Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Pengolahan Limbah untuk Menurunkan Kadar BOD limbah Industri Tekstil

Pengolahan Limbah untuk Menurunkan Kadar BOD limbah Industri Tekstil

Monday, 17 December 2018

Aktivitas produksi industri tekstil diidentifikasi mengandung substansi yang berpengaruh besar pada kadar BOD. Dengan penggunaan berbagai macam zat kimia serta suhu yang tinggi, air buangan industri tekstil bersifat alkali, berwarna, berbusa, berbau, panas dengan tingkat BOD tinggi. Sehingga Permen LH No. 5 Tahun 2014 menetapkan BOD sebagai salah satu syarat Baku Mutu Air Limbah Industri Tekstil. Hal ini karena BOD secara empirik digunakan sebagai pendekatan untuk mengetahui ketersediaan sumber zat hara bagi kehidupan mikroba.

Tingkat pencemaran yang ditimbulkan bergantung kepada macam bahan yang dikerjakan dan proses pengerjaannya. Pewarna yang digunakan meskipun dalam jumlah sedikit selalu menimbulkan masalah limbah cair yang serius. Untuk menurunkan tingkat BOD dapat dilakukan pengolahan limbah, adapun proses pengolahannya dengan proses fisika kimia, meliputi tahap:

1. Pengendapan awal.

2. Biofilter anaerob yang terdiri dari zeolit, ijuk, kerikil, pasir kuarsa, dan karbon aktif sebagai adsorben.

3. Pengendapan akhir.

Air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal dengan waktu tinggal tertentu akan memberi kesempatan partikel yang dapat dipisahkan secara gravitasi. Setelah dari bak pengendapan awal, secara overflow limbah cair batik mengalir ke bak biofilter anaerob yaitu bak filtrasi dan adsorbsi.

Pada bak filtrasi dan adsorbsi yang didalamnya terdiri dari beberapa lapisan bahan adsorben yaitu zeolit, ijuk, kerikil, pasir kuarsa sebagai filter yang berfungsi memisahkan cairan dan partikel-partikel padat dengan cara meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat dan karbon aktif yang berfungsi sebagai filter dan adsorben.

Pada bak pengendapan akhir terjadi proses aerasi dengan cara gravitasi dari bak karbon aktif ke bak pengendapan akhir, dimana posisi dari bak karbon aktif lebih tinggi dari bak pengendapan akhir.

 

Banyak industri tekstil yang masih belum memenuhi baku mutu walaupun sudah melewati  instalasi pengolahan sehingga perlu dilakukan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Semakin besar angka BOD menunjukkan bahwa derajat pengotoran air limbah semakin besar (Sugiharto, 2008). Pengotoran air limbah mengandung bahan-bahan organik, merusak kehidupan air serta menimbulkan bau. Salah satu cara untuk menurunkan polutan yaitu dengan teknologi pengolahan yang dapat dilakukan dengan cara penambahan bahan kimia untuk menetralkan keadaan dan meningkatkan pengurangan dari partikel kecil yang tercampur dilanjutkan dengan proses pengendapan untuk mengurangi bahan organik, proses ini dikenal dengan proses koagulasi yang bertujuan untuk memisahkan koloid yang sangat halus di dalam air limbah, menjadi gumpalan-gumpalan yang dapat diendapkan, disaring atau diapungkan.

 

Dengan berkurangnya bahan organik terlarut akan menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik tersebut sehingga nilai BOD akan menurun. Bahan kimia sebagai koagulan yang sering digunakan antara lain kapur (Ca(OH)2), Alumunium Sulphate (Al2(SO4)3.18 H2O), Ferri Chloride (FeCl3), Ferro Sulphate (FeSO4)3, dan Poly Alumunium Chloride (PAC). Bukan hanya bahan kimia koagulan yang ditentukan,tetapi perlu juga ditentukan dosis yang optimum.

 

Untuk mengecek kadar BOD sebelum dan setelah pengolahan limbah, dapat digunakan BOD Sensor System 6 dari VELP atau BOD Trak II dari HACH dapat digunakan untuk mengukur nilai BOD berdasarkan metode manometrik.

Gambar 1. BOD Sensor System 6 Velp

 

Gambar 2. BODTrakII Apparatus

 

 

Daftar Pustaka:

Estikarini,H.D., Hadiwidodo,M.,Luvita, V. 2016. PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH TEKSTIL DENGAN METODE OZONASI. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 5, No 1. Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Fitriana,W., Kasjono,H.S., Astuti,D. KEEFEKTIFAN POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK DESA KLIWONAN MASARAN SRAGEN. Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat FIK UMS.

Previous Article

Ultrapure Water untuk Hasil Analisa yang Optimal

Friday, 09 November 2018
VIEW DETAILS

Next Article

Koagulasi dan Flokulasi dalam Pengolahan Limbah

Tuesday, 15 January 2019
VIEW DETAILS