Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364400{main}( ).../news-detail.php:0
Uji Kestabilan Cat dalam Penyimpanan

Uji Kestabilan Cat dalam Penyimpanan

Tuesday, 27 July 2021

Tahukah Anda bahwa kebutuhan cat di Indonesia sangatlah besar? Hal ini tercatat pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Bidang Industri Cat, bahwa  kebutuhan penggunaan cat di Indonesia dapat mencapai 22 Trilyun per tahunnya dengan lebih dari 130 pabrik cat berdiri di Indonesia. Jumlah ini pun memicu adanya persaingan antara produk satu dan lainnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam segi kualitas, kestabilan cat selama masa penyimpanan adalah salah satu parameter penting yang dapat mempengaruhi kualitas cat dan minat konsumen. Parameter ini diuji berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 3564 Tahun 2014, dan artikel ini akan membahas uji tersebut secara tuntas.

Jenis-jenis Cat

Dimanapun kita berada, disekeliling kita pasti dapat menemukan teknik pelapisan (coating), mulai dari gedung, pagar, tembok, kendaraan, mebel, tangki, pipa, konstruksi, kapal hingga alat elektronik, kabel-kabel, bahkan alat tulis pun dilapisi, dan masih banyak lagi. Dunia teknik pelapisan sangat berkembang hampir ke semua sektor industri, baik untuk keperluan estetika maupun untuk keperluan perlindungan atau proteksi. Cat (paint) merupakan salah satu jenis teknik pelapisan yang paling praktis cara penerapannya karena dapat diaplikasikan di berbagai tempat dengan cara yang sederhana. Industri cat merupakan industri yang kreatif, berbagai inovasi dimunculkan, mulai dari variasi estetika, kekuatan hingga ke isu lingkungan untuk proteksi terhadap korosi, juga perawatan dan pengawetan alat-alat produksi dan konstruksi pada berbagai industri.

Adapun jenis-jenis cat dikelompokkan dengan berbagai dasar pengelompokan yang akan dijabarkan dalam Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Pengelompokkan Jenis-jenis cat

Dasar Pengelompokkan

Jenis Cat dan Keterangan

Bahan baku

  1. Berdasarkan jenis resin yang dipakai yaitu cat epoxy, polyurethane, acrylic, melamine, alkyd, nitro cellulose, polyester, vinyl, dan chlorinated rubber
  2. Berdasarkan ada tidaknya pigmen dalam cat tersebut, yaitu varnish atau lacquer (transparent, tidak mengandung pigmen), doco atau enamel (berwarna dan menutup permukaan bahan, dan mengandung pigmen)

Fungsi

Cat dempul (filler), anti karat (anti corrosion), anti jamur (anti fungus), tahan api, tahan panas (heat resistance), anti bocor (water proofing), decorative, protective, heavy duty, dan industri.

Metode pengecatan

Cat kuas, spray, celup, wiping, elektrostatik, dan roll.

Letak pemakaian

Cat primer, undercoat, intermediate (ditengah-tengah), top coating/finishing (pada permukaan paling atas dari beberapa lapisan cat), interior (di dalam tidak terkena secara langsung sinar matahari), dan exterior.

Jenis substrat

Cat besi (metal protective), lantai (flooring systems), kayu (wood finishing), beton (concrete paint), kapal (marine paint), mobil (automotive paint), plastik, kulit, dan tembok.

Kondisi dan bentuk campuran

Cat pasta, ready-mixed, emulsi, dan aerosol.

Ada tidaknya solvent

Water base, cat solvent base, tanpa solvent, dan powder.

Mekanisme pengeringan

cat kering udara (varnish dan synthetic enamel), cat stoving (panggang), cat UV curing, dan cat penguapan solvent (lacquer dan duco)

 

Syarat Mutu Cat

Berikut syarat-syarat mutu cat yang disyaratkan oleh Standar Internasional yaitu American Standard Testing and Material (ASTM) dan The International Organization for Standarization (ISO), maupun Nasional yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI).

Syarat mutu cat terdiri dari syarat kualtitatif dan syarat kuantitatif.

1. Syarat Kualitatif Mutu Cat

1.1. Keadaan dalam kemasan

Sewaktu kemasan dibuka, cat tidak berbau busuk dan setelah dilakukan pengadukan, cat tidak mengandung endapan keras, tidak menggumpal, tidak mengulit, dan tidak terjadi pemisahan warna.

1.2. Sifat  pengulasan

Cat siap pakai dan harus mudah diulaskan dengan kuas pada lempeng uji kristosil semen. Lapisan cat kering harus halus, rata, tidak berkerut, dan tidak turun.

1.3. Kestabilan dalam penyimpanan dan sifat lapisan kering

Setelah enam bulan dikemas oleh pabrik dan disimpan pada suhu 21-32 C atau disimpan selama satu bulan pada suhu 52 C cat tidak akan mengalami perubahan.

1.4 Ketahanan terhadap alkali

Setelah diuji dan dikeringkan selama 30m menit, cat tidak mengalami perubahan warna, gelembung, pengerutan, pengapuran, dan pengelupasan.

 

2. Syarat Kuantitatif Mutu Cat

Syarat kuantitatif terdiri dari beberapa parameter yang dirangkum dalam Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. syarat kuantitatif cat

No.

Parameter

Satuan

Persyaratan

A. Persyaratan umum

1.

Daya tutup (pfund)

m2/L

Min. 8

2.

Berat jenis

g/mL

Min. 1,1

3.

Kehalusan

Mikron, µm

Maks. 50

4.

Waktu pengeringan

 

 

 

Kering sentuh

Menit

Maks. 30

 

Kering keras

Menit

Maks. 120

5.

Padatan total, b/b

%

Min. 40

6.

Kekentalan

KU (Krebs Unit)

Min. 75

7.

Kandungan logam berat

 

Timbal, Pb

mg/kg

Maks. 90

 

Raksa, Hg

mg/kg

Maks. 60

 

Cadmium, Cd

mg/kg

Maks. 75

 

Krom heksavalen, Cr (VI)

mg/kg

Maks. 60

B. Persyaratan khusus

1.

Ketahanan terhadap cuaca dipercepat selama 600 jam

-

  • tidak terjadi perubahan warna
  • tidak ada gelembung
  • tidak ada retak
  • tidak ada perubahan lain

 

Uji Kestabilan Cat dalam Penyimpanan

Uji kestabilan dilakukan guna untuk mengetahui tingkat kestabilan cat dalam masa penyimpanan dalam kemasan. Metode pengujian mencakup suhu ruangan dan suhu dipercepat.

Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian kestabilan cat yaitu wadah kemasan cat, oven, timbanganspatula/pengaduk, dan cat yang akan diuji.

Cara pengambilan sampel dilakukan berdasarkan SNI Nomor 0465 Tahun 2014 yaitu sampel diambil dari beberapa batch, lot dan pengiriman cat, untuk menentukan keseragaman dan kesesuaian terhadap persyaratan spesifikasi, agar jumlah sampel yang diambil tepat dan mewakili suatu jenis produk yang akan dipasarkan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pengambilan sampel cat untuk pengujian adalah:

  1. Semua peralatan yang digunakan untuk pengambilan sampel harus dalam keadaan bersih, agar sampel yang diambil tidak terkontaminasi.
  2. Wadah sampel harus kering dan sesuai dengan suhu kamar di mana sampel akan diambil.
  3. Pastikan sampel cat yang diambil harus merata (homogen).
  4. Wadah sampel yang digunakan harus kedap udara untuk mencegah terjadinya penguapan dan terbuat dari bahan yang tidak reaktif.
  5. Selama pengiriman sampel ke laboratorium pengujian, suhu harus tetap dijaga pada suhu 15 s.d. 35 C.

Sampel yang telah diambil kemudian dilakukan pengujian kestabilan cat dalam kemasan sesuai dengan SNI No. 3564 Tahun 2014 yaitu 2 sampel cat disiapkan pada kemasan 1 liter yang masih utuh dan belum dibuka, selanjutnya  sampel cat tersebut ditimbang dengan ketelitian 1 gram, dan lakukan lakukan penyimpanan selama 1 bulan pada suhu (52±1) C dalam oven, atau disimpan pada suhu 21-32 C selama enam bulan. Setelah 1 bulan atau enam bulan, lakukan penimbangan kembali untuk mengetahui ada tidaknya kehilangan berat sampel yang diuji. Kemudian kemasan sampel dibuka, diamati dan dicatat sifat-sifat yang sama dengan ketentuan keadaan cat dalam kemasan yaitu, cat tidak berbau busuk dan setelah dilakukan pengadukan, cat tidak mengandung endapan keras, tidak menggumpal, tidak mengulit, dan tidak terjadi pemisahan warna, juga diamati sifat pengulasan yaitu cat sampel harus mudah diulaskan dengan kuas pada lempeng uji kristosil semen. Selain itu, Lapisan cat kering harus halus, rata, tidak berkerut, dan tidak turun.

Apabila tidak terjadinya kehilangan berat dan sifat-sifat yang dinilai telah sesuai, maka cat yang diproduksi dapat dikatakan berkualitas dan dapat dipasarkan jika parameter lainnya juga telah sesuai dengan standard yang ditetapkan.

Cara kerja uji kestabilan cat dalam penyimpanan ditampilkan dalam bagan alur paga Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Bagan alur uji kestabilan cat dalam penyimpanan

Gambar 1. Bagan alur uji kestabilan cat dalam penyimpanan

 

Baca juga:

Moisture Analyzer untuk Kadar Padatan Total (Total Solid) dalam Cat

Elektroda pH untuk sampel Cat : Tips Pemilihan dan Perawatan

Uji Kadar Zat Tak Menguap Tentukan Kualitas Melamin sebagai Bahan Baku Cat

Ultrapure Water dalam Analisis pada Industri Cat

Referensi:

American Standard Testing and Material (ASTM) D1849-95 (2019) Standard Test Method for Package Stability of Paint.

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Bidang Industri

Standar Nasional Indonesia No. 0465 Tahun 2014 tentang Cara Pengambilan Contoh Cat

Standar Nasional Indonesia No. 3564 Tahun 2014 tentang Cat Tembok Emulsi.

 

Previous Article

Kontrol Parameter pH dan ORP pada Limbah Industri Pelapisan Logam (Electroplating)

Friday, 16 July 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Uji Ketahanan Jamur pada Kertas

Wednesday, 04 August 2021
VIEW DETAILS