkan banyaknya molekul trigliserida yang telah terhidrolisis ataupun teroksidasi, yang berarti kualitas minyak telah menurun. Salah satu contohnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Arabsorkhi., dkk. (2023) yang menggunakan metode uji stabilitas dipercepat (accelerated stability test).

Dalam penelitian tersebut, Arabsorkhi., dkk. menggunakan alat oven untuk mengetahui dan melakukan evaluasi terhadap formulasi minyak bunga matahari yang telah diberikan zat antioksidan. Dalam hal ini, alat oven berfungsi sebagai instrumen kontrol suhu yang digunakan untuk mengkondisikan suhu sampel pada berbagai variasi, yakni 40o, 80o dan 100oC. sampel kemudian diuji nilai asam lemak bebas dan angka peroksidanya. Cara ini biasanya digunakan untuk menentukan umur simpan produk serta tanggal kadaluarsanya (expired date). Namun, cara ini bukanlah satu - satunya yang dapat dilakukan.
 
Cara yang lebih mudah dapat ditempuh dengan menentukan stabilitas oksidasi dari suatu produk. Pada cara ini, tolak ukur kestabilan oksidasi suatu sampel ditumpukan pada nilai IP atau induction period (periode induksi). Dengan mengetahui stabilitas oksidasi, analis tidak hanya dapat memprediksi umur simpan dari produk, melainkan dapat melakukan berbagai evaluasi terhadap produk. Evaluasi ini mencakup efektivitas tipe zat antioksidan yang digunakan, kecocokan formula, hingga kualitas bahan baku yang digunakan. Prinsipnya adalah dengan mengukur lamanya durasi ketahanan suatu sampel terhadap kondisi yang dapat mempercepat proses oksidasi seperti pemanasan dengan suhu tinggi dan aliran gas oksigen.

 

Cara Uji Stabilitas Oksidasi (Oxidation Stability Test)

Uji Stabilitas Oksidasi dilakukan dengan menggunakan instrumen reaktor oksidatif yang didesain khusus untuk mengukur nilai IP (Induction Period) suatu sampel. Dalam hal ini, sampel yang telah dikondisikan pada suhu ruang diambil secukupnya untuk diletakkan pada chamber analisa. Biasanya, alat reaktor telah terintegrasi dengan sistem komputasi dan otomatisasi, sehingga analis hanya perlu mengatur suhu alat hingga suhu target dan aliran gas oksigen melalui software. Proses kemudian akan berlangsung secara otomatis dan hasil akan muncul pada display komputer/PC.

Gambar 1. Rangkaian Alat reaktor Oksidatif

 
Dilansir dari Velp application note, dibandingkan berbagai jenis minyak dengan perlakuan tanpa dan pemberian zat antioksidan. Sampel yang digunakan adalah campuran minyak esensial yang diberi tambahan zat antioksidan berbeda - beda serta diuji pada suhu 100oC. Hasil dari pengujian ini terlampir pada Gambar 2. 
 

Gambar 2. Data Penelitian Nilai IP Dari Variasi Sampel Campuran Minyak

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa nilai IP yang paling tinggi dari keempat sampel adalah campuran minyak yang ditambah dengan zat antioksidan C, yang memiliki nilai IP hingga 25 jam 51 menit. Nilai ini sekaligus menunjukkan bahwa campuran minyak dengan zat antioksidan C memiliki stabilitas oksidasi yang lebih baik dibandingkan campuran lainnya, karena semakin tinggi nilai IP maka semakin kuat stabilitas oksidasi dari sampel tersebut.

Instrumen Uji Stabilitas Oksidasi

Pengujian stabilitas oksidasi dilakukan dengan menggunakan alat reaktor stabilitas oksidasi yakni Oxitest. Dalam pengoperasiannya, alat reaktor Oxitest dioperasikan melalui PC/komputer menggunakan Software. Untuk analisa, reaktor perlu dihubungkan dengan tabung gas oksigen yang telah dilengkapi dengan regulator tekanan yang berguna untuk mengatur dosis gas oksigen yang dialirkan pada sampel. Hal ini karena setiap sampel membutuhkan tekanan aliran gas oksigen yang berbeda – beda, tergantung pada kadar lipid yang dikandung oleh sampel tersebut. 

Selama analisa berlangsung, instrumen Oxitest akan mengukur perubahan tekanan absolut di dalam kedua chamber akibat pengambilan oksigen oleh komponen aktif yang ada pada sampel. Hasil yang akan muncul pada software berupa nilai Induction Period (IP) yang dinyatakan dalam satuan waktu yang berhubungan dengan stabilitas produk. Selain penentuan umur simpan, software ini juga dapat membantu analis dalam melakukan uji untuk melakukan :

  • Evaluasi kecukupan kondisi penyimpanan produk;

  • Evaluasi Efektivitas antioksidan yang digunakan;

  • Evaluasi Bahan packaging yang dapat digunakan untuk produk;

  • Kontrol kualitas bahan baku yang masuk dan produk jadi yang keluar.​

Secara fitur, reaktor Oxitest memiliki dua chamber titanium yang tertutup rapat dan dapat diatur suhunya. Alat ini dilengkapi dengan konektor gas oksigen yang dapat menyesuaikan tekanan masing – masing chamber dari skala 0 – 8 bar. Suhu setiap chamber juga dapat diatur dari suhu ambient hingga suhu 110°C.

Gambar 3. Tampilan Alat Oxitest

 

Referensi 

Arabsorkhi, Batoul., dkk. 2023. Investigating the effect of replacing the antioxidants Ascorbyl palmitate and tocopherol instead of TBHQ on the shelf life of sunflower oil using temperature accelerated method, Food Chemistry Advances, Vol.2

Badan Standardisasi Nasional. 2012. Standar Nasional Indonesia Nomor 7709 tentang “Minyak Goreng Sawit”

Badan Standardisasi Nasional. 2020. Standar Nasional Indonesia Nomor 8904 tentang “Minyak Goreng Kelapa”

Bera, D., dkk. 2006. Studies on a natural antioxidant for stabilization of edible oil and comparison with synthetic antioxidants, Journal of Food Engineering, Vol.74 (4), halaman 542-545

Fan, Liuping dan N.A Michael Eskin. 2015. 15 - The Use of Antioxidants In The Preservation of Edible Oils (Handbook of Antioxidants for Food Preservation), Woodhead Publishing Series in Food Science, Technology and Nutrition, halaman 373 - 388

Naeem, Ayeza., dkk. 2017. Effect of storage on oxidation stability of essential oils derived from culinary herbs and spices, Journal of Food Measurement and Characterization, https://link.springer.com/article/10.1007/s11694-017-9702-3 diakses pada Tanggal 28 Juli 2023 

Velp Scientifica Company. 2021. Application Note : Oxidation Stability of various types of Oils – Evaluation of a new Antioxidant effectiveness, https://www.velp.com/public/file/VELPApplicationNoteOilsAntioxidant-261951.pdf diakses pada Tanggal 28 Juli 2023 

Velp Scientifica Company. 2022. How To Effectively Test Oxidation Stability of Various Types Of Oils And Antioxidant Effectiveness, https://www.velp.com/en-ww/how-to-effectively-test-oxidation-stability-of-various-types-of-oils-and-antioxidant-effectiveness.aspx diakses pada Tanggal 28 Juli 2023 

 

Previous Article

Penentuan Kadar Alkohol dalam Minuman

Friday, 21 July 2023
VIEW DETAILS

Next Article

Penetapan Kadar Kelembaban dengan Moisture Analyzer dalam Industri Farmasi

Monday, 07 August 2023
VIEW DETAILS