| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364720 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Keadaan saat ini yang disebut dengan “new normal” dalam melawan pandemi, mengharuskan masyarakat untuk lebih menyadari akan pentingnya gaya hidup sehat. Salah satu produk kesehatan yang dapat dikonsumsi adalah produk dairy (produk olahan susu). Pelaku industri produk Dairy juga menyadari bahwa keadaan ini membuat masyarakat lebih menyadari akan manfaat produk dairy, sehingga kualitas produk harus lebih diperhatikan. Salah satu parameter yang penting dalam menjaga kualitas produk dairy adalah protein. Apakah Anda masih merasa kesulitan untuk menganalisa protein dalam produk dairy yang diproduksi? Analisis protein merupakan salah satu pengujian yang dirasa sulit untuk dilakukan, sehingga kebanyakan pelaku industri mengandalkan laboratorium komersial pengujian untuk melakukan hal tersebut. Tapi tahukah Anda, bahwa analisis protein mudah untuk dilakukan dan dapat menekan biaya operasional untuk jangka waktu yang lama.
Manfaat Produk Dairy
Produk dairy telah diketahui merupakan produk olahan susu yang diproses dengan berbagai metode sehingga menghasilkan berbagai macam produk yang berbasis susu. Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan untuk kesehatan dan pertumbuhan manusia, karena susu mengandung nilai gizi yang tinggi. Susu kaya akan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kandungan vitamin E, zat besi, vitamin A, asam linoleat dan omega 3 dalam susu murni mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap infeksi berbagai penyakit, peradangan serta alergi. Selain itu, kandungan magnesium yang dikandung susu murni mampu membuat jantung dan beberapa sistem saraf bekerja dengan baik. Magnesium juga berperan untuk mengatasi kelelahan karena aktivitas seharian yang dilakukan, sehingga imunitas tubuh dapat terjaga dengan baik.
Mikroorganisme probiotik yang terdapat dalam susu probiotik juga dapat memengaruhi komunitas mikrobia usus, dan telah diakui sebagai komponen terapi dalam pengobatan dysbiosis usus. Dimana molekul-molekul neuroaktif yang diproduksi oleh mikrobiota usus ternyata juga dapat memodulasi sinyal saraf yang memengaruhi parameter neurologis dan psikologis seperti tidur, nafsu makan, mood dan kognisi. Metabolit yang diproduksi oleh bakteri usus juga memiliki sifat imunomodulator dan dapat berinteraksi dengan sel-sel saraf dengan menstimulasi sistem saraf simpatik dan otonom.
Dalam pengolahannya, susu melalui berbagai proses seperti pasteurisasi, fermentasi, dan lainnya terlebih dahulu. Namun produk dairy lainnya mengalami proses lanjutan setelah proses pasteurisasi, fermentasi, dan metode lainnya, sehingga kandungan gizi, khususnya kandungan protein untuk setiap jenis produk dairy-pun dapat berbeda-beda, tetapi tidak menuntut kemungkinan ada yang sama. Untuk itu, analisis kandungan protein sangat penting untuk dilakukan dalam memonitoring kualitas produk dairy.
Standar Kualitas Kandungan Protein dalam Produk Dairy
Telah disebutkan diatas bahwa salah satu parameter penentu kualitas produk dairy adalah protein. Standar kualitas kandungan protein dalam produk dairy sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ditampilkan pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Standar Kualitas Kandungan Protein dalam Produk Dairy

Produk dairy lainnya yang sangat diminati dan sering dikonsumsi masyarakat adalah mentega. Namun protein bukan merupakan parameter pengujian standar kualitas untuk produk mentega.
Cara Mudah Analisis Protein dalam Produk Dairy
Analisis protein dalam produk dairy, tidak serumit yang dibayangkan jika Anda menggunakan instrument yang tepat untuk mendukung metode analisa. Sesuai dengan SNI dan AOAC, analisis protein dalam produk dairy dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl, terdiri dari tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi. Ketiga tahapan ini dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan akurat dengan penggunaan instrument destruksi dan instrument destilasi yang dilengkapi titrator.
Analisa protein pada susu dengan menggunakan rangkaian instrument metode Kjeldahl dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Langkah Penggunaan Instrument Destruksi (digestion)
Sampel susu diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer pada kecepatan 700 rpm selama 60 detik. Lalu masukkan sampel ke dalam test tube dan tambahkan tablet VCM, asam sulfat pekat (96-98%), dan hydrogen peroksida (~ 30%). Setelah itu instrument destruksi dihubungkan dengan instrument pelengkap yaitu scrubber dan resirkulator untuk menetralkan gas beracun yang dihasilkan selama tahap destruksi. Destruksi sampel dilakukan selama 15 menit pada suhu 150 °C, selanjutnya ditambah 15 menit pada suhu 250 °C dan 40 menit pada suhu 420 ° C sesuai dengan metode susu dan produk dairy.
2. Penggunaan instrument destilasi dan Titrasi
Setelah tahapan destruksi dilakukan, test tube didinginkan hingga mencapai suhu 50 - 60 °C. Instrument destilasi yang dilengkapi titrator, diatur dengan melakukan pemeriksaan otomatis pada sistem-menu. Distilasi sampel dilakukan dengan memerhatikan parameter H2O, H2SO4 (0,1 N) sebagai larutan titran, NaOH (32%) dan faktor protein yang disesuaikan dengan jenis produk dairy. Dengan penggunaan instrument, waktu yang diperlukan untuk tahap destilasi dan titrasi dapat dipersingkat dengan rata-rata waktu untuk satu analisa adalah 5 menit.
Kelebihan atau keuntungan penggunaan rangkaian instrument metode Kjeldahl untuk analisis protein dalam produk dairy adalah sebagai berikut.
Referensi:
SNI 2971:2011 Susu Kental Manis
SNI 3141.1:2011 Susu Segar – Bagian 1: Sapi
SNI 01-2780-1992 Susu Evaporasi, Mutu dan Cara Uji
SNI 01-2970-2006 Susu Bubuk
SNI 01-3951-1995 Susu Pasteurisasi
SNI 01-3744-1995 Mentega
SNI 7552:2009 Minuman Susu Fermentasi Berperisa
SNI 2981:2009 Yogurt
SNI 01-3725-1995 Tepung Es Krim
SNI 01-3713-1995 Es Krim
SNI 01-4270-1996 Susu Sereal
SNI Susu Ultra High Temperature (UHT)
SNI 01-2980-1992 Keju Cedar Olahan
http://media.unpad.ac.id/thesis/240210/2013/240210130058_2_5419.pdf
https://www.velp.com/public/file/nprotein-determination-in-milk-kjeldahl-method-206359.pdf
https://www.ugm.ac.id/id/berita/15267-susu-berperan-pada-sistem-imun-tubuh
Baca juga:
Penentuan Kadar Asam Laktat dengan Titrasi Potensiometri
Shelf Life Testing untuk Dairy Products