Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Kekeruhan (Turbiditas) dalam Air Minum

Kekeruhan (Turbiditas) dalam Air Minum

Monday, 04 May 2020

Mengapa kekeruhan (turbiditas) dalam air minum termasuk dalam indikator kualitas yang penting?

Pada air minum, selain dapat mengurangi estetika dan membuat rasa menjadi tidak enak, kekeruhan dapat mengindikasikan adanya tingkat bakteri, patogen, atau partikel yang tinggi yang dapat melindungi organisme berbahaya sehingga mnegurangi efektifitas proses desinfeksi dan membahayakan kesehatan. Kekeruhan sangat berguna sebagai indikator kualitas air yang dapat menghasilkan informasi yang berharga dengan cepat, relatif murah dan berkelanjutan. Instalasi pengolahan air secara konstan memonitor tingkat kekeruhan untuk memastikan bahwa air tidak melebihi tingkat aman. SNI 01-3553 2006 mencantumkan kekeruhan sebagai salah satu persayaratan mutu air minum sebagai ukuran kontrol kualitas dengan batas maksimum 3 NTU.

 

Kekeruhan

Kekeruhan dapat diartikan sebagai ukuran relatif kejernihan air. Kekeruhan bukanlah ukuran langsung dari partikel tersuspensi dalam air tetapi sebaliknya, yaitu ukuran efek hamburan partikel-partikel tersebut terhadap cahaya. Kekeruhan mengukur seberapa besar partikel-partikel itu memengaruhi cahaya yang ditransmisikan melalui air, atau bagaimana cahaya itu memantulkan partikel di dalam air.

Sedimen seringkali menempati urutan teratas dalam daftar zat atau polutan yang menyebabkan kekeruhan. Namun, Daerah Aliran Sungai (DAS) apa pun memiliki banyak sumber polutan atau fitur fisik yang bisa mempengaruhi kejernihan air seperti bahan kimia

 

Peran Turbiditas Dalam Pengolahan Air Minum Saat Ini

Alasan utama untuk mengukur kekeruhan dalam air minum adalah untuk menghilangkan patogen penyebab penyakit yang ditularkan melalui air. Kekeruhan adalah salah satu pengukuran yang dapat ditelusuri jika terjadi wabah karena ada hubungannya antara peningkatan nilai kekeruhan dan terjadinya insiden wabah, sehingga kekeruhan dapat digunakan untuk memantau patogen yang sangat berbahaya. Nilai dari pembacaan kekeruhan bukanlah seberapa banyak patogen yang mungkin terkandung dalam suatu sampel, tetapi dengan mengukur kekeruhan, nilai tersebut dapat menjadi acuan secara relatif seberapa banyak atau sedikit dari setiap partikel reflektif yang mempengaruhi kejernihan sampel, bahkan jika mereka tidak terdeteksi dengan mata manusia.

 

Monitoring Kekeruhan dalam Instalasi Pengolahan Air Minum

Pengukuran kekeruhan biasany diambil di beberapa titik lokasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP):

1. Sumber Air Minum

Kekeruhan dapat digunakan untuk memantau kualitas air sumber yang biasanya berasal dari air tanah, air sungai atau air pegunungan. Perubahan cepat dalam kekeruhan mengindikasikan terjadi polusi di air permukaan dan air tanah (mis. dipicu oleh badai, pencairan, kebakaran atau tumpahan, yang mungkin ditambah dengan kegiatan antropogenik seperti pembukaan hutan), atau masuknya kontaminasi melalui infrastruktur air tanah. Perubahan dalam kekeruhan harus diselidiki untuk menentukan penyebab dan mengidentifikasi tindakan korektif yang tepat.

2.Filtrasi

Kekeruhan pada filtrasi diukur untuk memverifikasi efektivitas proses koagulasi, flokulasi, dan kinerja filter (individu dan gabungan). Pemantauan kekeruhan dari limbah filter individual dan gabungan diperlukan untuk memastikan bahwa patogen belum berhasil masuk melalui sistem filtrasi konvensional dan / atau membran IPA/WTP. Dengan mengukur kekeruhan pada filtrasi ini, pengguna dapat membandingkan efektivitas filtrasi sebelum dan sesudah filtrasi. Selain itu, jika terjadi penyimpangan memungkinkan pengguna bereaksi terhadap gangguan potensial dengan cepat untuk melakukan tindakan perbaikan.

Memantau aliran penyaringan atau tepi membran terpisah sebelum aliran digabungkan kembali juga dapat membantu mengoptimalkan langkah perawatan dan pembersihan filter dengan mendokumentasikan penurunan kinerja atau kegagalan aliran demi aliran. Turbidimeter juga digunakan untuk membaca kejernihan air backwash untuk menghindari prosedur backwash berjalan lebih lama dari yang diperlukan.

3.Desinfeksi

Kekeruhan dapat digunakan sebagai parameter operasional untuk menilai kemungkinan efektivitas disinfeksi, dan sebagai dasar pengaturan dosis desinfektan dan memodifikasi waktu kontak (jika modifikasi tersebut dimungkinkan).

4.Limbah Effluent Akhir Plant

Bacaan kekeruhan tambahan juga dapat diambil pada titik di mana air memasuki sistem distribusi air. Ini bisa menjadi sangat penting ketika pengolahan air dan distribusi air ditangani oleh organisasi yang terpisah. Pembacaan kekeruhan tambahan juga dapat dilakukan di beberapa titik lain di jaringan distribusi untuk memantau setiap perubahan kualitas air saat mengalir melalui sistem.

 

Pengukuran Kekeruhan

Kekeruhan diukur dengan menggunakan peralatan optik khusus di laboratorium atau di lapangan. Cahaya diarahkan melewati sampel air, dan jumlah cahaya tersebar diukur. Unit pengukuran disebut Nephelometric Turbidity Unit (NTU), atau satuan kekeruhan lainnya (seperti FAU, FNU, dll). Semakin besar hamburan cahaya, maka semakin tinggi kekeruhan. Nilai kekeruhan rendah menunjukkan tinggi kejernihan air; nilai yang tinggi menunjukkan kejernihan air yang rendah.

Turbidimeter adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan. Pada alat turbidimeter ada dua metode yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur kekeruhan, yaitu International Standardization Organization Method 7027 (ISO Method 7027)  atau Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, Method 2130B. (The United States Environmental Protection Agency (USEPA) Method 180.1 untuk kekeruhan. Metode tersebut didasarkan pada metode yang paling sering digunakan oleh badan regulasi.

Untuk memilih turbidimeter berdasarkan standard USEPA Method 180.1, kriteria yang diperlukan yaitu:

  1. Detektor utama merupakan pengukuran berdasarkan nephelometrik (90 derajat)
  2. Sumber cahaya yang digunakan adalah lampu filamen tungsten.
  3. Puncak respon spectral  400 – 600 nm
  4. Range pengukuran biasanya berkisar 0 – 40 NTU

Sedangkan untuk memilih turbidimeter berdasarkan standard Metode ISO 7027, kriteria yang diperlukan:

  1. Detektor utama harus untuk pengukuran nephelometric (90 derajat),
  2. Sumber cahaya harus pada panjang gelombang 860 nm.
  3. Bandwidth spektral cahaya harus berada dalam 860 nm ± 30 nm.
  4. Rentang pengukuran dari 0 hingga 40 NTU.

 

Saat ini, sumber cahaya yang digunakan untuk turbidimeter tidak hanya menggunakan lampu tungsten atau LED, tetapi dapat juga menggunakan sumber cahaya seperti laser, monokromatik atau lampu merkuri. Semua turbidimeter yang menggunakan prinsip nephelometrik  mengukur cahaya yang tersebar pada posisi 90°, bahkan seringkali menggunakan detektor tambahan untuk mendeteksi hamburan cahaya yang tersebar di bagian depan dan belakang.

Pada aplikasi air minum, ukuran partikel dan tingkat jumlah partikel sangat rendah. Pada turbidimeter yang kurang sensitif pada level rendah ini, perubahan kekeruhan yang dihasilkan dari penyimpangan filter bisa sangat kecil sehingga tidak bisa dibedakan dari baseline noise kekeruhan instrumen.

Oleh karena itu diperlukan turbidimeter dengan presisi dan akurasi pengukuran kekeruhan yang lebih baik pada pengukuran dengan range yang rendah. Selain itu waktu respon turbidimeter terhadap sampel diharapkan singkat sehingga menghemat waktu yang ada dikarenakan proses monitoring untuk air minum ada dibeberapa titik.

 

 

 

 

Referensi:

https://www.hach.com/turbidity-article-turbidity101

https://www.hach.com/industries/drinking-water/turbidity

https://www.pca.state.mn.us/sites/default/files/wq-iw3-21.pdf

https://www.who.int/water_sanitation_health/publications/turbidity-information-200217.pdf

 

Previous Article

Uji Lemak pada Makanan Beku (Frozen Food)

Tuesday, 28 April 2020
VIEW DETAILS

Next Article

MENGHITUNG KOLONI DENGAN COLONY COUNTER

Wednesday, 06 May 2020
VIEW DETAILS