Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Deep Freezer dan Data Logger: Kebutuhan Utama untuk bidang Medis

Deep Freezer dan Data Logger: Kebutuhan Utama untuk bidang Medis

Wednesday, 27 February 2019

Seperti yang kita ketahui, bidang medis amat sangat erat kaitannya dengan darah, serum, plasma, antibiotik, bakteri, vaksin dan lain sebagainya. Produk-produk medis tersebut pastilah sangat rentan dan harus dijaga kondisinya dalam suhu dan kelembaban tertentu. Hal ini berkaitan dengan produk-produk medis yang mudah terkontaminasi oleh virus, jamur dan bakteri. Tentunya jika produk produk tersebut terkontaminasi, maka akan berdampak pada hasil analisis ataupun produk yang akan dibuat nantinya. Dalam hal ini, produk yang sangat riskan adalah darah.

Darah adalah komponen yang sangat dibutuhkan kehidupan, tidak hanya digunakan untuk kebutuhan transfusi, namun juga dibutuhkan untuk menghasilkan berbagai produk seperti red cells, platelets, FFP (Fresh Frozen Plasma) dan cryoprecipitate dan produk derivate plasma lainnya. Mengacu pada artikel sebelumnya mengenai pembuatan plasma dan serum darah dapat menggunakan alat sentrifugasi, artikel kali ini akan membahas tentang penyimpanan produk-produk darah. Beberapa produk darah biasanya dapat bertahan lebih lama jika disimpan pada keadaan dingin, dengan suhu berkisar pada 1,5o sampai 5o C menggunakan refrigerator.

Dalam standard Wold health Organization (WHO) disebutkan darah haruslah disimpan pada suhu 2o – 6o C1. Alasan utama dibalik treatmemnt ini adalah untuk menjaga kualitas darah agar kemampuannya dalam mengikat oksigen tidak menurun. Kemampuan darah dalam mengikat oksigen ini berkaitan dengan zat-zat yang dikandung oleh darah seperti sel darah merah, glukosa, ATP, 2,3DPG, dan lainnya. Disamping itu, darah merupakan material yang mudah ditumbuhi bakteri. Jika penyimpanan dilakukan pada suhu diatas 6o C, maka bakteri masih bisa tumbuh dan akan menyebabkan kontaminasi nantinya. Hal ini juga berlaku jika penyimpanan dilakukan pada suhu dibawah 2o C, yang terjadi adalah sel darah merah di dalam darah akan melepaskan zat hemoglobin sehingga darah tidak bisa digunakan. Suhu juga akan mempengaruhi waktu penyimpanan darah yang ditunjukkan pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Kondisi Penyimpanan untuk Darah dan Sel Darah Merah

Kondisi

Suhu

Waktu Penyimpanan

Transport

20o – 24o C

Kurang dari 6 jam

Penyimpanan sebelum diolah atau untuk produk olahan (processed blood)

2o – 6o C

Estimasi 35 hari

Transport processed blood

2o – 10o C

Kurang dari 24 jam

 

Dari Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa suhu sangatlah penting dalam penyimpanan darah maupun produknya. Jika pada darah sebelum proses haruslah disimpan pada suhu 2o – 6o C, maka hal ini berbeda dengan produk darah yang dikenal dengan Fresh Frozen Plasma (FFP). Fresh Frozen plasma juga sangat rentan bahkan lebih rentan dari darah donor, sehingga suhu penyimpanannya lebih extreem. Hal ini dikarenakan FFP adalah produk plasma darah yang mengandung sel darah merah, sel darah putih dan platelet, FFP juga mengandung vital protein yang dikenal sebagai clotting factor2. FFP dibuat dari plasma yang telah dipisahkan dan dibekukan secara cepat hingga ke intinya pada suhu yang -30o C selama 1 jam dan disimpan di dalam Freezer. Treatment penyimpanan yang dilakukan pada FFP pun berkaitan dengan masa bertahannya produk, hal ini ditunjukkan pada Tabel 2 sedangkan gambar FFP ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Fresh Frozen Plasma (FFP)

Tabel 2. Kondisi Penyimpanan untuk Fresh Frozen Plasma (FFP)

Kondisi

Suhu

Waktu Penyimpanan

 

 

Penyimpanan

-20o sampai -24o C

3 Bulan

-25o sampai -29o C

6 Bulan

-30o sampai -39o C

1 Tahun

-40o sampai -64o C

2 Tahun

-65o sampai dibawahnya

7 Tahun

Transportasi

Dibawah – 25o C

 

 

Produk lainnya yang juga memerlukan treatment suhu adalah Cryoprecipitate/ AHF (Anti Hemophilic Factor). Produk ini dihasilkan dari Fresh Frozen Plasma (FFP)3 yang dicairkan (Thawing) selama semalam pada suhu 2o sampai 6oC yang dilanjutkan dengan sentrifugasi pada suhu yang sama. Dalam treatment penyimpanan dan transportasi ditunjukkan pada Tabel 3.

 

Tabel 3. Kondisi Penyimpanan untuk Cryoprecipitate/ AHF (Anti Hemophilic Factor)

Kondisi

Suhu

Waktu Penyimpanan

Penyimpanan

-18o sampai -25o C

3 Bulan

Dibawah -25o C

36 Bulan

Transportasi

Dibawah -25o C

 

Dari deskripsi diatas disimpulkan bahwa treatment dan monitoring suhu sangatlah penting dilakukan dan pemilihan alat menjadi faktor utamanya. Untuk skala penyimpanan pada suhu rendah, deep Freezer dari GFL dapat menjadi pilihan Anda. Alat ini digunakan untuk preservasi materi organik, cell lines, jaringan hewan,manusia maupun tumbuhan, darah dan produknya, vaksin, bakteri, virus, yeast, maupun fungi. Terdapat beberapa model untuk alat deep freezer GFL yang bergantung pada range suhu dan kapasitas volume alat. Range suhu yang dapat dicapai alat ini adalah 0o sampai -40o C dan -50o sampai -85o C, dengan kapasitas volume yang tersedia adalah 70L, 100L, 220L, 300L, dan 500L. Selain itu deep freezer GFL juga tersedia dalam model chest freezer dan upright freezer yang ditunjukkan pada Gambar 2.

 

Gambar 2. Deep Freezer GFL

 

Untuk monitoring suhu alat, EBI 25 wireless data loger adalah solusi yang tepat untuk deep freezer. Alat ini dapat mengukur suhu dari -30o hingga 60o C. Dalam operasinya, alat ini menggunakan gelombang radio yang dapat ditangkap oleh interface dan disambungkan ke PC, smartphone, email dan internet dengan bantuan software winlog.wave dan winlog.web. Beberapa kelebihan alat ini adalah sebagai berikut :

  1. mudah untuk dioperasikan.

  2. Monitoring dapat dilakukan secara kontinu.

  3. Dioperasikan dengan menggunakan software.

  4. Data secara otomatis terekam.

  5. Data yang didapat dapat diakses melalui PC maupun internet.

  6. Terdapat pesan alarm yang dapat dikirim melalui email.

  7. Baterai yang digunakan dapat diganti dengan mudah.

  8. 1 interface dapat terhubung dengan 50 logger.

  9. Jangkauan pengukuran yang luas hingga 500 m (tanpa adanya halangan).

 

Gambar 3. EBI 25 Wireless Data Logger

 

 

Referensi :

  1. World Health Organization. 2005. Safe Blood and Blood products: Manual on the Management, Maintenance, and Use of Cold chain Equipment. New Delhi : World Health Organization

  2. The Victorian Department of Health. 2014. Blood and Blood products : Standard 7 Blood and Blood Products. Australia : Sector Performance, Quality and Rural Health, Victorian Government, Department of Health

  3. Joint United Kingdom (UK) Blood Transfusion and Tissue Transplantation Services Professional Advisory Committee (JPAC). https://www.transfusionguidelines.org/transfusion-handbook/3-providing-safe-blood/3-3-blood-products

Previous Article

Total dan Derajat Keasaman dalam Susu Segar

Tuesday, 29 January 2019
VIEW DETAILS

Next Article

Climate Testing Pada Kemasan Kaleng Makanan

Friday, 08 March 2019
VIEW DETAILS