Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364496{main}( ).../news-detail.php:0
Kemudahan Pengontrolan Air Budidaya Ikan

Kemudahan Pengontrolan Air Budidaya Ikan

Monday, 15 July 2024

Tahukah Anda bagaimana cara memudahkan pengontrolan air budidaya ikan dilakukan? Solusi yang dapat diterapkan untuk mempermudah pengontrolan adalah dengan menerapkan metode elektrokimia dengan penggunaan multimeter. Beberapa parameter yang dapat dilakukan pengontrolan dengan multimeter yaitu pH, suhu (temperatur), konduktivitas (conductivity), Total Dissolved Solid (TDS) atau total padatan terlarut, salinitas, Dissolved Oxygen (DO) atau oksigen terlarut, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Oxidation Reduction Potential (ORP), amonia, amonium, klorida, fluoride, Nitrat dan Sodium. Parameter-parameter ini dapat dikontrol dengan mudah dengan menggunakan multimeter elektrokimia. Metode ini menggunakan meter dan probe yang sesuai dengan parameter yang akan diukur atau diuji. Pengukuran dengan multimeter misalnya dilakukan hanya untuk satu parameter yaitu pH, ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang hanya tersedia 1 koneksi probe, atau untuk dua parameter yaitu pH dan Dissolved Oxygen (DO), ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan 2 koneksi probe, dan/atau tiga parameter yaitu pH, Oxidation Reduction Potential (ORP) dan konduktivitas (conductivity), ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan 3 koneksi probe.

Persyaratan Kualitas Air Budidaya Ikan

Pengontrolan air budidaya ikan dilakukan dengan memerhatikan persyaratan kualitas air atau baku mutu air budidaya yang disyaratkan atau dianjurkan oleh pemerintah. Adapun persyaratan kualitas air budidaya ikan air tawar diatur dalam SNI 8224.4:2015, seperti ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Persyaratan Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar 

Sedangkan untuk baku mutu air sumber untuk penggunaan budidaya udang diatur dalam SNI8228.1:2015 yang ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Baku Mutu Air Sumber untuk Penggunaan Budidaya Udang

Lalu untuk persyaratan kualitas air budidaya rumput laut dapat mengacu pada SNI 8228.2:2015, yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3. Persyaratan Kualitas Air Budidaya Rumput Laut

Dan untuk persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan laut di Keramba Jaring Apung (KJA) dapat mengacu pada SNI 8228.5:2015 yang dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4. Persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan laut di Keramba Jaring Apung (KJA)

Persyaratan kualitas air budidaya ikan yang diatur pemerintah dalam SNI diharapkan untuk dikontrol sesuai dengan mutu yang dianjurkan guna menjaga kualitas ikan yang dibudidaya juga meningkatkan nilai gizi dan menjaga kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi nantinya.

 

Multimeter Elektrokimia yang Memudahkan Pengontrolan Kualitas Air Budidaya Ikan

Metode elektrokimia diharapkan memudahkan pembudidaya dalam mengontrol kualitas air budidayanya. Penggunaan multimeter elektrokimia merupakan solusi yang tepat untuk digunakan untuk memudahkan pembudidaya dalam melakukan pengontrolan.

Adapun contoh multimeter yang dapat dilakukan dapat digunakan dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Multimeter

Multimeter juga dapat digunakan untuk pengukuran beberapa parameter secara bersamaan. Contoh display dan koneksi probe multimeter dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Display dan koneksi probe multimeter

Pengukuran dengan multimeter misalnya dilakukan hanya untuk satu parameter yaitu pH, ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang hanya tersedia 1 koneksi probe, atau untuk dua parameter yaitu pH dan Dissolved Oxygen (DO), ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan 2 koneksi probe, dan/atau tiga parameter yaitu pH, Oxidation Reduction Potential (ORP) dan konduktivitas (conductivity), ini bisa dilakukan dengan penggunaan multimeter yang tersedia dengan 3 koneksi probe. Sehingga penggunaan multimeter yang dapat melakukan pengontrolan parameter kualitas air secara bersamaan untuk beberapa parameter diharapkan dapat memudahkan pembudidaya dan menghemat waktu pengontrolan yang diperlukan.

Selain meter, pemilihan probe yang sesuai dengan parameter dan cara pengukuran apakah secar in situ di kolam atau sampel diambil dan diukur di laboratorium. adapun probe untuk setiap parameter berbeda, contoh probe dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Jenis-jenis probe uji kualitas air

Banyaknya jenis probe sehingga analis harus memastikan apakah probe yang digunakan sesuai dengan parameter yang akan diukur dan juga memastikan probe yang digunakan apakh untuk penggunaan pengukuran di kolam secara langsung atau pengukuran sampel dilakukan di laboratorium.

Referensi:

SNI 8228.1: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 1: Udang

SNI 8228.2: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 2: Rumput Laut

SNI 8228.4: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 4: Ikan air tawar

SNI 8228.5: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 5: Ikan laut di keramba jaring apung

Previous Article

Uji Stabilitas produk Pakan

Thursday, 11 July 2024
VIEW DETAILS

Next Article

Uji Stabilitas Produk : pH Sebagai Titik Kritis Penentu Stabilitas Produk Olahan Pangan

Tuesday, 23 July 2024
VIEW DETAILS