Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Cara Praktis Uji Total Suspended Solid pada Air Limbah Industri Tekstil

Cara Praktis Uji Total Suspended Solid pada Air Limbah Industri Tekstil

Wednesday, 27 March 2019

Air merupakan sumber daya utama bagi seluruh makhluk hidup. Air sangatlah bermanfaat bagi kehidupan tidak hanya untuk membersihkan diri maupun peralatan, namun juga dikonsumsi oleh tubuh. Contoh sumber air yang paling sering digunakan adalah sungai. Namun hal sebaliknya yang akan terjadi adalah kerugian jika air yang dikonsumsi tidak lagi bersih. Sering kali dijumpai beberapa sungai yang tbahkan telah digolongkan menjadi sungai yang kotor karena beberapa faktor. Faktor yang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem sungai adalah limbah.

Beberapa sumber limbah adalah aktivitas yang terjadi di sungai serta pembuangan limbah dari industri-industri sekitar. Hal yang paling berbahaya adalah ketika limbah yang dibuang ke sungai tidak diolah terlebih dahulu atau kadarnya masih meleibih ambang batas, sehingga beresiko tinggi dalam kerusakan ekosistem sungai. Dalam hal ini, pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 (Permen LH No.5 tahun 2014) yang mengatur tentang pengolahan limbah industri.1

Dari artikel sebelumnya telah dibahas mengenai uji dan monitoring parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada air limbah. Parameter BOD ini sangatlah berkaitan dengan parameter Total Suspended Solid (Jumlah padatan tersuspensi). Jika nilai TSS besar, maka dipastikan bahwa nilai BOD juga akan besar. Kesamaan efek yang ditimbulkan antara BOD dan TSS pun sama yaitu berkurangnya oksigen terlarut dalam air. Pada BOD hal ini disebabkan oleh aktivitas bakteri yang mengonsumsi oksigen untuk mengoksidasi material organik yang ada dalam air, sedangkan pada TSS disebabkan oleh interaksi material organik dengan oksigen terlarut2. Namun TSS dapat mengubah keadaan air dari kondisi aerobik menjadi anaerobik dan menyebabkan bau terutama ketika musim panas ataupun musim kemarau3. Efek lain yang dapat terjadi jika nilai TSS suatu air terlalu tinggi adalah suspended solid yang ada pada air akan membentuk lapisan di dasar dan di permukaan air sehingga dapat mencegah sinar matahari masuk ke dalam air dan oksigen yang ada di udara sulit untuk larut dalam air.

Beberapa treatment dapat digunakan untuk menurunkan level Total Suspended Solid (TSS) seperti sedimentation tank, koagulasi, dan metode ozonasi. Metode sedimentation tank umumnya menurunkan Total Suspended Solid (TSS) menggunakan filter dengan bahan isi yang beragam. Filter yang digunakan seperti tanah, kerikil, pasir sungai, dan kompos lumpur (mature sewage sludge)4. Namun dalam beberapa juga dapat dijumpai kombinasi keempat unsur tersebut untuk menghilangkan total suspended solid. Hal ini berbeda dengan metode koagulasi yang menggunakan koagulan untuk mengendapkan polutan5 sedangkan ozonasi menggunakan ozon untuk mengoksidasi materi polutan yang ada pada air limbah6.

Untuk treatment tersebut, diperlukan alat analisa yang dapat mendukung proses monitoring nilai dari parameter ini. Berdasarkan SNI 06-6989.3-2004, pengujian Total Suspended Solid dapat dilakukan secara gravimetri dengan menggunakan oven, timbangan, deksikator dan vacum pump. Prinsip Metode Gravimetri adalah pengurangan hasil penimbangan awal (sebelum treatment) dan akhir (setelah treatment). Kelebihan dari metode ini adalah mudah dilakukan, hasil yang diperoleh akurat dan presisi. Meski metode ini merupakan metode standard tetapi metode ini membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya sehingga kurang efisien jika digunakan untuk sampel yang sangat banyak.

 

Gambar 1. Alur Uji Total Suspended Solid (TSS) dengan Uji Gravimetri 

 

Sebagai solusi untuk memecahkan masalah ini, terdapat cara praktis untuk memonitoring nilai Total suspended solid (TSS) yaitu menggunakan Alat TSS Portable. Alat ini dapat mengukur nilai TSS dengan probe dan nantinya nilai akan terbaca pada display alat. Nilai yang dapat diukur berkisar dari 1 ppm – 400.000 ppm (atau 0.001 g/L sampai 400 g/L). Beberapa kelebihan dari alat ini adalah sebagai berikut :

  1. Kalibrasi alat mudah dilakukan, dengan cara memasukkan nilai hasil gravimetri standard dari sampel yang telah diukur

  2. Waktu uji yang dibutuhkan cepat (Pengukuran dengan alat TSS Portable ini dapat dilihat pada Gambar 3)

  3. Alat bantu yang diperlukan sedikit.
  4. IP perlindungan probe adalah IP 67, sehingga dapat digunakan langsung di lapangan maupun pada uji Lab (Gambar 3).

  5. Alat mudah dioperasikan.

  6. Fleksibel dan mudah untuk dibawa bepergian.

  7. Alat ini juga dapat mengukur Turbidity (range : 0.001 sampai 9999 NTU).

Gambar 2. Alat TSS Portable Hach

Gambar 3. Uji Total Suspended Solis (TSS) dengan Alat TSS Portable di Laboratorium

 

Referensi :

  1. Kementerian Lingkungan Hidup. 2014. Peraturan Lingkungan Hidup No. 5 . http://jdih.menlh.go.id/content/docDetail.php?docType=puu&docID=7807&screenCode=09.07 diakses pada 26 Maret 2019 Pukul 09.30

  2. Monney, Isaac., dkk. 2013. Environmental impacts of wastewater from Urbans slums : case study – Old Fadama , Accra. https://www.researchgate.net/figure/Total-suspended-solids-in-wastewater_fig4_258108100 Diakses pada 24 Maret 2019 Pukul 10.30

  3. Verma, Anoop., Xiupeng Wei, dan Andre Kusiak. 2012. Predicting the total suspended solids in wastewater: A data-mining approach. Engeneering Applications of Artificial Intellegence, Vol.26, halaman 1366 - 1372

  4. Mannios, Thrassyvolous., Paul A.Millner, dan Ed Stentiford. 2003. Removal of Total Suspended Solids from Wastewater in Constructed Horizontal Flow Subsurface Wetlands.  Journal of Environmental Health Part A, Vol 38 (6), halaman 1073 - 1085

  5. Kusuma W, Tunjung., Mochtar Hadiwidodo, dan Purwono. 2017. Studi Penurunan TSS, Turbidity, dan COD dengan Menggunakan Kitosan dari Limbah Cangkang Sumpil (Faunus Aster) Sebagai Nano-Biokoagulan dalam Pengolahan Limbah Cair PT Pharos Tbk Semarang. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol.6 (1)

  6. Estikarini, Hutami Dinar., Mochtar Hadiwidodo, dan Veny Luvita. 2016. Penurunan Kadar COD dan TSS pada Limbah Tekstil dengan Metode Ozonasi. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol.5 (1)

  7. Badan Standarisasi Nasional. 2014. Air dan air limbah- Bagian 3: Cara uji padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid, TSS) secara gravimetri. http://sainstkim.teknik.ub.ac.id/wp-content/uploads/2016/12/SNI-06-6989.3-2004-TSS-secara-gravimetri.pdf diakses pada 25 Maret 2019 Pukul 09.00

 

 

Previous Article

Climate Testing Pada Kemasan Kaleng Makanan

Friday, 08 March 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Ultrapure Water untuk HPLC

Wednesday, 27 March 2019
VIEW DETAILS