Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search
Peran Produk Dairy dalam Melawan Pandemi: Analisa Protein

Peran Produk Dairy dalam Melawan Pandemi: Analisa Protein

Monday, 22 June 2020

Keadaan saat ini yang disebut dengan “new normal” dalam melawan pandemimengharuskan masyarakat untuk lebih menyadari akan pentingnya gaya hidup sehat. Salah satu produk kesehatan yang dapat dikonsumsi adalah produk dairy (produk olahan susu). Pelaku industri produk Dairy juga menyadari bahwa keadaan ini membuat masyarakat lebih menyadari akan manfaat produk dairy, sehingga kualitas produk harus lebih diperhatikan. Salah satu parameter yang penting dalam menjaga kualitas produk dairy adalah protein. Apakah Anda masih merasa kesulitan untuk menganalisa protein dalam produk dairy yang diproduksi? Analisis protein merupakan salah satu pengujian yang dirasa sulit untuk dilakukan, sehingga kebanyakan pelaku industri mengandalkan laboratorium komersial pengujian untuk melakukan hal tersebut. Tapi tahukah Anda, bahwa analisis protein mudah untuk dilakukan dan dapat menekan biaya operasional untuk jangka waktu yang lama.

 

Manfaat Produk Dairy

Produk dairy telah diketahui merupakan produk olahan susu yang diproses dengan berbagai metode sehingga menghasilkan berbagai macam produk yang berbasis susu. Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan untuk kesehatan dan pertumbuhan manusia, karena susu mengandung nilai gizi yang tinggi. Susu kaya akan protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan vitamin E, zat besi, vitamin A, asam linoleat dan omega 3 dalam susu murni mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap infeksi berbagai penyakit, peradangan serta alergi. Selain itu, kandungan magnesium yang dikandung susu murni mampu membuat jantung dan beberapa sistem saraf bekerja dengan baik. Magnesium juga berperan untuk mengatasi kelelahan karena aktivitas seharian yang dilakukan, sehingga imunitas tubuh dapat terjaga dengan baik.

Mikroorganisme probiotik yang terdapat dalam susu probiotik juga dapat memengaruhi komunitas mikrobia usus, dan telah diakui sebagai komponen terapi dalam pengobatan dysbiosis usus. Dimana molekul-molekul neuroaktif yang diproduksi oleh mikrobiota usus ternyata juga dapat memodulasi sinyal saraf yang memengaruhi parameter neurologis dan psikologis seperti tidur, nafsu makan, mood dan kognisi. Metabolit yang diproduksi oleh bakteri usus juga memiliki sifat imunomodulator dan dapat berinteraksi dengan sel-sel saraf dengan menstimulasi sistem saraf simpatik dan otonom.

Dalam pengolahannya, susu melalui berbagai proses seperti pasteurisasi, fermentasi, dan lainnya terlebih dahulu. Namun produk dairy lainnya mengalami proses lanjutan setelah proses pasteurisasi, fermentasi, dan metode lainnya, sehingga kandungan gizi, khususnya kandungan protein untuk setiap jenis produk dairy-pun dapat berbeda-beda, tetapi tidak menuntut kemungkinan ada yang sama. Untuk itu, analisis kandungan protein sangat penting untuk dilakukan dalam memonitoring kualitas produk dairy.  

 

Standar Kualitas Kandungan Protein dalam Produk Dairy

Telah disebutkan diatas bahwa salah satu parameter penentu kualitas produk dairy adalah protein. Standar kualitas kandungan protein dalam produk dairy sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ditampilkan pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Standar Kualitas Kandungan Protein dalam Produk Dairy

Produk dairy lainnya yang sangat diminati dan sering dikonsumsi masyarakat adalah mentega. Namun protein bukan merupakan parameter pengujian standar kualitas untuk produk mentega.

 

Cara Mudah Analisis Protein dalam Produk Dairy

Analisis protein dalam produk dairy, tidak serumit yang dibayangkan jika Anda menggunakan instrument yang tepat untuk mendukung metode analisa. Sesuai dengan SNI dan AOAC, analisis protein dalam produk dairy dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl, terdiri dari tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi. Ketiga tahapan ini dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan akurat dengan penggunaan instrument destruksi dan instrument destilasi yang dilengkapi titrator.

Analisa protein pada susu dengan menggunakan rangkaian instrument metode Kjeldahl dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Langkah Penggunaan Instrument Destruksi (digestion)

Sampel susu diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer pada kecepatan 700 rpm selama 60 detik. Lalu masukkan sampel ke dalam test tube dan tambahkan tablet VCM, asam sulfat pekat (96-98%), dan hydrogen peroksida (~ 30%). Setelah itu instrument destruksi dihubungkan dengan instrument pelengkap yaitu scrubber dan resirkulator untuk menetralkan gas beracun yang dihasilkan selama tahap destruksi. Destruksi sampel dilakukan selama 15 menit pada suhu 150 °C, selanjutnya ditambah 15 menit pada suhu 250 °C dan 40 menit pada suhu 420 ° C sesuai dengan metode susu dan produk dairy.

2. Penggunaan instrument destilasi dan Titrasi

Setelah tahapan destruksi dilakukan, test tube didinginkan hingga mencapai suhu 50 - 60 °C. Instrument destilasi yang dilengkapi titrator, diatur dengan melakukan pemeriksaan otomatis pada sistem-menu. Distilasi sampel dilakukan dengan memerhatikan parameter H2O, H2SO4 (0,1 N) sebagai larutan titran, NaOH (32%) dan faktor protein yang disesuaikan dengan jenis produk dairy. Dengan penggunaan instrument, waktu yang diperlukan untuk tahap destilasi dan titrasi dapat dipersingkat dengan rata-rata waktu untuk satu analisa adalah 5 menit.

 

Kelebihan atau keuntungan penggunaan rangkaian instrument metode Kjeldahl untuk analisis protein dalam produk dairy adalah sebagai berikut. 

  1. Waktu pengujian yang relatif singkat.
  2. Instrument menggunakan standar metode yang diakui oleh seluruh dunia, juga andal dan mudah.
  3. Tingkat presisi dan reproduktivitas tinggi.
  4. Hasil analisis yang optimal dikarenakan adanya pelindung (safety guard).
  5. Adanya instrument pelengkap yaitu scrubber dan resirkulator untuk instrument destruksi, yang berfungsi untuk menetralisir gas beracun yang dikeluarkan selama proses destruksi, sehingga aman bagi user (pengguna).
  6. Pencapaian suhu pada instrument destruksi lebih cepat dan stabil.
  7. Penambahan volume setiap reagent diatur secara otomatis.
  8. Rendahnya tingkat kontaminasi pada destilat.
  9. Hasil analisis protein bersifat objektif dan akurat.
  10. Hasil analisis langsung ditampilkan pada display, sehingga user tidak perlu melakukan perhitungan menggunakan rumus perhitungan bobot protein.
  11. Aman untuk user, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan kerja terhadap penggunaan bahan kimia ataupun alat kaca (glassware) yang mudah pecah.
  12. Menekan biaya operasional.
  13. Instrument dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

 

 

Referensi:

SNI 2971:2011 Susu Kental Manis

SNI 3141.1:2011 Susu Segar – Bagian 1: Sapi

SNI 01-2780-1992 Susu Evaporasi, Mutu dan Cara Uji

SNI 01-2970-2006 Susu Bubuk

SNI 01-3951-1995 Susu Pasteurisasi

SNI 01-3744-1995 Mentega

SNI 7552:2009 Minuman Susu Fermentasi Berperisa

SNI 2981:2009 Yogurt

SNI 01-3725-1995 Tepung Es Krim

SNI 01-3713-1995 Es Krim

SNI 01-4270-1996 Susu Sereal

SNI Susu Ultra High Temperature (UHT)

SNI 01-2980-1992 Keju Cedar Olahan

http://media.unpad.ac.id/thesis/240210/2013/240210130058_2_5419.pdf

https://www.velp.com/public/file/nprotein-determination-in-milk-kjeldahl-method-206359.pdf

https://www.ugm.ac.id/id/berita/15267-susu-berperan-pada-sistem-imun-tubuh

 

Baca juga:

Penentuan Kadar Asam Laktat dengan Titrasi Potensiometri

Shelf Life Testing untuk Dairy Products

Uji pH pada Produk Dairy

Pengujian Mikroba pada Dairy Product (Produk Olahan Susu)

VELP Analisa Protein

Previous Article

Monitoring Suhu dan Kelembaban Ruang Operasi Rumah Sakit

Tuesday, 16 June 2020
VIEW DETAILS

Next Article

Uji BOD : Praktis dan Mudah

Tuesday, 30 June 2020
VIEW DETAILS