Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Multimeter untuk Pengukuran Kualitas Air Limbah Industri

Multimeter untuk Pengukuran Kualitas Air Limbah Industri

Tuesday, 03 June 2025

Limbah industri adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian. Pembuangan limbah industri yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak limbah industri dan mencari solusi untuk mengelola limbah tersebut secara efektif. Salah satu cara yang dapat dilakukan guna mencegah pencemaran lingkungan akibat air limbah yaitu pelaku industri melakukan pengukuran kualitas air limbah sebelum dibuang ke lingkungan dan memastikan bahwa air limbah yang dibuang sudah sesuai dengan baku mutunya. Bagaimana caranya? Pengukuran kualitas air limbah dapat dilakukan oleh pelaku industri sendiri dengan menggunakan multimeter elektrokimia.

Untuk mengukur baku mutu limbah industri, sebaiknya pelaku industri telah mengetahui baku mutu air limbah yang disesuaikan dengan industrinya masing-masing. Baku mutu air limbah ini dapat dilihat pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Penggunaan multimeter elektrokimia merupakan salah satu solusi yang tepat untuk digunakan para pelaku industri dalam memudahkan pengukuran kualitas air limbahnya. Metode elektrokimia diterapkan dengan menggunakan multimeter elektrokimia dan elektroda khusus yang disesuaikan dengan parameter yang diuji mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disesuaikan dengan parameter yang diukur, seperti parameter Nitrat yang mengacu pada SNI Nomor 6989 Bagian 74 Tahun 2009, parameter BOD yang mengacu pada SNI Nomor 6989 Bagian 72 Tahun 2009, parameter suhu yang mengacu pada SNI Nomor 6989 Bagian 23 Tahun 2005, parameter konduktivitas yang mengacu pada SNI Nomor 6989 Bagian 1 Tahun 2004 dan parameter pH yang mengacu pada SNI Nomor 6989 Bagian 11 Tahun 2004. Adapun contoh multimeter elektrokimia yang dapat digunakan ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Multimeter Elektrokimia 

Beberapa parameter kualitas air limbah yang wajib dilakukan pengukuran adalah Total Dissolved Solids (TDS), Optical Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), suhu, konduktivitas (Conductivity), pH dan Amonia, Amonium, Sodium, Fluorida, Nitrat, dan Klorida dengan menggunakan Ion Selective Electrode (ISE). Pengukuran dengan multimeter elektrokimia misalnya dilakukan bisa saja hanya untuk satu parameter yaitu pH, ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang hanya tersedia satu koneksi probe, atau untuk dua parameter yaitu pH dan Biochemical Oxygen Demand (BOD), ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan dua koneksi probe, dan/atau tiga parameter dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan tiga koneksi probe. Sehingga penggunaan multimeter elektrokimia dapat mempermudah pelaku industri dalam memonitoring baku mutu air limbah secara bersamaan untuk beberapa parameter.

Selain multimeter, pemilihan probe juga perlu disesuaikan dengan parameter yang diukur dan cara pengukuran apakah secara langsung di saluran akhir pembuangan air limbah atau sampel diambil dan diukur di laboratorium. Adapun probe untuk setiap parameter berbeda, contoh probe pH, probe BOD, ISE Nitrat dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini.


Gambar 2. Probe pH, probe BOD dan ISE Nitrat

Beberapa kelebihan pengukuran baku mutu air limbah industri dengan menggunakan multimeter elektrokimia adalah:

  1. Tidak membutuhkan banyak alat untuk mengukur beberapa parameter.
  2. Tidak membutuhkan preparasi sampel.
  3. Dapat dilakukan secara in-situ
  4. Menggunakan baterai rechargeable
  5. Metode pengukuran telah diakui oleh Standar Nasional Indonesia (SNI)
  6. Hasil pengukuran cepat dan akurat.
  7. Data pengukuran dapat disimpan dan ditransfer ke PC.

Oleh karena itu, penggunaan multimeter elektrokimia dalam pengukuran baku mutu air limbah industri menjadi salah satu metode yang solutif bagi pelaku industri dalam memastikan kualitas air limbah yang akan dibuang ke lingkungan.

 

Referensi:

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 74 Tahun 2009 Air dan air limbah: Cara uji Nitrat (NO3) dengan secara electroda selektif ion

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 72 Tahun 2009 Air dan air limbah: Cara uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD)

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 23 Tahun 2005 Air dan air limbah: Cara uji suhu dengan termometer

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 06-6989 Bagian 1 Tahun 2004 Air dan air limbah: Cara uji daya hantar listrik (DHL)

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 11 Tahun 2004 Air dan air limbah: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter

Previous Article

Uji Cemaran Mikroba pada Air Minum : Bagian 1

Monday, 26 May 2025
VIEW DETAILS

Next Article

Uji Amonia pada Air Limbah dengan Metode Elektrometri dengan Ion Selective Electrode (ISE)

Monday, 16 June 2025
VIEW DETAILS